Monday, March 26, 2018

Goetia

GOETIA
Note: Ini adalah pembahasan tentang Goetia (Beast I) dan peran dia dalam perkembangan cerita FGO, dan berhubung dia itu unobtainable chara, ga ada review gameplay di artikel ini, murni sharing. Diharap bagi pembaca untuk menyadari perbedaan yg versi nasuverse dan yg asli. Kalo mau langsung baca yg nasuverse, pencet CTRL +  F lalu ketik “pembahasan Nasuverse”
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Goetia2.jpg
  Hai, jumpa lagi dengan saya di artikel ini, khusus minggu ini mungkin saya akan bahas para BEAST yg sudah pernah muncul di FGO. Ya, Beast berisi makhluk yang bisa kita anggap adalah salah satu musuh terkuat di Nasuverse dan di artikel ini, kita akan membahas Beast I, Goetia.
  Goetia atau Goëtia (Latin Abad Pertengahan, sebagai goety/ˈɡoʊ.ɪti) adalah sebuah praktik yang berkaitan dengan roh jahat, khususnya yang dipanggil oleh salah satu tokoh di kitab, Solomon. Penggunaan istilah ini dalam bahasa Inggris sebagian besar berasal dari grimoire abad ke-17 The Lesser Key of Solomon, yang menampilkan Ars Goetia sebagai bagian pertama. Ini berisi deskripsi tentang pembangkitan, atau pemanggilan 72 iblis.
  Goetic Theurgy, praktik lain yang dijelaskan dalam Lesser Key of Solomon, mirip dengan deskripsi buku tentang Goetia, tetapi digunakan untuk memanggil roh udara.
  Γοητεία adalah sebutan untuk sihir di dunia Yunani-Romawi. Bentuk Latinnya adalah goëtia. Pada abad ke-16, bahasa Inggris mengadopsinya sebagai goecie atau goety (dan bentuk adjektif dari goetic), melalui bahasa Perancis goétie.
  Selama masa Renaisans, goëtia kadang-kadang dikontraskan oleh magia sebagai sihir hitam (Kegelapan/Egois) vs sihir putih (Cahaya/Tak egois), atau dengan sihir sebagai sihir "rendah" vs "tinggi".
  Berhubung nanti akan disinggung pula tentang buku lainnya, maka akan dijelaskan keseluruhan tidak hanya tentang Ars Goetia, tapi tentang buku lain di Lesser Key of Solomon.
  The Lesser Key of Solomon, juga dikenal sebagai Clavicula Salomonis Regis atau Lemegeton, adalah grimoire anonim (spellbook) tentang demonologi, dikompilasi pada pertengahan abad ke-17, sebagian besar materi berumur beberapa abad lebih tua. Ini dibagi menjadi 5 buku, yaitu Ars Goetia, Ars Theurgia-Goetia, Ars Paulina, Ars Almadel, dan Ars Notoria.
A.    Ars Goetia
Ars Goetia adalah bagian pertama dari Lesser Key of Solomon, yang berisi deskripsi dari 72 iblis yang dikatakan telah dibangkitkan Solomon dan terkurung dalam sebuah wadah perunggu yang disegel oleh simbol-simbol sihir, dan diperintah bekerja untuknya. Ars Goetia memberikan peringkat dan gelar bangsawan kepada masing-masing dari mereka, dan memberikan mereka tanda-tanda yg membuktikan kesetiaan, atau segel. Daftar entitas dalam Ars Goetia sesuai dengan yang ada di dalam Pseudomonarchia Daemonum, sebuah lampiran yang muncul dalam edisi-edisi belakangan dari De praestigiis daemonum-nya, tahun 1563 (meski ada beda urutan).
Edisi bahasa Inggris Ars Goetia yang telah direvisi diterbitkan pada tahun 1904 oleh Samuel Liddell MacGregor Mathers dan Aleister Crowley sebagai The Goetia yang didasarkan pada manuskrip-manuskrip dari British Museum, dengan tambahan oleh Crowley, termasuk sebuah Doa Pendahuluan yang diambil dari Fragment of Graec Goodwin Egyptian Work on Magic, dan esai The Initiated Interpretation of Ceremonial Magic. Ini bukan edisi yang sesuai dari naskah sumber, tetapi berisi beberapa inovasi, termasuk beberapa penggalan dalam Enochian yang ditulis oleh Crowley. Dalam pengantarnya, Crowley berpendapat bahwa proses pembangkitan setan hanyalah suatu bentuk eksplorasi diri secara psikologis. Sejak itu buku ini menjadi buku sihir yang cukup terkenal dan bahkan telah ditampilkan di tempat-tempat seperti novel grafis Promethea karya Alan Moore, novel Black Easter karya James Blish, dan trilogi Forsaken Comedy karya Kevin Kauffmann.
