Tuesday, March 27, 2018

Tiamat

TIAMAT
Note: Ini adalah pembahasan tentang Tiamat (Beast II) dan peran dia dalam perkembangan cerita FGO, dan berhubung dia itu unobtainable chara, ga ada review gameplay di artikel ini, murni sharing. Diharap bagi pembaca untuk menyadari perbedaan yg versi nasuverse dan yg asli. Kalo mau langsung baca yg nasuverse, pencet CTRL +  F lalu ketik “pembahasan Nasuverse”
https://en.wikipedia.org/wiki/File:Chaos_Monster_and_Sun_God.png
  Tiamat adalah monster/dewi dalam mitologi Babilonia dan Sumeria, dan tokoh utama dalam kisah penciptaan, Enûma Elish. Dalam agama Babilonia kuno, Tiamat (Akkadia:TI.AMAT atau TAM.TUM, Yunani: Θαλάττη Thaláttē) adalah dewi primordial dari laut asin, menikah dengan Abzû, dewa air tawar, untuk melahirkan dewa-dewi muda. Dia adalah simbol dari kekacauan dalam penciptaan primordial. Dia disebut sebagai wanita, dan digambarkan sebagai berkilauan. Ada dua bagian dalam mitos Tiamat, yang pertama di mana Tiamat sebagai dewi pencipta, melalui perkawinan suci antara garam dan air tawar, secara damai menciptakan semesta melalui generasi-generasi berikutnya. Dalam “Chaoskampf”, Tiamat (yang kedua) dianggap sebagai perwujudan mengerikan dari kekacauan masa primordial. Beberapa sumber mengidentifikasinya sebagai ular laut atau naga.
  Dalam Enûma Elish, epik Babilonia yg membahas penciptaan, ia melahirkan generasi pertama dewa. Suaminya, Apsu, berasumsi bahwa mereka (anaknya) berencana untuk membunuhnya dan merebut tahtanya, kemudian dia berperang melawan mereka dan dibunuh. Tiamat marah, dia juga berperang untuk membalas sang pembunuh suaminya, dengan wujud seekor naga laut besar, dia kemudian dibunuh oleh putra Enki, sang dewa badai Marduk, tetapi sebelum itu, Tiamat sudah melahirkan monster-monster pantheon Mesopotamia, termasuk naga pertama, yang tubuhnya dipenuhi dengan racun, bukan darah. Marduk kemudian membentuk langit dan bumi dari jasad Tiamat.
  Thorkild Jacobsen dan Walter Burkert, keduanya berpendapat bahwa namanya memiliki koneksi dengan kata Akkadia untuk laut, tâmtu, mengikuti bentuk awal, ti'amtum. Burkert melanjutkan dengan membuat koneksi linguistik ke Tethys, yg bentuk kemudiannya menjadi Θαλάττη (thaláttē), yang muncul dalam buku seorang penulis Hellenistic Babylonian, Berossus, dalam volume pertama dari universal history, dan secara jelas terkait dengan bahasa Yunani Θάλαττα (thālatta), dan varian timurnya Θάλασσα (thalassa), "laut". Diperkirakan bahwa nama yang tepat ti'amat, yang merupakan bentuk konstruk atau vokatif, diturunkan dalam terjemahan sekunder dari teks asli karena beberapa penyalin Akkadia dari Enûma Elish menggantikan kata biasa tāmtu "laut" untuk Tiamat, dua nama itu dasarnya karena hubungan yang sama. Tiamat juga telah diklaim sebagai serumpun dengan Northwest Semitic tehom (תהום) (kedalaman, jurang), dalam Kitab Kejadian 1: 2.
  John C. L. Gibson, dalam glossary bahasa Ugarit Canaanite Myths and Legends, menulis bahwa tehom muncul dalam teks Ugarit sekitar 1400 – 1200 SM, berarti "kedalaman lautan". Akhiran -at artinya wanita. Selain itu tehom dalam bahasa Ibrani juga muncul dalam kitab Kejadian.
