Saturday, March 31, 2018

Review Shuten

REVIEW SHUTEN-DOUJI
Note: Ini adalah pembahasan tentang Shuten dan dirinya di nasuverse, juga kalkulasi gameplay dia di FGO, mohon kesadarannya (bagi non-player & bagi pengunjung biasa)kalo ini akan sedikit berbeda dari kisahnya saat memasuki bagian nasuverse. Tambahan, kalo mau langsung baca bagian nasuverse, ketik CTRL + F, habis itu ketik "pembahasan nasuverse”
https://en.wikipedia.org/wiki/File:SekienShuten-doji.jpg
  Yosh ketemu lagi kita di blog sehai-kun. Yang akan kali ini saya bahas adalah Shuten-douji. Yup, namanya cukup terkenal di kalangan penggila & penggali kisah yokai, oni, dan sejenisnya, walau saya yakin banyak dari kalian yg belum tau sebelum main FGO. Si pemabuk yg satu ini punya hubungan yg cukup kuat denga Raikou dan Kintoki. Yuk simak kisahnya.
  Shuten-dōji ( 童子, juga kadang-kadang disebut 顛童子, 天童子, atau 朱点童子) adalah seorang oni atau pemimpin iblis Jepang, yang menurut legenda dibunuh oleh pahlawan Minamoto Raikō. Meskipun kepalanya dipenggal, kepala Shuten masih mampu menggigit sang pahlawan, namun berhasil ditahan dengan mengenakan beberapa helm yang ditumpuk di kepalanya.
  Shuten-dōji memiliki markas di Gunung Ōe ( 江山) barat laut kota Kyoto, atau Gunung Ibuki, tergantung versinya. Juga ada berteori bahwa gunung aslinya adalah Gunung Ōe ( ) di ujung selatan kota Kyoto (ada 2 gunung Oe di Jepang)
  Menurut teks legenda tertua yang masih ada, tercatat di abad ke-14 Ōeyama Ekotoba ( 江山 "Tale of Mount Ōe in Pictures and Words"), sebuah gulungan gambar yang dipegang oleh Museum Seni Itsuō. Ia kemudian dimasukkan ke dalam kumpulan tulisan Otogi-zōshi ("Companion tales"), dan menjadi banyak dibaca dalam versi cetak kayu dari mereka yang disebut Otogi Bunko (Companion Library), terutama edisi Shibukawa Seiemon (sekitar 1720). Ada juga satu set teks yang menempatkan benteng Shuten-dōji di Gunung Ibuki. Kumpulan teks dari Gunung Ibuki mengungkap penjahat honji (identitas avatar) sebagai "Demon King of the Sixth Heaven" (Dairokuten maō (ja)), sedangkan kumpulan teks dari Gunung Oe umumnya mengatakan tidak, dengan pengecualian Ōeyama Ekotoba, yang tentu merupakan sumber tertua tertua.
  Ada dua gunung berbeda yg bernama Gunung Ōe di Provinsi Tanba. Lokalisasinya jelas dalam teks Otogi Zōshi pada periode kemudian, bahwa di Ōeyama (ja) ( 江山), barat laut dari ibukota Kyoto, karena secara khusus menyebutkan Senjōdake yang merupakan bagian dari rantai pegunungan ini. Namun, ahli baru-baru ini berpendapat bahwa gunung aslinya adalah Gunung Ōe ( ) yg berada lebih ke selatan (di tepi selatan kota Kyoto dan memanjang ke Kameoka, Kyoto). Gunung Oe yg ini juga memiliki bagian lereng menanjak yg bernama Oi-no-Saka ( , " Slope of Aging ").
  Sebenarnya ada beberapa versi terbaru yang berpendapat sarangnya di Gunung Oe yg di selatan, menggambarkan Senjōdake sebagai markas utama dan Oi-no-Saka sebagai markas sekunder menurut sarjana religius dan folklorist Takeda Chōshū (ja).
  Teks tertua (Ōeyama Ekotoba atau Ōeyama Emaki) versi legenda dapat diringkas sebagai berikut :
Selama pemerintahan Kaisar Ichijō (r. 986-1011), banyak orang hilang dilaporkan di ibu kota Kyoto, sebagian besar korbannya adalah wanita muda. Abe no Seimei, seorang onmyodo yang terkenal dari istana kekaisaran, mengatakan bahwa raja oni-ogre dari Gunung Oe (kemudian diidentifikasi sebagai Shuten-dōji) adalah dalang dibalik penculikan. Kaisar kemudian memerintahkan Minamoto no Raikō (Minamoto no Yorimitsu) dan Fujiwara no Hōshō (Fujiwara no Yasumasa (ja)) untuk memusnahkan iblis itu. Raikō bersama dengan empat letnannya yang disebut shitennō, sementara Hōshō hanya memiliki sekretaris junior (shōgen) dari Dazaifu untuk membantu. Mereka berangkat meninggalkan Kyoto pada tahun 995.
Kelompok itu bertemu sebuah grup empat orang yang berubah menjadi empat dewa. Atas rekomendasi mereka, Raikō dan pengiringnya menyamar sebagai biarawan yamabushi. Ketika mereka melakukan perjalanan melalui terowongan gua, mereka datang ke sungai dan menemukan seorang wanita tua yang diculik, sedang mencuci pakaian. Wanita tua itu menjelaskan bahwa gadis-gadis muda yang diculik dipaksa untuk bertindak sebagai pelayan, tetapi para ogre dengan kejam membantai para gadis, memakan daging mereka dan meminum darah mereka.
Para prajurit yang berpura-pura menjadi biarawan meyakinkan raja ogre untuk memberi mereka penginapan. Sang raja ogre menjamu tamunya dengan sake dan makhluk bawahannya untuk menceritakan kisah tentang dirinya, bagaimana dia bisa disebut Shuten-dōji, " sake-drinking lad" karena kecintanya dalam minum sake, dan tentang bagaimana para ogre mengungsi dari Pegunungan Hira milik leluhur mereka ketika kuil Enryaku-ji dibangun di dekat situ, dan telah berada di Gunung Oe sejak tahun 849.
Raikō kemudian menawarkan Shuten-dōji sake yang diberikan oleh salah satu dari 4 dewa tadi, yang membuat dia lumpuh. Para prajurit menggunakan armor dan senjata yang mereka sembunyikan di peti biarawan di punggung mereka yang disebut oi (). Kemudian mereka menyerbu tempat tidur Shuten-dōji, dan sementara empat dewa tadi menahan anggota tubuh Shuten, Raikō memenggal kepala Shuten-dōji dengan tebasan pedang. Kepala yang terputus itu ternyata masih hidup, dan mengarahkan gigitannya ke kepala Raikō, tetapi Raikou berhsil bertahan dengan menumpuk dua helm milik letnannya selain dengan helmnya sendiri. Kelompok ini membawa kemenangan ke Kyoto dengan kepala Shuten, yang kemudian diletakkan di Uji no hōzō (ja) (Rumah Harta Karun Uji) di kuil Byōdō-in.

