Tuesday, August 4, 2020

Sixth Singularity - Camelot (Chapter 1 Part 1)

Chapter 1 – Disambut oleh Pasir (1/2)

Sanzang
Jadi begitulah. Terima kasih atas semuanya, rekan-rekan Meja Bundar.

???

???

???

Sanzang
Huh? Kenapa semuanya tiba-tiba terlihat serius? Apa aku mengatakan hal yang salah? Aku hanya bilang, “Aku mulai bosan dengan kota ini, jadi aku akan pergi”, kan?

???
…Tentu saja. Dengan kata lain, Xuanzang Sanzang. Kau baru saja mengumumkan bahwa kau melepaskan diri dari kami.

Sanzang
Kenapa harus seperti itu? Aku tak punya niatan untuk menjadi musuh kalian. Maksudku, aku hanya ingin untuk singgah di sini. Kau lihat, aku dalam perjalanan untuk pulang dari Tianzhu dan aku harus pulang.

???
Dan yang kumaksud adalah kami tidak bisa percaya padamu, Xuanzang Sanzang. Kau sudah jadi Servant. Artinya tak ada gunanya bagimu untuk mengulangi tindakan yang kau ambil saat masih hidup. Kau tak punya alasan atau kewajiban untuk pulang ke rumah. Faktanya, rumahmu bahkan tidak eksis di dunia ini.  Jadi, tolong jelaskan padaku, ke mana tepatnya kau akan pergi.

Sanzang
Oh ayolah, mana ada kaya gituan. Aku hanya mengikuti kata hatiku.
Tujuanku adalah pulang. Aku adalah biksu yang esensinya berada dalam langkah-langkah perjalananku, dan aku sangat kesepian tanpa para muridku.
Ya, aku memang merasa kota ini luar biasa. Ini indah, makmur, cantik, dan tak ada yang kelaparan. Kuyakin ini adalah yang orang-orang maksud ketika mereka membahas utopia.

???
Terima kasih banyak. Perkataanmu itu membuat kami bangga. Karena alasan itu, Nona Sanzang, aku harus bertanya: apa tinggal di kastil ini bukan pilihan?

Sanzang
Terima kasih, Gawain. Aku kagum dengan betapa sopannya dirimu pada wanita. Namun, tolong biarkan saja. Beginilah aku.  Aku akan mulai dengan pergi ke gurun. Oh, aku akan membawa Touta bersamaku, oke?
Kalau begitu, terima kasih atas segala yang telah kalian berikan padaku! Selamat tinggal! Ciao! Zaijian! *walks away*

Gawain (revealed)
…Dan dia pergi. Sayang sekali.
Wanita itu benar-benar seperti matahari. Kehadirannya saja bisa menerangi seluruh tempat.

???
Serius? Aku malah lega. Tidak pernah suka dia.
Jadi apa yang akan kau lakukan, Agravain? Kau tahu tak ada yang boleh pergi dari kastil tanpa persetujuan Ayah…
Bukankah itu salah satu aturan di Meja Bundar ini? Selain itu, dia merepotkan.

Agravain (revealed)
Aku setuju denganmu, Mordred. Namun, sang raja sudah memberi persetujuan. Bahwa tak ada yang boleh menghentikan Xuanzang Sanzang jika dia ingin meninggalkan kastil.

Mordred (revealed)
Kau pasti bercanda. Itu benar-benar peluang yang bagus untuk menusuknya dari belakang.
Terserahlah. Gurun itu kejam, dia tak akan bertahan sendirian. Bukankah kau setuju, Tris? Hey, masih hidup kan, brengsek?

Tristan (revealed)
!!!
…Maaf. Omong-omong, aku tidak tidur. Tolong lanjutkan pembicaraan kalian, abaikan aku…
…Juga, jika kalian ingin membahas tentang wanita, kalian harus berbicara dengan Lancelot…
Ah… Betapa menyedihkannya…
Dia yang lebih berpengalaman soal cinta…

Gawain
…Sir Agravain. Sebagai ajudannya, hanya kau yang bisa berbicara langsung dengan sang raja.
Apa sang raja mengatakn sesuatu? Soal Kota Suci, soal bagaimana kita melindunginya?

Agravain
Sadarilah posisimu. Sang raja tak punya kata-kata untuk disampaikan pada orang sepertimu. Hanya kesetiaanmu yang dibutuhkan darimu.
Ya, Xuanzang Sanzang adalah orang asing. Namun, dia bukan penghianat yang diramalkan pengamat bintang. Hanya itu.

Tristan
“Ketika bintang asing bersinar, ikatan dinding putih hancur, kekuatan sang raja berkurang, dan menara dewa runtuh”.
…Benar-benar puisi yang indah dan sedih… Ya, jika diperlukan, aku masih bisa mengejarnya sekarang.

Agravain
Sang raja sudah bertitah. Biarkan saja Xuanzang Sanzang.
Yang harus kau khawatirkan adalah orang asing lain yang akan datang berikutnya. Beban melindungi umat manusia memang berat. Dalam waktu dekat, Master terakhir dari dunia ini akan datang. Sang raja sudah menginstruksikan kita untuk tidak menunjukkan rasa tidak hormat pada tamu kita. Namun, sang raja memikul tanggung jawab seluruh dunia. Kita akan mengurus semua hal sepele sendiri.
Bisa dipahami, wahai para Kesatria Meja Bundar yang pemberani? Aku mengharapkan kesetiaan sejati dari kalian semua.

Gawain

Tristan

Mordred

>>>Fast forward>>>
>>>Switch>>>
Mashu
Master, tolong ke sini! Kau akan terhempas jika berdiri di sana!

Fou
Fou, fooouuu, fooooooo!