Sumber yang paling jelas untuk Ars Goetia adalah karya Johann Weyer, Pseudomonarchia Daemonum di dalam daemon De praestigiis miliknya. Weyer menunjukkan bahwa Lemegeton tidak berasal dari karyanya, bukan sebaliknya. Urutan rohnya berubah antara kedua versi (Ars Goetia dan karyanya), 4 roh ditambahkan ke karya berikutnya, dan 1 roh (Pruflas) dihilangkan. Penghilangan Pruflas, kesalahan yang juga terjadi dalam edisi Pseudomonarchia Daemonum yang dikutip dalam The Discoverie of Witchcraft karya Reginald Scot, menunjukkan bahwa Ars Goetia tidak mungkin dikompilasi sebelum tahun 1570. Memang, tampaknya bahwa Ars Goetia lebih bergantung pada terjemahan Scot atas pendapat Weyer dari pada karya Weyer sendiri. Selain itu, beberapa isinya berasal dari karya Heinrich Cornelius Agrippa yg berjudul Three Books of Occult Philosophy, Heptameron karya pseudo-Pietro d'Abano, dan Magical Calendar.
Officium Spirituum milik Weyer, yang kemungkinan terkait dengan sebuah naskah 1583 berjudul The Office of Spirits, tampaknya telah diperluas pada naskah abad ke-15 berjudul Le Livre des Esperitz (30 dari 47 roh hampir identik dengan yang di Ars Goetia).
Dalam salinan yang kemudian dibuat oleh Thomas Rudd (1583? –1656), bagian ini diberi label "Liber Malorum Spirituum seu Goetia", segel dan iblis dikaitkan dengan mereka, 72 malaikat Shemhamphorasch yang dimaksudkan untuk melindungi sang penyihir dan mengendalikan iblis yang dia panggil. Nama-nama malaikat dan segelnya berasal dari naskah karya Blaise de Vigenère, yang makalahnya juga digunakan oleh Samuel Liddell MacGregor Mathers (1854-1918) dalam karyanya untuk Hermetic Order of the Golden Dawn (1887-1903). Rudd mungkin telah mendapatkan salinan Liber Malorum Spirituum karya Johannes Trithemius  (yang mengajar Agrippa, yang pada gilirannya juga mengajar Weyer) yg katanya telah hilang.
Bagian karya ini kemudian diterjemahkan oleh S. L. MacGregor Mathers dan diterbitkan oleh Aleister Crowley dengan judul The Book of the Goetia of Solomon the King. Crowley menambahkan beberapa tambahan doa sebelumnya yang tidak terkait dengan karya aslinya, serta esai yang menggambarkan ritual itu sebagai eksplorasi psikologis, bukan pemanggilan setan.
Nama-nama iblis di bawah ini diambil dari Ars Goetia, berbeda dalam hal jumlah dan urutan dari Pseudomonarchia Daemonum milik Weyer. Sebagai hasil dari beberapa terjemahan, ada beberapa ejaan untuk beberapa nama, yang diberikan dalam artikel yang berkaitan dengan mereka.
1.          King Bael
2.          Duke Agares
3.          Prince Vassago
4.          Marquis Samigina
5.          President Marbas
6.          Duke Valefor
7.          Marquis Amon
8.          Duke Barbatos
9.          King Paimon
10.      President Buer
11.      Duke Gusion
12.      Prince Sitri
13.      King Beleth
14.      Marquis Leraje
15.      Duke Eligos
16.      Duke Zepar
17.      Count/President Botis
18.      Duke Bathin
19.      Duke Sallos
20.      King Purson
21.      Count/President Marax
22.      Count/Prince Ipos
23.      Duke Aim
24.      Marquis Naberius
25.      Count/President Glasya-Labolas
26.      Duke Buné
27.      Marquis/Count Ronové
28.      Duke Berith
29.      Duke Astaroth
30.      Marquis Forneus
31.      President Foras
32.      King Asmoday
33.      Prince/President Gäap
34.      Count Furfur
35.      Marquis Marchosias
36.      Prince Stolas
37.      Marquis Phenex
38.      Count Halphas
39.      President Malphas
40.      Count Räum
41.      Duke Focalor
42.      Duke Vepar
43.      Marquis Sabnock
44.      Marquis Shax
45.      King/Count Viné
46.      Count Bifrons
47.      Duke Vual
48.      President Haagenti
49.      Duke Crocell
50.      Knight Furcas
51.      King Balam
52.      Duke Alloces
53.      President Caim
54.      Duke/Count Murmur
55.      Prince Orobas
56.      Duke Gremory
57.      President Ose
58.      President Amy