  Menurut versi Ōeyama Ekotoba, Shuten-dōji dalam tidurnya berbaring dalam wujud aslinya, dengan perawakan raksasa. Tingginya 50 kaki, memiliki tubuh merah dan kepala bertanduk lima, dengan 15 mata, satu kaki berwarna putih dan satunya hitam, sementara lengannya kuning dan biru.
  Ada versi legenda lain yang ditemukan di Otogi Bunko milik Shibukawa, yg telah dicetak dalam terjemahan bahasa Inggris oleh Haruo Shirane dan Noriko T. Reider. Versi ini tidak jelas tentang kerangka waktunya, tetapi basisnya sama, di ibu kota Kyoto banyak orang diculik. Seorang konselor menengah mencari keberadaan putrinya dan memanggil seorang peramal bernama Muraoka no Masatoki (bukan Seimei, seperti dalam teks yang lebih tua). Masatoki menyebut iblis di Gunung Oe dari Provinsi Tanba sebagai dalangnya.
  Mikado memerintahkan pembentukan skuad, yang terdiri dari enam prajurit biasa, Minamoto no Raikō + "empat raja penjaga" nya (shitennō), dan Watanabe no Tsuna + Hōshō.
  Karena iblis dapat berubah bentuk dan merupakan musuh yang tangguh, kelompok tersebut memutuskan untuk memberi penghormatan kepada tiga kuil : Kuil Yawata (Iwashimizu Hachimangū), Kuil Sumiyoshi, dan Kuil Kumano.
  Kemudian, kelompok itu bertemu dengan para dewa dari tiga kuil yang menyamar sebagai orang tua. Para dewa memberikan Raikō “sake” yg sejatinya merupakan divine elixir, beracun bagi iblis ( 便 毒酒, jinben kidoku shu) yang akan menghilangkan kemampuan untuk terbang sekaligus melemahkan mereka.
  Meskipun Raikō sudah membawa helm vermilionnya sendiri di peti punggungnya, ia menerima helm lain dari dewa-dewa itu (dari jenis hoshi kabuto (ja)/hobnailed helmet) yang diperintahkan untuk dipakai saat dia memenggal kepala musuh.
  Tepat sebelum mencapai sarangnya, kelompok Raikō menemui sandera yang bekerja sebagai tukang cuci, yang menjadi informan mereka. Di sini, ia bukan seorang wanita tua seperti dalam teks lama, tetapi anak orang istana berumur 17/18 tahun Dia mengungkapkan bahwa sarang yang disebut Istana Besi/Iron Palace (Kurogane no gosho, 御所) terletak di dalam Gua Iblis (Oni no iwaya ), dan memperingatkan kelompok itu tentang empat raksasa yang merupakan letnan Shutendōji.
  Seperti dalam teks tertua, pihak Raikō yang berpura-pura menjadi pertapa yamabushi memperoleh hak untuk tinggal di kediaman Shuten-dōji. Raikō melucuti kecurigaannya dengan menjelaskan bahwa mereka sebagai yamabushi mengikuti cara En no Gyōja yang dia katakan adalah welas asih dan saling menolong terhadap iblis. Para prajurit terpaksa meminum sake darah dan memakan daging manusia untuk mendapatkan kepercayaan yang lebih tinggi. Pada puncak pesta, Raikō menawarkan Shuten-dōji “divine sake” pemberian dewa yg beracun bagi iblis. Shuten-dōji mulai menceritakan kisah hidupnya (ia berasal dari Provinsi Echigo menurut teks ini), dan juga menceritakan bagaimana pengikutnya, Ibaraki-dōji, kehilangan lengan dalam pertemuan dengan Tsuna, salah satu dari pasukan Raikō.
  Seperti dalam teks yang lebih tua, para prajurit melengkapi armor dan pedang tersembunyi mereka dan menyerang Shuten-dōji di kamar tidurnya. Ketiga dewa tadi telah datang untuk membantu dan mengikat kaki sang ogre ke pilar. Ketika Raikō memposisikan dirinya dengan pedang Chisui ("Bloodsucker") di tangannya, Shuten menyalahkan para prajurit karena taktik liciknya sambil berseru :
"How sad, you-priests! You said you do not lie. There is nothing false in the words of demons".-Shuten