Pilihan jawaban
a.       Mataku… mataku…
b.      Apa ini… Yerussalem?

Sfx: endless wind noises

Da Vinci
Ini tidak mungkin Yerussalem! Ada badai pasir di mana-mana!

Mashu
Master, Da Vinci, tolong bersembunyi di balik batu besar itu! Hembusan lain datang!

Da Vinci
Oke, di balik tulang misterius itu, kan? Wow, ini sebesar tulang spesies naga!
Omong-omong, apa kau bisa tersambung dengan Romani!? Sebaiknya dia bekerja untuk meminta maaf atas kesalahan perhitungan seperti ini!

Mashu
…Komunikasi dengan Chaldea tidak stabil. Kuyakin Dokter sedang bekerja untuk memperbaikinya…

Pilihan jawaban
a.       Hal seperti ini selalu terjadi, tak ada yang bisa kita lakukan…
b.      Yha, tempat ini berperingkat EX…

Mashu
Tepat, Master. Ayo kita pahami situasinya sendiri untuk saat ini.
Rayshift-nya sukses. Target lokasi kita harusnya adalah Timur Tengah abad ke-13. Namun, kita berakhir di tengah-tengah badai pasir! Apa hal ini umum bagi Yerussalem di zaman ini!?

Da Vinci
Kita terkirim terlalu jauh ke masa lalu! Aku punya hukuman khusus untuk Romani saat kita pulang…
Tunggu…
Era ini… Jika ini era yang berbeda, maka… Beri aku waktu, biarkan aku mengolah beberapa data…

Fou
Fou!
Fau, fuuuun!

Pilihan jawaban
a.       Fou juga ribut!
b.      Suara barusan…

Mashu
Master, itu adalah makhluk berbahaya. Sesuatu muncul dari dalam badai pasir! Jarak pandang tidak akan jadi lebih buruk, tapi bersiap untuk bertarung! Untuk saat ini, ayo pastikan saja kalau kita aman!

Da Vinci
Oke, serahkan padaku! Akan kutunjukkan kehebatanku, kebijaksanaan universalku! Ini tempat yang buruk untuk pertempuran perdana, tapi hey, pikirkan begini…
Kecantikan sejati bertahan bahkan dalam badai pasir------
Terpukaulah oleh senjata rahasia milik Servant Sekretaris yang Cantiknya Universal, Da Vinci-chan!

[fight]
Da Vinci
Tunggu, musuh yang terakhir itu aneh! Aku tak bisa melihat dengan baik karena semua pasir ini, tapi…

Mashu
…Iya, memang aneh. Kelihatannya seperti golem, tapi badai pasirnya membuatnya sulit untuk ditebak! Bagaimana denganmu, Master? Tahu apa itu?

Pilihan jawaban
a.       Itu kesatria berarmor!
b.      Kalian tidak bisa lihat?

Mashu
Kesatria besar… berarmor?

Da Vinci
Begitu ya. Lebih mudah untuk mengidentifikasi musuh dari posisi yang mengawasi medan perang.
Aku tak bisa melihat apa pun. Ketika kau dekat dengan mereka, yang dapat kau lihat dalam badai ini adalah siluet.

Mashu
…Tunggu! Lebih banyak musuh datang!
--------Seluruh tubuhku merinding… Sesuatu…yang tidak biasa menuju ke sini, Master!

Fou
Fou… Foooou!

Da Vinci
----------Jumlahnya sangat banyak. Suara kepakan dan siluet itu… Itu tidak mungkin-------
Ritsuka, tak ada waktu untuk bersantai! Musuh kita yang selanjutnya tak diragukan lagi kuat!

[fight]
Mashu
Kita mengalahkan makhluk raksasanya! Kecuali… Uh…

Da Vinci
Kecuali kita tidak mengalahkannya. Dia hanya terlihat seperti kalah. Kau lihat, dia adalah salah satu jenis Demonic Beast terkuat, seekor Phantasmal yang bahkan mungkin lebih kuat dari jenis naga.

Mashu
Sudah kuduga… Jadi itu memang seekor Sphinx. Seekor Divine Beast dari Mesin kuno yang memiliki wajah manusia dan tubuh singa.

Da Vinci
Yeah. Luka yang kita berikan tidak lebih dari sesuatu yang membosankan bagi makhluk seperti itu. Dia akan pulih dalam waktu singkat.
Ayo pergi dari sini. Terlalu sulit bagi kita untuk bertahan melawan Sphinx sendiri.

Mashu
Namun, ke mana kita bisa pergi? Kuharap kita bisa mendapat suatu data dari Dokter tentang wilayah ini…

Da Vinci
Oh, kita tak perlu mengkhawatirkan itu. Memindai wilayah itu mudah bagiku, kau tahu…
…Baiklah, aku sudah menemukan sumber air dari arah barat sini. Bukan hanya itu, sepertinya di sana juga ada kota. Ayo ke sana dulu. Kau juga butuh istirahat, kan, Ritsuka?

Pilihan jawaban
a.       Barusan air kedengarannya sangat enak…
b.      Aku bisa lanjut

Mashu
Iya. Aku setuju denganmu, Senpai. Ayo cari air dingin!

3 comments:

PENGGEMAR AHEGAO said...

Pengen liat karakter para kesatria, aksen bicara kesatria inggris dalam bahasa jepang

Kiri-kun said...

Mantap min klo boleh sampe Lostbelt ya😁

Ellie Casio said...

Haha... Iya, jadi gk sabar movie camelot nanti 😁

Singularity Point F - Fuyuki

Singularity Point F – Fuyuki: The Contaminated City in Flames Translated from: http://www.fgostory.blogspot.com/p/main-story.html Sou...

Popular Posts