Namanya berasal dari bahasa Sumeria Ti = kehidupan, dan Ama = ibu, sehingga artinya adalah "ibu dari segala yang hidup"
  Epik Babilonia Enuma Elish dinamai demikian : "Ketika di atas" langit belum eksis ataupun bumi di bawahnya, Apsu sang samudra air tawar ada di sana, "yang pertama, sang ayah", dan Tiamat, sang laut air asin, "dia yang menanggung mereka semua". Mereka "mencampur air mereka". Diperkirakan bahwa Tiamat lebih tua dari Apsu di Mesopotamia dan Tiamat mungkin telah mulai sebagai bagian dari sekte Nammu, prinsip perempuan dengan kekuatan pencipta berair, dengan koneksi yang sama kuat ke underworld, yang mendahului munculnya EA-Enki.
  Harriet Crawford menemukan "pencampuran air" menjadi fitur alami di Teluk Persia tengah, di mana air segar dari akuifer Arab bercampur dan berbaur dengan air asin laut. Karakteristik ini benar  ada di wilayah Bahrain, yang namanya dalam bahasa Arab berarti "dua laut", dan yang dianggap sebagai situs Dilmun, situs asli dari keyakinan penciptaan bangsa Sumeria. Perbedaan kepadatan garam dan air tawar mendorong pemisahan yang jelas.
  Dalam Enûma Elish, deskripsi fisiknya mencakup ekor, paha, "bagian bawah", perut, ambing, rusuk, leher, kepala, tengkorak, mata, lubang hidung, mulut, dan bibir. Dia memiliki bagian dalam seperti, jantung, arteri, dan darah.
  Tiamat biasanya digambarkan sebagai ular laut atau naga, namun ahli assyriologist, Alexander Heidel tidak setuju dengan identifikasi ini dan berpendapat bahwa bentuk naga tidak dapat dihubungkan kepada Tiamat dengan pasti. Ahli lain mengabaikan argumen Heidel. Joseph Fontenrose secara khusus menemukan itu "tidak meyakinkan" dan menyimpulkan bahwa pasti ada alasan untuk percaya bahwa Tiamat kadang-kadang, tidak selalu dipahami sebagai sejenis naga. Enûma Elish menyatakan bahwa Tiamat melahirkan naga dan ular di antara list monster yang lebih umum seperti manusia kalajengking dan merpeople, tetapi tetap tidak bisa mengidentifikasi wujudnya sebagai naga. Namun, sumber-sumber lain yang mengandung mitos yang sama merujuk padanya seperti itu(naga).
  Penggambaran Tiamat sebagai naga berkepala banyak dipopulerkan pada tahun 1970-an sebagai perlengkapan roleplaying game Dungeons & Dragons yang terinspirasi oleh sumber-sumber sebelumnya yang menghubungkan Tiamat dengan tokoh-tokoh mitologis seperti Lotan.
  Abzu (atau Apsû) menjadi ayah dari para dewa tetua Lahmu dan Lahamu (masc. Yang "berbulu"), gelar yang diberikan kepada penjaga gerbang di kuil Enki Abzu/E'engurra di Eridu. Lahmu dan Lahamu, pada gilirannya, adalah orang tua dari 'akhir' surga (Anshar, dari an-šar = surga-totalitas/akhir) dan bumi (Kishar). Anshar dan Kishar dianggap bertemu di cakrawala, menjadi orang tua dari Anu (Surga) dan Ki (Bumi).
  Tiamat adalah personifikasi “bercahaya” dari air asin yang meraung dan membunuh selama kekacauan dalam original creation. Dia dan Apsu mengisi jurang semesta dengan air purba. Dia adalah "Ummu-Hubur yang membentuk semua hal".
  Dalam mitos yang direkam pada tablet, dewa Enki (kemudian Ea) percaya bahwa Apsu berencana untuk membunuh dewa-dewa yang lebih muda karena kesal dengan kekacauan yang mereka ciptakan, Enki menangkapnya dan menahannya sebagai tahanan di bawah istananya, E-Abzu. Hal ini membuat Kingu, putra mereka, marah lalu melaporkan kejadian itu kepada Tiamat, dimana dia menciptakan 11 monster untuk melawan para dewa untuk membalas kematian Apsu. Ini list 11 keturunannya:
1.   Bašmu (“Venomous Snake”), di Nasuverse, bisa disummon Semiramis. Namun, karena dia terlalu kuat, Semiramis hanya sanggup summon separuh tubuhnya