59.      Marquis Orias
60.      Duke Vapula
61.      King/President Zagan
62.      President Valac
63.      Marquis Andras
64.      Adipati Flauros
65.      Marquis Andrealphus
66.      Marquis Kimaris
67.      Duke Amdusias
68.      King Belial
69.      Marquis Decarabia
70.      Prince Seere
71.      Duke Dantalion
72.      Count Andromalius
Semua iblis ini digambarkan diperintahkan oleh 4 ‘Raja’ dari 4 arah mata angin: Amaymon (Timur), Corson (Barat), Ziminiar (Utara), dan Gaap (Selatan). Catatan kaki dalam satu varian malah mencantumkan mereka sebagai Oriens/Uriens, Paymon/Paymonia, Ariton/Egyn, dan Amaymon/Amaimon, atau dikenal sebagai Samael, Azazel, Azael, dan Mahazael. Magical Calendar mencantumkan mereka sebagai Bael, Moymon, Poymon, dan Egin, meskipun Peterson mencatat bahwa beberapai varian malah mencantumkan '"Asmodel di Timur, Amaymon di Selatan, Paymon di Barat, dan Aegym di Utara", "Oriens, Paymon, Egyn, dan Amaymon", atau juga "Amodeo (Raja dari Timur), Paymon (Raja dari Barat), Egion (Raja dari Utara), dan Maimon."
B.     The Ars Theurgia Goetia
The Ars Theurgia Goetia sebagian besar berasal dari Steganographia milik Trithemius, meskipun segel dan perintah untuk rohnya berbeda karena transmisi rusak via manuskrip. Ritual yang tidak ditemukan di Steganographia ditambahkan di sini, dalam beberapa hal bertentangan dengan ritual serupa yang ditemukan dalam Ars Goetia dan Ars Paulina. Sebagian besar roh yang dipanggil terikat pada titik-titik pada kompas, empat ‘Kaisar’ terikat pada poin kardinal (Carnesiel di Timur, Amenadiel di Barat, Demoriel di Utara, dan Caspiel di Selatan), 16 Bangsawan terikat pada poin kardinal, inter poin-kardinal, titik tambahan di antara itu. Ada tambahan 11 ‘Pangeran’ Pengembara, total 31 pemimpin roh yang masing-masing memerintah beberapa lusin spirit.
C.     Ars Paulina
Berasal dari book two Steganographia karya Trithemius dan bagian-bagian dari Heptameron, tetapi konon disampaikan oleh Paulus dari Tarsus (seperti yang diklaim oleh Trithemius), bukan Raziel. Elemen dari The Magical Calendar, segel astrologi oleh terjemahan Robert Turner tahun 1656 dari Archidoxes of Magic Paracelsus, dan pengulangan penyebutan nama senjata dan tahun 1641 menunjukkan bahwa bagian ini ditulis pada paruh akhir abad ke-17. Tradisi Paul yang berkomunikasi dengan kekuatan surgawi hampir sama tuanya dengan Kekristenan itu sendiri, seperti yang terlihat dalam beberapa penafsiran tentang 2 Corinthians 12 : 2-4 dan Apocalypse of Paul yg masih diragukan. Ars Paulina pada gilirannya dibagi menjadi 2 buku, yang pertama merinci 24 malaikat selaras dengan 24 jam sehari, yang kedua (berasal lebih dari Heptameron) merinci 360 roh sesuai derajat zodiak.
D.    Ars Almadel
Disebutkan oleh Trithemius dan Weyer, yang kemudian mengklaim buku ini berasal dari sumber Arab. Sebuah salinan abad ke-15 dibuktikan oleh Robert Turner, dan salinan Ibrani ditemukan pada abad ke-20. Ars Almadel menginstruksikan penyihir tentang cara membuat tablet lilin dengan desain khusus yang ditujukan untuk menghubungi malaikat melalui scrying(scrying = melihat sesuatu seperti masa depan atau makhluk gaib dengan bola kristal atau objek yg bisa memantulkan cahaya seperti air).
E.     Ars Notoria
Bagian tertua dari Lemegeton, Ars Notoria (Notory Art) pertama kali disebutkan oleh Michael Scot pada 1236. Ars Notoria berisi serangkaian doa (terkait dengan mereka di The Sworn Book of Honorius) dimaksudkan untuk memberikan memori eidetik (berhubungan/menunjukkan gambaran mental yang memiliki kejelasan dan detail yang tidak biasa, seolah-olah benar-benar terlihat dengan mata) dan pengetahuan kepada penyihir dalam sekejap. Beberapa salinan dan edisi dari Lemegeton menghilangkan bagian ini sepenuhnya. A. E. Waite mengabaikan bagian ini sepenuhnya ketika menggambarkan Lemegeton. Ini juga dikenal sebagai Ars Nova.