  Para prajurit menyerang dengan pedang mereka dan memenggal kepala Shuten-dōji, tetapi seperti dalam teks yang lebih tua, kepalanya yang terlepas masih mencoba untuk menggigit Raikō, dan dia dilindungi oleh dua helm yang ditumpuk di kepalanya, helm Lion King-nya di atas hobnailed helm (hoshi kabuto (ja)) yang diberikan kepadanya oleh para dewa. Selanjutnya, Ibaraki-doji dan Watanabe no Tsuna terlibat lagi dalam pertarungan yang berkepanjangan dan saat mereka bertarung, Raikō memenggal kepala Ibaraki-dōji. Para tahanan perempuan dibebaskan dan para prajurit kembali dengan kemenangan.
  Dalam versi ini, Ibaraki-dōji memainkan peran sebagai salah satu pengikut Shuten-dōji. Ada juga empat bawahan lainnya yang dijuluki sebagai "Four Divine Kings" milik Shuten-dōji, yaitu :
-          Hoshikuma-dōji (Star-Bear Demon)
-          Kuma-dōji (Bear Demon)
-          Torakuma-dōji (Tiger-Bear Demon)
-          Kane-dōji. (Iron Demon)
  Shuten-dōji sendiri pernah menceritakan scene terkenal di mana Ibaraki-doji pergi ke ibu kota dan lengannya terpotong oleh Watanabe no Tsuna (salah satu bawahan Raikō). Kemudian, Raikō memenggal kepala Ibaraki-dōji yang bertarung kedua kalinya dengan Tsuna.
  Telah dikatakan bahwa Shuten-dōji adalah oni terkuat di Jepang. Ahli dongeng akademis Kazuhiko Komatsu(ja) telah menghitung dengan survey bahwa di antara tiga yōkai, termasuk Tamamo-no-Mae dan iblis Ōtakemaru(ja), Shuten-dōji adalah yang paling ditakuti di Kyoto abad pertengahan,
  Shuten-dōji, menurut suatu legenda, lahir di Ganbara, Echigo. Namun, ada juga pendapat bahwa dia dari kaki Gunung Ibuki, di mana dalam sastra seperti Nihon Shoki, dalam legenda kekalahan ular raksasa Yamata no Orochi oleh Susanoo dalam pertempuran, ia melarikan diri dari Izumo ke Ōmi, memiliki anak dengan anak orang kaya, dan anak itu adalah Shuten-doji. Baik ayah dan anak memiliki haus yang tiada tara akan sake.
  Ada beberapa cerita versi masyarakat local Jepang, diantaranya :
-          Versi Niigata
Menurut versi Otogi Bunko seperti yang dijelaskan sebelumnya, Shuten-dōji awalnya berasal dari Echigo (sekarang Prefektur Niigata) dan telah hidup sejak periode Heian (abad ke-8) ketika Dengyō Daishi dan Kōbō-Daishi aktif. Legenda setempat menjelaskan bahwa ia adalah pelayan dari Kokojou-ji ( ) (di Tsubame, Niigata)
Ketika dia berusia 12 tahun, dia adalah seorang bocah(laki) cantik/manis, dan menolak semua wanita yang mencintainya, dan semua wanita yang mendekatinya meninggal karena begitu cinta. Ketika dia membakar surat-surat cinta yang dia terima dari semua wanita, ada seorang wanita yg merasa tidak dapat memperoleh cintanya, ketika surat cintanya terbakar, asap yang keluar menyelimuti Shuten, mengubahnya menjadi oni. Karena itu, dikatakan bahwa dia yang menjadi oni, setelah pindah dari gunung ke gunung yang berpusat di Honshu, akhirnya menetap di Gunung Ōe.
Ada salah satu cerita lagi bahwa ia adalah putra seorang pandai besi di Echigo, dia berada di dalam rahim ibunya selama 16 bulan, dan dia memiliki gigi dan rambut ketika ia lahir, segera bisa berjalan, dapat berbicara seperti anak usia 5-6 tahun, memiliki kebijaksanaan, kekuatan fisik dari seorang anak berusia 16 tahun, memiliki temperamen yang kasar, dan karena kecerdasan yang luar biasa ini, dia dijauhi sebagai "anak oni". Menurut Zentaiheiki, setelah itu, ketika dia berusia 6 tahun, dia ditinggalkan/diabaikan oleh ibunya, mengembara dari satu tempat ke tempat lain, dan kemudian mengambil jalan untuk menjadi seorang oni sungguhan.  Ada juga legenda bahwa sejak ia dihina sebagai anak oni, ia dimasukkan ke dalam penjara sebuah kuil, tetapi kepala kuil itu adalah pengguna praktik yang tidak lizam, dan anak itu menjadi oni praktik itu.