2.      Ušumgallu (“Great Dragon”)
3.      Mušmaḫḫū (“Exalted Serpent”)
4.      Mušḫuššu (“Furious Snake”)
5.      Laḫmu (the “Hairy One”)
6.      Ugallu (the "Big Weather-Beast")
7.      Uridimmu ("Mad Lion")
8.  Girtablullû ("Scorpion-Man"), berhasil dikalahkan Tomoe di singularity Babylon, walau akhirnya Tomoe ikut mati
9.      Umū dabrūtu (“Violent Storms")
10.  Kulullû ("Fish-Man")
11.  Kusarikku ("Bull-Man").
  Tiamat memiliki Tablet of Destinies dan dalam pertempuran primordial dia memberikannya kepada Kingu, dewa yang dipilihnya sebagai kekasihnya dan pemimpin pasukannya, dan sekaligus juga salah satu anaknya. Para dewa berkumpul dalam teror, tetapi Anu, (diganti di literatur terbaru, pertama oleh Enlil dan, dalam versi akhir yang bertahan setelah Dinasti Pertama Babilon, jadi Marduk, putra Ea), pertama mengikrarkan janji bahwa ia akan dihormati sebagai "King of the Gods", lalu mengalahkan Tiamat, dipersenjatai dengan panah angin, jaring, gada, dan tombak yang tak terkalahkan.
And the lord stood upon Tiamat's hinder parts,And with his merciless club he smashed her skull.He cut through the channels of her blood,And he made the North wind bear it away into secret places.

https://en.wikipedia.org/wiki/File:Tiamat.JPG
  Mengiris Tiamat menjadi dua, dia membuat tulang rusuknya jadi surga dan bumi. Matanya yang berair menjadi sumber air Tigris dan Eufrat, ekornya menjadi galaksi Bima Sakti. Dengan persetujuan dewa-dewa yang lebih tua, ia mengambil Tablet of Destinies dari Kingu, melantik dirinya sendiri sebagai kepala panteon Babilon. Kingu ditangkap dan dibunuh kemudian. Darah merahnya dicampur dengan tanah liat merah dari Bumi akan menciptakan tubuh manusia. Manusia diciptakan untuk bertindak sebagai pelayan dewa Igigi yang lebih muda.
  Penanggalan epik ini tidak sepenuhnya jelas, tetapi dilihat dari topik mitologi tertutup dan versi huruf kuno yang ditemukan sejauh ini, kemungkinan sekitar abad ke-15 SM.
  Mitos Tiamat adalah salah satu versi paling awal dari Chaoskampf, pertempuran antara pahlawan dan chthonic(monster perairan), sejenis ular atau naga. Motif Chaoskampf dalam mitologi lain terkait langsung/tidak langsung dengan mitos Tiamat, termasuk mitos Hittite Illuyanka, dan dalam tradisi Yunani, kisah pembunuhan Apollo atas Python sebagai tindakan yang diperlukan untuk mengambil alih Oracle Delphi.
  Robert Graves menganggap kematian Tiamat oleh Marduk sebagai bukti untuk hipotesisnya tentang pergeseran kuno dalam kekuasaan dari masyarakat matriarkal ke patriarki. Ide-ide Grave kemudian dikembangkan menjadi teori Great Goddess oleh Marija Gimbutas, Merlin Stone dan lain-lain. Teori itu mengemukakan Tiamat dan tokoh monster kuno lainnya disajikan sebagai mantan dewa tertinggi sebuah agama kuno yg damai, yang berpusat pada wanita yang berubah menjadi monster ketika melakukan kekerasan. Kekalahan mereka di tangan seorang pahlawan laki-laki berhubungan dengan cara di mana agama-agama yang didominasi laki-laki menggulingkan masyarakat kuno. Teori ini ditolak oleh akademisi dan penulis modern seperti Lotte Motz, Cynthia Eller dan lain-lain.

========================================================================

Ok, sekarang masuk ke pembahasan Nasuverse
  Namanya adalah Tiamat (ティアマト, Tiamato), adalah satu Dewa Primordial dalam Mitologi Mesopotamia/Mitologi Sumeria. Di nasuverse kisahnya berbeda. Tiamat adalah Earth Mother Goddess, cabang dari dewi Çatalhöyük yang terlupakan. Bersama dengan Abzu, ia terwujud dari Sea of ​​Dawn (黎明 , Reimei no Umi) - Ocean of Void ( , Mu no Umi) yang terletak di jurang terbawah Underworld of Ereshkigal, yg dikatakan pernah sekali berada di bawah kekuasaan Dewa Enki.