========================================================================

Ok, sekarang masuk ke pembahasan Nasuverse
  Nama asli Beast I adalah Goetia (ゲーティア, Gētia), King of the Demon Gods (魔神 , Majin-ō), bentuk satuan dari 72 iblis Solomon. Awalnya diciptakan sebagai ritual sihir untuk menjaga umat manusia, menggantikan posisi Solomon sebagai penjaga manusia setelah kematiannya, sebagai Human Order Correction Ritual (人理補正式, Jinri Hosei-shiki). ‘Sistem’ ini "sedih" dan mengamuk melihat hubungan antara Solomon dan manusia, berubah menjadi kutukan yang mencoba menaklukkan "ketidaksempurnaan manusia" yang selama ini terus diabaikan Solomon. Karena kebencian itu, ‘sistem’ ini akhirnya berubah menjadi Human Order Incineration Ritual (人理焼却式, Jinri Shōkyaku-shiki). Sebuah magecraft dengan kehendaknya sendiri untuk mencapai kebijaksanaan sejati, dan sekarang berusaha mencapai “awal dari semuanya” dengan memanfaatkan energi dari seluruh sejarah manusia.
  Setelah kematian Solomon, 72 iblis yang disegel di dalam tubuhnya terbangun dengan ideologi mereka sendiri, mengambil identitas tuannya itu, dan beberapa waktu kemudian membentuk tubuh iblis Goetia, memulai usaha baru untuk mengubah seluruh umat manusia menjadi energi. Dengan demikian, Goetia melanjutkan rencananya dengan membuat mayat Solomon menjadi wadahnya, tetapi ada dilema besar dalam hatinya, entah apa itu.
  Dalam bahasa Yunani, istilah "Goetia" mengacu pada tindakan sihir itu sendiri. Goetia merupakan original Thaumaturgical Foundation yang digunakan dalam Modern Magecraft. Kutukan genetik yang dia tanam dalam Magic Crest 72 garis keturunan magus terpilih, yg menjadi wadah Demon Gods-nya, menjadi dasar dikembangkannya Thaumaturgical Circuits pertama. Untuk memastikan bahwa ke-72 itu bertahan hidup dan menjalankan perintahnya tanpa bunuh diri, dia memberi kutukan Coronal Rank Designation. Dengan para bawahannya (keturunan ke-72 magus itu) selama 3000 tahun, menciptakan singularity, dan mengumpulkan energi, Goetia bisa menggunakan energi itu untuk Ars Almadel Salomonis dan untuk rencananya.
  Sepuluh cincin Solomon dipasang di semua jari di kedua tangannya, tetapi yg di jari tengah tangan kanannya sendiri adalah replika (yg asli ada di Dr. Roman)
  Karena dia menggunakan mayat Solomon sebagai wadah, kepribadiannya itu cerdas (meskipun menakutkan). Dikatakan karena dia adalah tubuh satuan dari 72 iblis, kepribadiannya berjumlah sebanyak 72.
  Dia memiliki kekuatan omnipotent yang menyebabkan seluruh logika alam semesta mematuhinya, dan aura mengintimidasi yang tampaknya mengatakan bahwa dia membenci semua umat manusia. Awalnya, dia memiliki kualifikasi lebih dari cukup untuk menyandang gelar ‘King that rules over men’. Namun, dia tidak bisa memahami manusia karena kekuatan omnipotent-nya, tidak bisa mencapai jawaban karena keabadiannya, dan dengan demikian dia tidak dapat menjadi raja para manusia.
  Beast I sangat simpatik terhadap Mashu dan percaya bahwa dia, yang diciptakan dengan rentang hidup pendek hanya untuk melayani orang lain, dapat memahami pandangannya tentang penghapusan konsep kematian.
https://www.pixiv.net/member_illust.php?illust_id=63500649
&mode=medium
  Dia memiliki banyak dendam terhadap Solomon, selalu menggambarkan kepribadian Solomon hanya dengan kata sifat negatif. Dia menganggap Solomon sebagai manusia paling bodoh dan raja yang tidak kompeten. Sebagian besar kebencian Beast I terhadap Solomon berasal dari sikap tidak peduli Solomon terhadap penderitaan umat manusia, dan karena menciptakannya hanya untuk mengawasi manusia, sebuah fungsi yang dianggapnya sia-sia karena percaya bahwa manusia akan tetap menderita sampai mati meski diawasi. Meskipun mengetahui ketidakberdayaan mereka, keburukan mereka, Solomon menerima semua manusia tanpa mengoreksi kesalahan mereka. Para iblisnya tidak bisa menerima ini, dan akhirnya menyimpulkan bahwa manusia akan mengalami kehancuran di masa depan, dan takut hasilnya akan menjadi kepunahan total. Kepunahan bangsa mereka sendiri mereka anggap biasa, tetapi mereka merasa benci jika semua makhluk akan musnah suatu hari nanti karena kelalaiannya.
  Terlepas dari hinaan mereka bahwa manusia tidak memiliki nilai, para iblis tetap sadar kalau mereka tidak bisa eksis tanpa manusia. Aib bahwa derajat mereka harus tetap berada di bawah manusia, meski manusia adalah satu-satunya dan yg berperan terbesar dalam pemborosan SDA di semesta ini, dan meskipun para iblis merupakan bentuk kehidupan dari dimensi yang lebih tinggi, benar-benar tak terhindarkan. Goetia tidak dapat menerima kontradiksi dan ketidaksetiaan semacam itu, dan memulai pembaruan diri. ‘Menyetel ulang’ tujuan awalnya untuk melayani manusia (mengubah program dari Solomon). Ingin membuktikan secara mutlak bahwa dia adalah eksistensi tertinggi di planet ini. Mencapai puncak yang bahkan tidak bisa dicapai Solomon. Tujuan Goetia adalah mencapai puncak, untuk menjadi satu-satunya eksistensi di planet ini. Dengan kata lain, awal dari usaha besar menjadi Tuhan.
  Dia menciptakan Holy Grail sebagai Singularities yang menyimpangkan sejarah, tertanam pada magi yang dia rancang (untuk berubah menjadi iblis sesuai dengan kehendak Goetia), sebagai keturunan dan menghasilkan tujuh poin detonasi. Itulah penyebab di balik runtuhnya fondasi "anthropic principle" di setiap era. Anthropic principle adalah sebuah teori yang mengatakan kalau alam semesta memiliki sesuatu yg membuatnya pasti ditinggali oleh makhluk intelektual (cmiiw). Intinya adalah, dia "membakar" prinsip itu agar tidak ada lagi makhluk intelek di bumi, lalu menciptakan prinsip baru sesuai keinginannya.