-          Versi Gunung Ibuki
Menurut beberapa versi legenda lokal Gunung Ibuki di Provinsi Ōmi (sekarang Prefektur Shiga), dia, yang lahir dari ular besar Yamata no Orochi (dalam avatarnya sebagai myōjin dari Gunung Ibuki) dengan seorang gadis manusia, adalah pelayan di Gunung Hiei sejak usia dini. Dia menjalani pelatihan, tetapi dia minum sake (dilarang oleh Buddhisme), dan karena sejatinya adalah seorang pemabuk besar, dia dibenci oleh semua orang. Suatu hari, setelah festival keagamaan di mana dia mengenakan kostum oni, dia mau melepas kostum itu, tapi dia tidak bisa karena itu menempel erat di wajahnya, dan dengan enggan pergi ke beberapa ceruk gunung di mana ia memulai hidupnya sebagai oni. Dia kemudian bertemu Ibaraki-doji, dan bersama-sama mengincar Kyoto.
-          Versi Prefektur Nara
Dia adalah pelayan Byakugō-ji di Provinsi Yamato (sekarang Prefektur Nara), suatu hari dia menemukan mayat manusia di gunung terdekat, dan karena rasa ingin tahu, dia membawa daging itu kembali ke kuil, dan membuat guru biarawannya memakan daging itu tanpa mengatakan kalau itu daging manusia. Setelah itu, dia sering membawa pulang daging, tidak hanya dari daging mayat, tetapi juga dengan membunuh manusia yg hidup dan kembali dengan daging mereka. Biarawan itu, yang berpikir bahwa dia mencurigakan, mengikutinya dan sadar kebenarannya, dia mengecam Shuten dengan keras, dan meninggalkannya di gunung. Kemudian dia menjadi Shuten-dōji, dan telah dikatakan bahwa tempat di mana dia ditinggalkan disebut chigo-saka (page-hill).
Menurut teori lain, ia adalah anak dari kepala biarawan Byakugō-ji, tetapi ketika ia dewasa, ia menumbuhkan taring dan tanduk, dan kemudian menjadi anak yang kasar seperti binatang buas. Biarawan itu dipermalukan oleh anak ini, jadi anak itu ditinggalkan, tetapi anak itu kemudian datang ke Gunung Ōoe dan menjadi Shuten-dōji.
-          Versi Prefektur Kyoto
Legenda Gunung Ōe
Dari periode Heian hingga periode Kamakura, ia adalah oni yang mengamuk di ibu kota, dan ia bermarkas di gunung di Provinsi Tanba, atau Oe di Nishikyō-ku, Kyoto, juga dikenal sebagai Oi-no-Saka (老ノ坂) (dalam distrik Rakusai Kyoto) serta Shinochōōji, Kameoka. Untuk legenda Gunung Oe Di Provinsi Tanba, ada teori bahwa itu kekeliruan dari bandit yang melecehkan wisatawan yang lewat.
Oi-no-saka
Menurut legenda setempat, Yorimitsu dan yang lainnya kembali dengan kepala Shuten ke ibu kota, tetapi di Oi-no-Saka (老ノ坂, "Slope of Aging") Gunung Oe, di tepi selatan kota Kyoto, mereka diperingatkan oleh Jizō, "jangan bawa sesuatu yang najis ke ibu kota", dan karena kepala Shuten tidak bisa bergerak lagi, mereka semua mengubur kepalanya disana. Teori lain mengatakan bahwa ketika Dōji sedang sekarat, dia menyesali kejahatannya sampai saat itu, ingin membantu berbagai orang yang memiliki penyakit di kepala mereka, karena itu dia didewakan sebagai dewa kebijaksanaan agung (daimyōjin).
Lainnya
Juga dikatakan bahwa dia dimakamkan Gunung Oe di Fukuchiyama, Kyoto, yang merupakan asal mula Onidake-inari-san ( 神社). Kuil Nariaiji di Prefektur Kyoto mempertahankan botol sake dan cangkir sake yang diduga digunakan untuk menuangkan Shinbenkidokushu (sake yang "meracuni" Shuten-dōji).
Shuten-dōji mengamuk bersama di Kyoto bersama dengan Ibaraki-doji, tetapi sebenarnya ada beberapa teori tentang hubungan mereka. [Rujukan?] Salah satu teori tersebut adalah bahwa Ibaraki-dōji bukanlah seorang laki-laki, tetapi seorang perempuan, dan bahwa Ibaraki -dōji adalah kekasih putranya, atau Shuten-dōji sendiri. Oleh karena itu, telah dikatakan bahwa Shuten-dōji dan Ibaraki-doi mengetahui keberadaan masing-masing, dan bertujuan untuk ibu kota bersama.