  Dalam Mitologi Sumeria, para dewa dilahirkan dari pasangan Tiamat, yang merupakan air asin, dan Abzu, yang merupakan air tawar. Setelah itu, para dewa, yang merupakan anak-anak mereka, memberontak melawan sang ayah, Abzu dan memperoleh supremasi atas dunia. Pada saat itu, Tiamat dengan lembut masih memaklumi perbuatan anak-anaknya. Ini adalah bukti bahwa cintanya untuk anak-anaknya mengalahkan cintanya untuk suaminya.
  Namun, para dewa (anak-anaknya) berani mengacungkan pedang mereka kepada sang ibu, Tiamat. Tiamat, dalam kesedihan dan kekacauan di hatinya, melahirkan 11 Magical Beast sebagai anak-anaknya yang baru, dan mereka bertempur dengan para dewa. Pada akhir konflik, Tiamat dan 11 Magical Beast itu hancur berantakan. Dikatakan bahwa dewa merobek jenazahnya menjadi dua, membentuk langit dan bumi dari itu, dan dengan demikian, telah menetapkan ritual untuk penciptaan Dunia Manusia.
  Tiamat dijuluki sebagai a womb discarded after the Genesis”, yg menjadi asal-usul Mitologi Sumeria. Dia diubah menjadi "Mother Sea" dan digunakan sebagai tempat berkembang biak untuk menghasilkan kehidupan, tetapi setelah lingkungan bumi stabil dan setelah ekosistem terbentuk, ia dibuang ke Dunia Imaginary Numbers ( 世界, Kyosuu Sekai) (Reverse Side of the World ( 世界, Uragawa no Sekai), sebuah ruang imajiner yang tidak memiliki kehidupan dan bahkan tak bisa disebut Dunia Paralel) karena sudah dianggap tidak diperlukan. Melihat bahwa ekosistem sudah terbentuk, tidak ada lagi yg bisa Tiamat lakukan, bahkan dia dianggap hanyalah sebagai halangan oleh keturunannya. Tiamat telah menunggu di mirror world untuk mendapat kesempatan kembali ke dunia nyata.
  Setelah mendapatkan Holy Grail yang disimpan Goetia di dalam jantung Kingu, Sea of ​​Life (生命 , Seimei no Umi) awalnya memanifestasikan korpus berukuran manusia yang dikenal sebagai Femme Fatale (ファム・ファタール, Famu Fata-ru), tingginya sekitar 160cm, memiliki lengan dan kaki. Gilgamesh menyebut makhluk ini sebagai Cerebral Corpus (頭脳体, Zunō-tai, lit. "Brain Body", istilah yg digunakan untuk mendefinisikan sebuah wadah kecil yg menampung pemikiran dari eksistensi yg lebih besar). Ini diduga merepresentasikan apa pun yang tersisa dari memori/kesadaran Tiamat. Setelah memorinya bangkit sebagian, Cerebral Corpus berubah jadi berwarna merah dan hitam mirip seperti Dark Sakura.
  Setelah penghancuran Cerebral Corpus, Sea of ​​Life memanifestasikan Tiamat dalam bentuk Titan (巨人, Kyojin), kemudian ditampilkan mampu terbang dengan menggunakan Wing-Horns miliknya ( , Kakuyoku). Namun, karena merasa menghadapi ancaman yang berat, ia memberlakukan Self-Modification (自己改造, Jikou Kaizou) dan Saint Graph Dilation Operations Infaltion (霊基膨張工程インフレーション ,  Reiki Bouchou KouteiInfure-shon)  untuk berubah menjadi Draconic Corpus mirip Sphnyx ( , Ryuutai), yg kita anggap sebagai wujud sebenarnya. Setelah Draconic Corpus diberi Death Concept ( 概念, Shi no Gainen) oleh Old Man of the Mountain, Da Vinci menegaskan bahwa inti Saint Graph milik Tiamat ( , Reiki-Kaku) terletak di dalam otaknya.