  Goetia dalam wujud Solomon muncul sebagai antagonis terakhir di London, yang dilayani oleh Makiri Zolgen, Charles Babbage, dan Paracelsus. Setelah kekalahan Nikola Tesla dan Artoria Alter, ‘Solomon’ muncul dan menghadapi tim Ritsuka, dibantu dengan 4 Demon Gods, menyingkirkan Shakespeare, Kintoki, dan Tamamo no Mae. Dia juga hampir membunuh Mordred, tetapi berhasil diselamatkan oleh Andersen, yang kemudian menghadapi ‘Solomon’ dan bertanya tentang asal usul sistem Perang Cawan Suci. Dia menegaskan teori Andersen sudah benar dan mengungkapkan bahwa dirinya adalah Grand Caster, lalu membunuh Andersen sesudahnya. ‘Solomon’ kemudian memutuskan untuk mundur, karena dia tidak menganggap Chaldea sebagai ancaman nyata sampai mereka sanggup menghancurkan 7 singularity.
  Lalu sampailah sekarang ke pembahasan di Final Singularity. Selama pertempuran antara Chaldea dan Demon Gods di Grand Time Tabernacle, Goetia (Solomon form) dimohon berulang kali oleh Baal untuk mengaktifkan Ars Almadel Salomonis untuk memusnahkan Heroic Spirit dari Chaldea. Namun, dia menjawabnya dengan berkata bahwa akan ada lebih banyak Servant yang akan datang, karena itu hanya Ritsuka yang harus mati untuk menghapus mereka semua.
  Kemudian, dia bertemu Ritsuka dan Mashu, dia menjelaskan kedua Noble Phantasm miliknya dan rencananya untuk menggunakan Energi Sihir dari penyimpangan sejarah untuk menggerakkan tujuan sebenarnya. Tanpa basa-basi dia maju untuk membunuh Ritsuka agar para Heroic Spirit ikut memudar, tetapi dihadang Mashu.
  Setelah wujud Solomon-nya dikalahkan, dia terkesan dengan ketahanan Mashu, dia memutuskan untuk menghapus penyamarannya dan mengungkapkan identitas aslinya sebagai Beast I, Goetia. Dia kemudian mencoba meyakinkan Mashu untuk bergabung dengannya dalam menciptakan dunia di mana tak akan ada kematian, tetapi dia dengan tegas menolak tawarannya setelah mendengar pandangan kelamnya tentang kehidupan. Kecewa, Goetia meluncurkan Ars Almadel Salomonis padanya, tetapi dia menggunakan Lord Camelot untuk melindungi Ritsuka dengan mengorbankan hidupnya sendiri. Goetia berhasil membunuh Mashu sampai tubuhnya menguap tanpa sisa, walau Ritsuka terpental cukup jauh dan masih hidup.
  Ritsuka marah dan sempat adu mulut dengan Goetia. Namun, Romani Archaman menyela mereka berdua dan mengungkapkan identitasnya sebagai Solomon yg asli, Goetia merasa terguncang dan diremehkan dengan kehadirannya. Awalnya dia ga percaya kalo dia Solomon yg asli, tapi ketika ngeliat cincin di jari tengahnya, akhirnya dia percaya. Goetia mengeluarkan keluhannya akan ketidakpedulian Solomon saat dia hidup, dan Solomon mengaku bersalah. Goetia mengatakan bahwa sudah terlambat untuk menghentikannya, Goetia bersiap untuk membunuhnya. Keduanya sempat melakukan pertarungan singkat. Karen tau kalau Goetia sudah terlalu omnipotence, Solomon mengaktifkan Ars Nova. Goetia kaget dan takut saat tau kalo ternyata Solomon masih punya NP yg ga dia ketahui, dia ga percaya kalo Solomon selama hidupnya menyembunyikan sebuah NP tanpa pernah sekalipun digunakan maupun dibahas. Solomon menjelaskan NP-nya ini, Ars Nova, sebagai sebuah upacara untuk mengembalikan tubuh, pengetahuan, harta, dan segalanya milik Solomon, kembali kepada Tuhan. Goetia sempat menganggap ini gertakan dan mengira Solomon ga mungkin berbuat sejauh itu, tapi dia salah. Solomon udah mengakui Mashu sebagai 'adik' dari Romani Archaman, karena itu dia merasa Ars Nova adalah hal yg pantas dia gunakan untuk menghapus keabadian Goetia dan membalas luka 'adik'nya. Goetia marah dan bersiap untuk membunuh semuanya, tapi terlambat. Setelah Ars Nova diaktifkan, dia kehilangan hampir semua kekuatannya, tubuhnya bahkan sudah mulai memudar, semua koneksi dengan Demon Gods terputus. Para Demon Gods memperoleh kesadarannnya masing-masing, beberapa bunuh diri, beberapa melarikan diri dengan membuat dimensi baru, beberapa bahkan membantu Heroic Spirit untuk melarikan diri saat Grand Time Tabernacle mulai runtuh akibat Ars Nova. Tinggal menunggu waktu beberapa menit sampai tubuh Goetia & Grand Time Tabernacle memudar sepenuhnya. Namun Goetia, yg nyaris tak sanggup berdiri lagi dalam wujud iblisnya, sudah melemah, bahkan beberapa anggota tubuhnya sudah mulai rusak, masih menolak untuk mundur & menyerah demi membunuh Ritsuka. Ritsuka menjawab tantangannya dengan bertarung menggunakan perisai Mashu ditambah kemarahan memuncak karena kehilangan 2 orang yg paling dia cintai. Keduanya baku hantam dan akhirnya Goetia kalah dan terpental oleh Ritsuka (boosted by CS). 
  Namun, kemudian saat Ritsuka mencoba melarikan diri dari runtuhnya Grand Time Tabernacle, Goetia tiba-tiba muncul lagi di hadapan mereka (Ritsuka dan para Heroic Spirit) dalam wujud setengah manusia untuk mencegah pelarian mereka, menyatakan bahwa mereka harus binasa bersama di dalam dimensi yg runtuh itu. Pada akhirnya, Goetia memutuskan untuk menggunakan sisa kekuatannnya untuk membunuh Ritsuka meskipun mengetahui bahwa tindakan itu tidak ada artinya lagi, dan Ritsuka berhasil menghindarinya. Setelah itu, Goetia dengan puas & tersenyum memudar di dalam reruntuhan dimensi buatannya, menyatakan bahwa di dalam singkatnya kehidupan manusia, ternyata sangat menarik. Dia menyesalkan bahwa semua rencananya telah gagal karena pengorbanan Solomon, tetapi dia juga sadar dan telah mencapai pemahaman tentang manusia, tentang betapa berharganya hidup itu, tentang kenapa manusia selalu bisa tersenyum meski selalu dibayang-bayangi kematian.