========================================================================

Ok, sekarang masuk ke pembahasan Nasuverse
  Namanya adalah Shuten-douji (呑童子, Shuten-doji), salah satu dari Japanese Three Great Monster/Yokai. Bos yang mengatur Oni di dalam kastil di Gunung Ooe selama periode Heian. Ada berbagai teori tentang asal-usul Shuten-douji. Ada sebuah teori di mana dia dianggap sebagai anak dari seorang manusia dan Dewa Agung Ibuki dari Gunung Ibuki (a.k.a Yamata no Orochi) dan ada teori lain di mana dia dianggap sebagai anak yang dikirim surga dari Gunung Togakushi (Kuzuryuu). Bagaimanapun, dia tetap adalah keturunan dari Dewa Naga, memiliki latar belakang yg sama dengan Sakata Kintoki sebagai sesama pewaris darah naga. Karena anekdot dan rekam jejaknya, ia diklasifikasikan sebagai "Anti-Hero".
  Ada perbedaan mendasar antara versi nasuverse dan aslinya. Di legendanya, dia itu iblis laki-laki yg menyamar menjadi perempuan saat bertemu Kintoki, di nasuverse dia murni iblis perempuan sejak awal.
  Namun, makhluk yang dipandang sebagai leluhur para dewa, Ibuki-douji, yg merupakan ayah dari Shuten-douji, tentu cukup menarik perhatian otoritas Kyoto kuno, Abe no Seimei, dan yang lainnya. Tentunya, eksistensi paling berbahaya di antara Oni Gunung Ooe tidak diragukan lagi adalah Shuten-douji.
  Tidak jelas apakah dia anak langsung dari Dewa Agung Ibuki, atau keturunan kesekian yang mewariskan darahnya. Shuten-douji sendiri tidak mau berbicara tentang asal-usulnya. Nama Ibuki-douji hanyalah sesuatu yang melekat padanya oleh Ibaraki-douji, yang telah melihat kekuatan sejati Yamata no Orochi dalam diri Shuten.
  Namun Shuten-douji belum sepenuhnya melupakan masa lalunya mengenai keberadaan Sakata Kintoki, seseorang yang memiliki asal yang mirip dengan dirinya sendiri (anak sang Dewa Naga), seorang pria yang selalu berada di pikirannya sejak saat dia muda.
  Hubungan Shuten-douji dengan Sakata Kintoki berlanjut sejak saat itu. Dia, dalam bentuk seorang gadis cantik, bertemu Kintoki, yang kemudian jatuh cinta padanya. Mengingat bahwa dia mudah digoda dalam beberapa kesempatan, ia bersenang-senang sambil ditemani makanan ringan dan alkohol. Sejauh yang diperhatikan oleh Shuten, mereka tidak lebih dari sekedar meminum minuman keras, tetapi sejauh Kintoki khawatir, ada perjamuan iblis yang akan membunuhnya jika dia menganggap atmosfirnya terlalu enteng.
“To struggle for life while intoxicated in alcohol. Is it not romantic to cheat each other while hugging our bodies?”
—Shuten
  Karena penculikan pemuda dan putri di Imperial Capital terjadi satu demi satu, Abe no Seimei melakukan ramalan dan memastikan bahwa masalah itu perbuatan dari Shuten-douji. Four Divine Kings Raikou, yg dipimpin oleh Minamoto no Raikou sendiri, diperintahkan untuk menundukkannya, dan tiba di kastil Oni sambil mengenakan pakaian biarawan Buddha. Pada saat itu, Raikou dan yang lainnya membuat Shuten-douji dkk minum sake beracun, lalu menyerang mereka saat mereka tertidur. Kepala Shuten-douji yg sudah dipenggal menyerang Raikou, tetapi dikatakan bahwa serangan itu digagalkan karena helm yang diberikan oleh dewa. Mereka menggunakan permainan curang dalam membunuh Shuten-douji, yang sangat disesalkan oleh Kintoki sampai-sampai dia ingin menghidupkan kembali Shuten-douji hanya untuk bertemu dengannya sekali lagi.
  Di bawah sinar bulan, sang bunga pemakan manusia bermekaran sambil mencuri pandang orang-orang yang lewat. Iblis yang mengenakan bentuk perempuan, menyipitkan matanya sambil menjilati bibirnya dengan menggoda. Mungkin tidak diketahui bahwa meskipun penampilan luarnya mirip dengan seorang gadis manusia, Shuten-douji bukanlah manusia. Meskipun ia tampaknya berkomunikasi dengan dialek seperti manusia, pada dasarnya ia adalah makhluk yang berbeda. Meskipun dia tahuapa itu cinta, meminta cinta, dan merangkul cinta, mustahil untuk memberi cinta itu pada orang yang tepat. Cintanya selalu disertai dengan kisah berdarah, cintanya menyebar kematian, cintanya membuat hati seseorang menangis.
  Shuten-douji tidak pernah membicarakan keinginannya untuk Holy Grail. Sama seperti bagaimana dia ketika dia masih hidup, selalu pergi kemanapun dia mau, dia berpikir dan berperilaku sesuka hatinya. Juga, dia adalah seorang kolektor barang antik dan langka, bahkan dia tertarik dengan Ulna Naga Merah di lengan Kintoki. Dia tampaknya menganggap bahwa kelangkaan dan kemewahan penampilan barang-barang itu penting, jadi dia tidak cocok dengan Gilgamesh yang selalu menekankan pentingnya sejarah dan nilai fungsi dari suatu barang.
  Mengenai “Providential Oni Poison Sake”, Shuten-douji menganggapnya sebagai sake miliknya. Pada awalnya, itu adalah sesuatu yang dibawa oleh Jenderal Raikou, tapi itu jadi miliknya sekarang dalam wujud Servant. Shuten berpikir bahwa akan baik-baik saja bila dia minum ini, bahkan jika dia meninggal, tetapi memiliki anggur tanpa darah, dengan keindahan bulan dan cahaya peraknya, tidak pernah terpikirkan olehnya. Shuten suka sake itu, mengutipnya sebagai minuman yang sangat manis. Dia menggambarkan itu memiliki rasa yg dapat menggetarkan tubuh, hangat, seolah-olah ada sesuatu yg leleh.