  Sekedar klarifikasi, wujud yg dipakai Tiamat, selain Draconic Corpus, itu mengekspresikan keberadaannya sebagai Divinity. Meskipun kemampuan tempur dan pertahanan Tiamat memang yang terkuat setelah mengambil wujud Draconic Corpusnya, Jaguar Man berkata bahwa kenyataannya, Tiamat yg ada di hadapan kita sedang dalam kondisinya yang paling lemah dan paling rentan serangan karena dia masih ada rasa sayang sama kita, memutuskan untuk menyegel kekuatan Draconic Corpus-nya (bayangin, kita yg bahkan mati-matian lawan dia, bahkan King Hassan sampe turun tangan, dan ternyata Tiamat yg cuma dalam kondisi terlemahnya masih terlalu kuat bagi kita)
  Karena otoritas Tiamat atas Sea of ​​Life dan kemampuannya untuk melakukan Self-Modification, ia mampu dengan bebas mengubah bentuk fisiknya sesuai kebutuhan, dan karena itu dia mungkin masih memiliki beberapa wujud lainnya.
  The Black Mud of the Sea of Life juga termasuk bila kita mengukur ketinggian Tiamat. Tingginya dikatakan setara luas wilayah Samudera Hindia. Namun, mengingat bahwa lumpurnya terdiri dari Imaginary Numbers, berat badannya tidak dapat diukur dan pada dasarnya sama dengan 0. Di sisi lain, volumenya tumbuh menjadi tidak terbatas. Singkatnya, itu adalah daerah 4-dimensi.
https://www.pixiv.net/member_illust.php?mode=
medium&illust_id=65519596
  Sesuatu seperti kepribadian tidak dapat dikonfirmasi darinya. Apakah Tiamat telah kehilangan harapannya, atau apakah dia tidak memiliki alasan untuk menyerang sejak awal. Meskipun ia melahirkan, membesarkan, dan mencintai anak-anaknya, yang dipandang sebagai satu-satunya makna dalam hidupnya, ia telah bertekad untuk melawan seluruh manusia karena merasa sudah dikhianati
Karena Tiamat tidak dapat berbicara, kata-katanya tidak bisa dimengerti.
  Tiamat berhasil kembali ke dunia ini karena runtuhnya Human Order Foundation dan karena kekuatan/distorsi dari Holy Grail, tapi dia tiba-tiba merasa berada di tengah tidur yang nyenyak. Mengesampingkan fakta bahwa magecraft Merlin yg membuatnya tetap tertidur, begitu Beast II diserang oleh Chaldea, dia terbangun dari tidurnya dan memutuskan untuk membersihkan manusia sesuai dengan naluri primalnya.
  Saat Tiamat berada dalam wujud Titan terbang, GilCas mencoba mengulur waktu dengan menyerangnya menggunakan semua tongkat sihir yg dia miliki, namun tak berefek apa-apa pada Tiamat. Kingu ikut membantu dengan menggunakan rantai Enkidu, tentu itu mengikat Tiamat sangat kuat karena dia punya divinity, sayangnya Tiamat terlalu kuat, hanya butuh beberapa detik untuk mematahkan semua rantai itu hanya dengan berjalan kaki.
  Tiamat menyerang balik dan langsung melubangi dada GilCas. Menjelang kematiannya, GilCas membaca mantra untuk menjadikan mayatnya wadah untuk memanggil Heroic Spirit Gilgamesh. Sebelumnya GilCas sudah memerintah Ishtar untuk membuka jalan berukuran Tiamat menuju Underworld menggunakan NP-nya. Quetz membanting Tiamat dari udara ke Underworld, namun Tiamat masih bisa terbang dan mencoba melarikan diri.
Tiba-tiba King Hassan datang dan menebas salah satu sayapnya dan Tiamat kembali terjatuh ke dalam Underworld. King Hassan bahkan berkata : “andai saja pedangku tidak berkarat”.
  Sesampainya di Underworld, Ereshkigal yg semula tersenyum tiba-tiba dibuat kaget ketika melihat Tiamat masih mampu mengeluarkan Chaos Tide di Underworld, tentu ini berbahaya bagi yg tidak bisa terbang. Saat itulah Merlin membantu kita dengan menetralkan Chaos Tide menggunakan bunga-bunganya. Kita, yg berasumsi bahwa Tiamat bisa dilukai ketika dibawa ke Underworld, mencoba menyerangnya. Namun Tiamat masih terlalu kuat. Karena itulah King Hassan akhirnya ikut turun ke Underworld dan memberi death concept ke Tiamat. Setelah death concept diberikan, hanya bagian kepala Tiamat yg melemah, namun Da Vinci menyadari kalau Saint Graph Core milik Tiamat terletak di otaknya, karena itu kita fokus menyerang kepalanya habis-habisan dan Gil menggunakan Ea lagi.