ATK: 2,268/24,721
HP: 11,400/688,560
Voice Actor: Sugita Tomokazu
Illustrator: Yamanaka Kotetsu
Attribute: Beast
Growth Curve: Linear
Star Absorption: 0
Star Generation: 0%
NP Charge ATK: 0%
NP Charge DEF: 0%
Death Rate: 0%
Alignments: ChaoticEvil
Gender: Unknown
Traits: King
Strength: A
Stats5
Endurance: A
Stats5
Agility: D
Stats2
Mana: A+
Stats5
Luck: B
Stats4
NP: A+++
Stats5

NOBLE PHANTASM
King of Humans
1.      Lord, Rejoice in Life
Rank: -
Classification: -
Type: Arts
Hit-Count: -
Effect: Powerful attack to all enemies
Overcharge Effect: Reduce MAX HP of all enemies. 

King of Demon Gods
1.      Ars Paulina - The Time of Crowning has Come, He is the One who Begins All
Classification: Anti-World
Rank: A                        
Range: 999
Maximum number of targets: ?

Ars Paulina: The Time of Crowning has Come, He is the One who Begins All (戴冠の時きたれり、其は全てを始めるもの, Taikan no Toki Kitareri, So wa Subete wo Hajimeru Mono) adalah Noble Phantasm kedua dari Solomon, yg kemudian digunakan oleh Goetia. Ini adalah Reality Marble milik Solomon yang posisinya berada di luar alam semesta dan di luar aliran waktu, yang terletak di ruang Imaginary Number. Ini menggunakan Sirkuit Sihir Solomon sendiri sebagai sumber energinya. Kematian disini tidak "dihitung" di dunia nyata, jadi masih mungkin untuk menghidupkan kembali orang-orang yang mati di ruang ini dengan kekuatan yang cukup.
Setelah kekalahan Goetia, kuil ini runtuh, hanya menyisakan reruntuhan dan singgasana, serta 10 cincin Solomon. Setelah peristiwa Epic of Remnant, ditampilkan di anime Moonlight/Lostroom, bahwa ada seseorang memasuki ruang dimensi ini dan mengambil salah satu cincin. Masih ga ada penjelasan tentang siapa dia. Tapi ada spekulasi kalau dia itu Solomon, bisa juga Asmodeus (salah satu dari 72 iblisnya), dan mungkin magus lain mengingat Chaldea punya alat (sebelum Rayshift diciptakan) untuk menyelami Imaginary Number.
2.      Ars Almadel Salomonis - The Time of Birth has Come, He is the One who Masters All
Rank: EX
Classification: Anti-Humanity, Anti-Unit
Type: Arts
Hit-count: 3
Effect: Powerful attack to all enemies
Overcharge Effect: Decrease enemies Quick, Arts, or Buster card performance (decrease 100%) for 1 turn.
“Then I shall show you. The end of your journey. The demise of human history that will redo this planet. The moment my great undertaking is completed! Third Noble Phantasm, deploy. The Time of Birth has Come, He is the One who Masters All. Now, burn up like trash!"
"Ars Almadel Salomonis!”
—Beast I
“My feat! My ideal! Know the true purpose of my birth! This planet will be reborn! All life will become the past! Sing your praises. My name is Goetia! Human Order Incineration Ritual, King of Demon Gods, Goetia!”
—Beast I