ATK: 1,853/11,993
HP: 1,881/12,825
Grail ATK: 13,128
Grail HP: 14,050
Voice Actor: Yuuki Aoi
Illustrator: Honjou Raita
Attribute: Earth
Growth Curve: Semi Reverse S
Star Absorption: 98
Star Generation: 25%
NP Charge ATK: 0.55%
NP Charge DEF: 4%
Death Rate: 31.6%
Alignments: ChaoticEvil
Gender: Female
Height/Weight: 145cm · 46kg
Source: Japanese Folklore
Country of Origin: Japan
Role: debuffer, mob-cleaner, starmaker, semi-support, farmer
Traits: Divine, Dragon, Earth or Sky, Female, Humanoid, Magical, Servant, Weak to Enuma Elish
Strength: A
Stats5
Endurance: B
Stats4
Agility: B
Stats4
Mana: A+
Stats5
Luck: D
Stats2
NP: B
Stats4

DECK
QQAABEx
Q: 4 hit
A: 3 hit
B: 1 hit
Ex: 6 hit
  Untuk NP gain, chain terbaik dia adalah AQAEx. Dengan NP charge atk 0,55%, asumsikan ga crit maupun overkill, jadinya :
Arts + Quick + Arts + Extra
= 6,6% + 5,5% + 11,55% + 6,6%
= 30,25%
Kalo pake Bond CE, ada Arts & Quick up 10%, jadinya :
Arts + Quick + Arts + Extra
= 7,095% + 5,83% + 12,54% + 6,6%
= 32,065%
Bisa juga Arts chain lewat NPAAEx, asumsikan jumlah musuh masih 3, jadinya :
NP + Arts + Arts + Extra
= 4,95% + 9,075% + 11,55% + 6,6%
= 32,175%
Kalo pake Bond CE, ada Arts up 10%, jadinya :
NP + Arts + Arts + Extra
= 5,445% + 9,8175% + 12,54% + 6,6%
= 34,4025%
Jika kita lihat dari hasil diatas, keliatan kalo NP gain dia tergolong menengah-bawah, untungnya dia cocok dimasukin ke Arts team buat menopang kekurangannya ini.

  Untuk stargen, chain terbaik dia adalah QAQEx. Dengan stargen 25%, stargen up 6% dari passive skill, asumsikan ga crit maupun overkill, jadinya :
Quick + Arts + Quick + Extra
= 524% + 153% + 924% + 906%
= (5 star dan 24% untuk 6 star) + (1 star dan 53% untuk 2 star) + (9 star dan 24% untuk 10 star) + (9 star dan 6% untuk 10 star)
= 24~28 star
Kalo pake Bond CE, ada Quick up 10%, jadinya :
Quick + Arts + Quick + Extra
= 556% + 153% + 996% + 906%
= (5 star dan 56% untuk ) + (1 star dan 53% untuk 2 star) + (9 star dan 96% untuk 10 star) + (9 star dan 6% untuk 10 star)
= 24~28 star
Ga berubah banyak dengan Bond CE, tapi tetep keren kok stargen dia.