  Meskipun ada kebencian/kesedihan karena diabaikan setelah melaksanakan tugasnya (melahirkan), ada sedikit kegembiraan karena bisa mengulang kembali ekosistem bumi, demi sekali lagi disebut sebagai ibu dari segalanya.
  Bila Goetia mewakili “Pity” sebagai salah satu dari 7 keburukan manusia, maka Tiamat mewakili "Regression".
https://twitter.com/enuma00kq/status/868745643430256641
  Juga, julukannya sebagai Femme Fatale itu diberikan oleh Beast I (Goetia). Goetia berhasil melihat sifat sebenarnya dari inti Beast II, jadi dia memberinya gelar yang berarti Woman of Destiny, bukan Mother of the Gods (Magna Mater). Di bawah kebenciannya terhadap kemanusiaan, dia juga bahagia menjadi ibu, dan cinta terhadap kemanusiaan di saat bersamaan, karena mereka (manusia) adalah anak-anak dari keturunan generasi pertamanya. Untuk alasan ini, Beast II menyegel dirinya sendiri meski ingin menghancurkan manusia. Kasih ibu adalah sesuatu yang diperlukan untuk pertumbuhan, tetapi itu adalah sesuatu yang tidak perlu bagi orang yg sudah dewasa. Agar umat manusia maju ke tahap berikutnya, mereka harus mengatasi Tiamat.

ATK: 2,101/13,596
HP: 2,745/18,720
Grail ATK: 14,883
Grail HP: 20,509
Voice Actor: Yuuki Aoi
Illustrator: Yamanaka Kotetsu
Attribute: Beast
Growth Curve: Linear
Star Absorption: 104
Star Generation: 9.9%
NP Charge ATK: 0%
NP Charge DEF: 0%
Death Rate: 11%
Alignments: ChaoticEvil
Gender: Female
Height/Weight: 160 cm ~ 74000000 km²??kg
Source: Ancient Mesopotamian Mythology
Region: Mesopotamia
Traits: Female, Divine, Large
Strength: A+
Stats5
Endurance: EX
Stats6
Agility: C
Stats3
Mana: A++
Stats5
Luck: EX
Stats6
NP: -
Stats0

NOBLE PHANTASM
Sebenernya ga punya NP, tapi sebagai enemy di FGO, ultimate attack dia bisa kita anggap sebagai NP
Name: Nammu Duranki - Child, Abide the Laws of Creation
Rank: -
Classification: -
Type: Arts
Hit-Count: 1
Effect: Powerful attack to all enemies + Inflicts Buff Block status to all enemies for 1 time.
  Berhubung ini sebenernya bukan NP, maka ga ada penjelasannya, tapi kalo diliat dalam animasi di game, Tiamat dalam wujud Dragonic Corpus membuka mulutnya yg sangat lebar (bahkan sampai lehernya) lalu menggigit kita.

ACTIVE SKILL
1.      Sea of Life
Rank: EX
The Sea of Life (生命の海, Seimei no Umi) adalah personal skill yang mengekspresikan Divine Authority Tiamat sebagai "lautan dari mana semua kehidupan dilahirkan." Siklus True Ether dari awal penciptaan bumi (地球 創世記, Chikyuu Souseiki), memberi Tiamat unlimited Mana selama berada di dalamnya. Gerakan dimana Sea of Life memperluas domainnya disebut sebagai Chaos Tide (ケイオスタイド, Keiosu Taido).
Substansi dari Sea of Life adalah Black Mud ( , Kuroi Doro) yang bertindak sebagai pencemar (corruptor) Saint Graphs, secara mendasar mengubah semua makhluk yang masuk ke laut/terkena Chaos Tide menjadi "Anak Tiamat" dan akan memiliki salah satu skill di bawah ini :
- Self-Modification (自己改造, Jiko Kaizou)
- Environmental Modification (生態変化, Seitai Henka, lit. "modification of environment/ecology")
- Environmental Fusion (生態融合, Seitai Yuugou, lit. "fusion unto environment/ecology")
- Unit Mitosis (個体増殖, Kotai Zoushoku, lit. "Reproduction of Individual Entities").