Ars Almadel Salomonis: The Time of Birth has Come, He is the One who Masters All (誕生の時きたれり、其は全てを修めるもの, Tanjō no Toki Kitareri, So wa Subete wo Osameru mono) adalah Noble Phantasm ketiga milik Solomon, yg direncanakan akan digunakan oleh Goetia untuk melakukan time travel ke awal penciptaan Bumi. Tampak sekilas seperti lingkaran cahaya yang mengitari Bumi. Lingkaran cahaya yang menandakan kematian manusia. Sebagai sesuatu yang mampu mengubah seluruh sejarah manusia menjadi energi panas, perjalanan waktu selama beberapa tahun dimungkinkan dengan mengumpulkan, mempercepat, dan menyatukan ratusan juta lingkaran cahaya itu. Setiap pilar cahaya di dalam AAS dikatakan memiliki daya hancur ekstrim yang sebanding dengan A-rank Noble Phantasm seperti Excalibur. Tidak ada apa pun di permukaan Bumi yang melampaui panasnya Noble Phantasm ini. Ketika Goetia mengisi dan memfokuskan energinya ke dalam mode serangan, pancaran energinya digambarkan sebagai aliran panas yang cukup untuk menembus planet ini. Bahkan sekalipun ketika Mashu berhasil menahannya menggunakan perlindungan spiritual Lord Camelot, jumlah panas yang dia terima jauh lebih dari cukup untuk menguapkan tubuhnya yg berada di balik perisai.
Ars Almadel Salomonis mengapung di langit di atas setiap Singularity, dan diperkirakan berukuran sebesar Amerika Utara. Energinya yang sangat besar dikumpulkan melalui pembakaran semua manusia dari suatu era, yang dicapai melalui Singularity dan Grail. Meskipun pembakaran Bumi memberinya banyak energi, pembakaran bentuk kehidupan cerdas seperti manusia dan peradabannya menghasilkan energi dalam jumlah yang lebih besar, yang bisa digunakan untuk mengisi Noble Phantasm ini. Dengan membakar semua manusia dari setiap era selama 3.000 tahun, Goetia mampu mengumpulkan Mana yang melampaui jumlah Mana saat awal Bumi diciptakan, dengan kata lain bahkan melampaui Mana pada Age of Gods. Dengan mengumpulkan, mempercepat, dan menyatukan panas dari lingkaran cahaya itu, memungkinkan time reversal dalam skala besar.
Dengan menggunakan Noble Phantasm ini sebagai bagian dari rencana Retrogression Canal-Genesis Light-Year, Goetia berencana untuk kembali ke masa awal pembentukan Bumi dengan time reversal berskala planet dan menciptakan kembali Bumi sehingga konsep "kematian" tidak ada. Sebuah pencapaian yang mendekati True Magic, dengan Noble Phantasm yang mirip dengan Fifth Magic (Time Travel) milik Aoko.
3.      Incineration Ceremony: Beleth - Cremation Ritual of the Demon God
Rank: -
Classification: Anti-Humanity
Type: Arts
Hit-Count: 3
Effect: Powerful attack to all enemies