NOBLE PHANTASM
1.    Senshibankou - Shinpen Ki Doku (Multitude of Colors - Providential Oni Poison)
Rank: B > B+ (ada strengthen)
Classification: Anti-Army
Type: Arts
Hit-Count: 1
Range: 1~50
Maximum number of targets: 100 people
Effect: Deals damage (NP1 600%) to all enemies + Reduces their attack by 10% for 3 turns + Reduces their defense by 10% for 3 turns + Reduces their debuff resistance by 10% for 3 turns + Reduces their NP damage by 10% for 3 turns + Reduces their critical attack chance by 10% for 3 turns + Seals their skills for 1 turn + Inflicts Toxic Status for 5 turns to them (Increase Poison damage on them by 100%) 
Overcharge Effect: Inflicts Poison (1000~5000/turn tergantung OC) for 5 turns to them.
“An exuberant banquet... are you ready?"
"Go on and die now——"
"Multitude of Colors - Providential Oni Poison——Ahh... to the marrow of your bones, it's all mine...”
—Assassin
“Ah, it's quite a pain, so let's just melt you all at once..."
"Multitude of Colors - Providential Oni Poison——From the tips of your nails, slowly, slooowly...”
—Assassin

Multitude of Colours: Providential Oni Poison (千紫万紅・神便鬼毒せんしばんこう・しんぺんきどく, Senshibankō - Shinpen Ki Doku) adalah NP milik Shuten. Awalnya ini adalah sake beracun yang diminum oleh Shuten-douji, pemberian Minamoto no Raikou dan Four Divine Kings miliknya. Sekarang saat menjadi Heroic Spirit, sake beracun ini disublimasikan ke dalam eksistensi Shuten-douji. Tujuan tunggal dari sake itu baginya adalah mencemari lingkungan dengan racunnya. Dengan memanipulasi konsentrasinya, ia dapat memberikan setiap status buruk kepada musuhnya (baca bagian effect). Konsentrasi itu juga menguraikan tubuh musuhnya yang hidup, hingga tidak menyisakan apa-apa kecuali beberapa tulang. Labu manis di atas sake-nya, dibawa dengan wadah, dikatakan sebagai tempat untuk mengunci barang rampasannya, itu juga merupakan senjata yang bisa berubah menjadi pedang, yang disimpan di mulut labu.
Untuk kalkulasi NP dmg, kita kumpulin data dulu. Dengan stat atk 12993 di level 90 (udah 1000 Fou), NP1 multiplier 450%, atk up 20% + NP up 30% dari skill 2 level 10, deff down 20% dari skill 1 level 10, divinity 150, base multiplier 0.9x, dia menghasilkan NP dmg sekitar 22.177,42/enemy. Kalo pake Bond CE sekitar 24.566,65/enemy. Memang ga terlalu sakit, tapi side-effectnya, dengan debuff gila-gilaan itu, dia diminati banyak player.
Edit: NP dia dapet upgrade dan sekarang NP dmg dia jadi 29.519,9/enemy. Sekarang dia udah berada di jajaran teratas AoE semua kelas. Kalo pake Bond CE jadi 32.456,89/enemy.
2.      Bone Collector - Riot of Flowers
Classification: Anti-Unit
Rank: B
Range: 1
Maximum number of targets: 1 person
Bone Collector: Riot of Flowers (Nickname) (百花繚乱・我愛称ボーンコレクター ,  Hyakkaryōran - Ga AishōBōn Korekutā) adalah NP milik Shuten-douji.
Kemampuan yang dimiliki Shuten-douji secara alami, atau bisa disebut special movement level tinggi. Dia benar-benar bisa mencabut tulang lawannya. Dia mencabut tulang tanpa menumpahkan darah sedikitpun. Jika dia tidak membuat kesalahan di lokasi serangan, lawannya akan segera mati. Kalo diliat dari deskripsi, skill ini mirip sama kehalian keluarga Zoldic (Hunter x Hunter) dalam mencabut jantung lawan. 
Tidak diketahui apakah kemampuan ini diwarisi dari ayahnya yang merupakan dewa jahat, atau apakah dari ibunya yang kaniba, atau mungkin adalah kemampuan yang berasal dari Shuten-douji sendiri. Sekarang, dia eksis sebagai Heroic Spirit, kemampuan/teknik ini diubah menjadi Anti-Unit Noble Phantasm. Tujuan menggunakan teknik ini tidak selalu untuk membunuh lawan, tetapi jika dia merasa ingin melakukannya, ini beroperasi sebagai Noble Phantasm dengan peluang yang sangat tinggi untuk instakill.

ACTIVE SKILL
1.      Alcoholic Fruit
Rank: A
Effect: 60% Chance to Charm all enemies for 1 turn + Reduces their defense (reduce 20% di level 10) for 3 turns.
Cooldown: 9/8/7
A.k.a Alcoholic Scent of a Fruit (果実の酒気, Kajitsu no Shuki), adalah skill untuk membuat target mabuk melalui berbagai cara. Target dapat dibuat mabuk melalui suaranya, desahannya, nafasnya, atau bahkan hanya dengan tatapannya (Sexy af). Seluruh bagian tubuhnya memiliki aroma kesegaran buah yang meleleh. Dalam kasus makhluk tanpa Magic Resistance (seperti orang biasa atau hewan), pikiran mereka “mencair” seketika. Untuk gameplay, skill ini bagus. Charm dia, meski chance ga terlalu tinggi, bekerja ke semua jenis musuh, ga kaya skill Alluring Nightingale yg cuma aktif ke laki-laki. Not to mention deff down dia bersifat area, ini memilik efek seperti atk up untuk party kita, membantu output dmg yg kita keluarkan.
2.      Demonic Magic
Rank: A
Effect: Increases party's attack (20% di level 10) for 3 turn + Increases own NP damage (30% di level 10) for 3 turn.
Cooldown: 7/6/5
a.k.a Oni Kind Demon (鬼種の魔, Oni-shu no Ma) adalah Skill yang mewakili kekuatan super serta sifat sejati dari Oni. Skill campuran dari Natural Monster, Monstrous Strength, Charisma, Mana Burst, dll. Versi Mana Burst bergantung pada pengguna, meski elemen yg dimiliki Shuten belum diketahui. Shuten & Ibaraki adalah pemilik rank-tertinggi dari skill ini. Untuk gameplay, skill ini berkolaborasi dengan baik dengan skill 1, meningkatkan output dmg tim dengan atk up. NP up dia juga berdurasi 3 turns, meski agak susah buat dia NP lagi dalam 3 turn itu.
3.      Battle Continuation > Oni's Head 
Rank: A+ > EX (ada interlude)
Effect: Grants self Guts status (revive 4000 HP di level 10) for 1 time, 5 turns + Charges own NP gauge (30% di level 10).
Cooldown: 9/8/7 
Battle Continuation (戦闘続行, Sentō Zokkō, localized as "Marshall") adalah Skill yang memungkinkan untuk melanjutkan pertempuran setelah menderita luka fisik. Ini juga akan mengurangi tingkat kematian akibat cedera. Skill ini merupakan kemampuan untuk bertahan hidup dan/atau mentalitas seseorang yang tidak tahu kapan harus menyerah, yang terdiri dari semangat hidup seseorang dalam keadaan sulit. Dia memiliki skill ini di rank yg sama dengan Alchides. Kayanya skill ini dia dapat dari anekdot bahwa dia saat masih hidup, meski kepalanya dipenggal Raikou, masih mencoba menyerangnya walau akhirnya tetap mati. Untuk gameplay, ini membuatnya lumayan durable.

PASSIVE SKILL
1.      Presence Concealment
Rank: C
Effect: Increases own critical star generation rate by 6%.
Mampu menyembunyikan kehadirannya sebagai Servant. Cocok untuk memata-matai. Rank-nya menurun drastis saat dalam posisi siap menyerang. Ini membantu stargen dia.
2.      Divinity
Rank: C
Effect: Increases own damage by 150.
Dia memiliki skill ini karena dia merupakan keturunan dari Yamata no Orochi (ini juga alasannya dia punya trait dragon)

BOND CE
Name: Divine Oni-Poison Sake
A.k.a: Godly Demonic Poison Sake
Illustrator: ?
Min/Max ATK: 100/100
Min/Max HP: 100/100
Stars: 4
Cost: 9
Max Level: 80
Craft Essence ID: 367
Effect: When equipped on Shuten Douji, increases party's Quick performance by 10% and increases party's Arts performance by 10% while she in on the field.
Lore:
Ah, are you interested?
My Noble Phantasm. My wine.
No way~. Not even if you look at it with such desiring eyes. This is something for me alone. At first, that... It was something brought by General Yorimitsu. But now it's mine. Hehe. Even so, eh? It is fine even if I die--- That is what I thought, but a wine without blood and the moon and silver is unthinkable.
I like it. This wine. It's sweet, very sweet, the essence of sweetness.
Till death. Till it rots. A trembling, hot taste as if that of melting... And if there is a pinch of blue eyes reflecting the moonlight... There is nothing else that I would want.

Saran CE
2030
Heaven’s Feel
Formalcraft
Dive to Blue
Bond CE dia sendiri
Black Grail
Kaleidoscope
Dll

Saran Servant separty
Tamae
Waver
Helena
Chiron
Hans
Mozart
GilCas
Paracelsus
Queen of Sheba
Hassan of Serenity
Semiramis
Any Arts damager/critter

Kelebihan
Charm dia bisa aktif ke semua jenis enemy dan tipe-nya AoE
Banyak debuff di NP
Support bagus buat meningkatkan dmg team
Stargen mayan
Ada skill-seal

Kekurangan
Meski debuff banyak di NP, persentasenya kecil
Multiplier rendah
NP gain normal-bawah meski deck dia Arts oriented

Kesimpulan
Dia terkenal karena jumlah debuff yg dia berikan di NP banyak banget, ada skill-seal juga membuatnya ga salah dianggap sebagai debuffer terbaik. Stargen juga bagus lewat chain dia. Dia juga SSR Assassin pertama yg punya NP AoE lho. Dia sekarang berada di peringkat atas AoE Assassin.

Sekian artikel kali ini, jangan lupa komen untuk kritik ato sekedar iseng
Jangan lupa follow ya~








http://fategrandorder.wikia.com/wiki/Divine_Oni-Poison_Sake
https://typemoon.fandom.com/wiki/Bone_Collector


No comments:

Singularity Point F - Fuyuki

Singularity Point F – Fuyuki: The Contaminated City in Flames Translated from: http://www.fgostory.blogspot.com/p/main-story.html Sou...

Popular Posts