ACTIVE SKILL
King of Demon Gods
1.      Evocation
Rank: EX
Effect: Increase NP charge by 1
a.k.a Summoning (召喚術, Shōkan-jutsu) adalah sebuah magecraft yang membangkitkan tubuh spiritual dari masa lalu, atau mungkin dari masa depan. Setelah kematian Solomon, konsep 72 iblis yang ditinggalkannya, yg bersarang di dalam mayat Solomon dilahirkan kembali sebagai entitas baru. Meskipun ia tidak dapat melakukan pemanggilan Heroic Spirit atau Familiars, ia dapat dengan bebas memanggil salah satu dari 72 iblis ke jaman sekarang. Mungkin lebih mudah dipahami jika dideskripsikan sebagai konverter yang memproyeksikan iblis fiktif yang bersarang di dalam dunia Solomon ke dunia fisik.
2.      Anthropic Principle Charging
Effect: Increase NP charge to MAX & Pierce invulnerability for 1 turn & Increase NP damage threefold
Dia akan (dan hanya akan) menggunakan ini di turn pertama, sebelum melepaskan NP-nya. Dijamin membunuh semua Servant di barisan depan kecuali punya guts atau bisa lock-skill (Chapter 12 Arrow 2).
3.      Nega-Summon
Rank : EX
Effect: At the start of battle, increase NP resistance and critical damage resistance (3 turns)
Mampu membatalkan semua Noble Phantasms dari Servant yang disummon ke Grand Time Tabernacle baik dengan menyerapnya atau meniadakannya. Hanya ada satu "pengecualian" dan karena pengecualian ini, skill ini yang harusnya memiliki otoritas mutlak () diturunkan jadi rank EX. Sebagai enemy di game, ini membuatnya benar-benar kebal selama 3 turns pertama.
4.      Clairvoyance
Rank: EX
Karena Clairvoyance adalah skill yg terikat dengan raga, Goetia juga bisa menggunakannya layaknya Solomon. Mampu melihat masa lalu maupun masa depan.

King of Humans
1.      Solomon’s Ring
Rank: EX
Adalah kumpulan cincin yang diberikan kepada Solomon oleh Tuhan, yg kemudian diambil oleh Goetia sejumlah 9 cincin (yg satu dibawa Dr. Roman untuk jaga-jaga jika Goetia menyimpang dan ingin menggunakan efek aslinya. Jika semua (kesepuluh) cincin ini disatukan, dia bisa mengontrol maupun meniadakan semua magecraft yang digunakan manusia.
2.      Sage's Wisdom
Effect: Increase defense (3 turns) + Reduce overall damage received (3 turns) + Increase debuff resistance (3 turns) + Increase NP charge by 1
3.      Clairvoyance
Rank: EX
Karena Clairvoyance adalah skill yg terikat dengan raga, Goetia juga bisa menggunakannya layaknya Solomon. Mampu melihat masa lalu maupun masa depan.

PASSIVE SKILL
1.      Ten Crowns
Effect: Passive skill that negates class affinity weakness + Rider and Ruler will still resist his attacks + Alter Ego ignores this passive, giving the class the ability to deal x2.0 against him.
Adalah Skill yang memberi penggunanya Divine Authority. Otoritas ini tidak lain adalah kekuatan membawa kematian sekaligus memberi kehidupan. Tampaknya pengguna skill ini memiliki beberapa koneksi dengan Root, dan dengan demikian, ini adalah kelas Misteri tertinggi yang tidak dapat dikalahkan oleh Misteri yang lebih rendah. Bahkan Gilgamesh, Heroic Spirit tertua, tidak memiliki kemampuan maupun Misteri yg mampu untuk melampaui Skill ini.
2.      Territory Creation
Rank: A
Dialah yang telah menciptakan Kuil Yerusalem.
3.      High-Speed Incantation
Rank: A
Dahulu (saat masih memakai mayat Solomon) kecepatan membaca mantranya hanya rata-rata, tetapi sekarang ini sebanding dengan High Speed Divine Words.
4.      Item Construction
Rank: C
Mungkin karena dia berspesialisasi dalam kontrak, kemampuan skill ini berada pada level rata-rata.
5.      Independent Manifestation
Rank: A
Skill khusus, versi superior dari Independent Action. Karena kemampuan fiksasi eksistensi skill ini, dia memiliki resistensi terhadap serangan seperti instakill dan manipulasi waktu. Mereka yang memiliki skill ini tidak menerima pengaruh dari Human Incineration Protocol (Singularity), atau dari Compilation of Human Order (*****). Dia bisa memanifestasikan diri selama persyaratan terpenuhi.

Kesimpulan:
Ok, berhubung ini bukan review gameplay, jadi yg akan disimpulkan adalah kisah dia di FGO. Kebenciannya bermula dari keacuhan Solomon terhadap hati rakyatnya, lalu berkembang dan memberontak, menciptakan proyek sendiri, meski dengan cara yg bener-bener salah, dia melakukan semuanya demi manusia, karena dia bisa melihat bahwa manusia ga punya masa depan, bahwa manusia akan mati semua, karena itu dia merupakan representasi dari 7 keburukan manusia, dia mewakili “Pity”. Ini alasannya Galahad dan A-team di anime Moonlight/Lostroom mengatakan manusia tidak akan memiliki masa depan karena kita menggagalkan rencana Goetia.










5 comments:

Unknown said...

Gan, link stream atau download moonlight lostroom ada?

Anonymous said...

Min sekalian review solomon/romani nya dong

ToumaChan said...

Mantapp

Dee said...
This comment has been removed by the author.
Anonymous said...

up

Singularity Point F - Fuyuki

Singularity Point F – Fuyuki: The Contaminated City in Flames Translated from: http://www.fgostory.blogspot.com/p/main-story.html Sou...

Popular Posts