Setelah keluar dari lumpur, “Anak-anak Tiamat” diberikan Geis (semacam kontrak sihir yg dipaksakan dan ga bisa ditolak) berukuran sel, sebuah Nitrogenous Base Contract: Amino-Geis (塩基契約アミノギアス, Enki-Keiyaku), secara otomatis menjadikan mereka semua sebagai musuh manusia. Semua orang di seluruh dunia sudah berubah jadi “anak Tiamat”, hanya tinggal 500 orang dari Uruk + Gilgamesh + Kingu + Ishtar + Ereshkigal + kita dari Chaldea. Servant pun tak akan bisa lolos dari skill ini.
Di singularity Babylon, Kingu merujuk Sea of Life sebagai the Primordial Organism (原初の生命, Gensho no Seimei, lit. "the first life") dan the Sea of Chaos (混沌の海, Konton no Umi). Dia menyatakan bahwa Black Mud adalah substansi yang sama dengan Mud of the Grail (Mud , Seihai no Doro).
Di story Babylon, setidaknya ada 2 karakter penting yg terkena efek skill ini. Pertama Ushi, lalu Siduri. Namun ada kasus unik karena Siduri, meski sudah terikat Geis dan berubah jadi Lahmu, dia masih memiliki kesadaran dan bahkan menyelamatkan Kingu dari Lahmu yg lain.
2.      Self-Sealing
Rank: C+++
Mungkin adalah kemampuannya yg masih menyegel kekuatannya sendiri meski ingin memusnahkan manusia.
3.      Nega-Genesis
Rank: A
Nega-Genesis (ネガ・ジェネシス, Nega Jeneshisu), skill dengan tipe yg sama dengan Nega-Messiah milik Beast VI, adalah Skill yang memungkinkannya untuk menciptakan sebuah Conceptual Bounded Field (概念結界, Gainen Kekkai) yang mampu membalikkan dan menolak konsep evolusi (進化, Shinka), juga semua prediksi tentang asal-usul Bumi ( 地球 創世, Chikyuu Sousei) yg diekpresikan dalam perkembangan kontinuitas sejarah manusia (人類 , Jinrui-shi). Memberikan Tiamat resistensi terhadap Noble Phantasm dari semua Servant yang merupakan output dari kontinuitas sejarah manusia. Nullify bagi yg memiliki attribute Human & Star.
4.      Monstrous Strength
Rank: A++
Karena dia adalah Beast II, Skill ini dia miliki pada level tertinggi. Pada wujud Draconis Corpus, dengan Self-Modification menggunakan Black Mud of the Sea of Life, Tiamat mencapai kekuatan seorang Titan.

PASSIVE SKILL
1.      Authority of the Beast
Rank: A
Classification: Anti-Humanity
Authority of the Beast ( , Jū no Ken'nō) adalah Skill Anti-Humanity ( 人類, Tai-Jinrui) yang merupakan skill eksklusif untuk Beast-class. Tiamat mendapatkan damage boost terhadap Heroic Spirit, Divine Spirit, dan semua hal yang lahir dari rahimnya. Semua Demonic Beast yg dia lahirkan juga mewarisi skill ini.
2.      Independent Manifestation
Rank: B
Skill yg memberi kemampuan untuk bermanifestasi secara independen dalam realitas sementara. Skill ini dasarnya hanya dimiliki Beast dan Heroic Spirit yg berpotensi jadi Grand Servants. Dalam 7 hari manifestasi Tiamat, Samudra Hindia tertutup oleh cairan hitam dan Tiamat tak henti-hentinya mengeluarkan Demonic Beast. Namun, karena tubuh Tiamat adalah laut itu sendiri, dia tidak bisa ke daratan. Karena itu peran memusnahkan umat manusia diberikan kepada anak-anaknya.
Pada Rank B, Skill ini adalah pernyataan kehadirannya di seluruh aliran ruang-waktu, dan dengan demikian memberikan dia kekebalan terhadap ancaman eksistensial seperti time paradox, time manipulation, maupun instakill.
Dalam singularity Babylon, Tiamat mencoba mengatasi batasannya yg tidak bisa ke daratan dengan menggunakan Self-Modification, mengubah tanduknya menjadi sesuatu mirip sayap dan terbang. Setelah pemusnahan Sea of Life di daerah terdekatnya oleh Divine Authority milik Quetzalcoatl, Tiamat mampu secara spontan meregenerasi domainnya dengan mengeluarkan Chaos Tide dari pangkal kakinya untuk memperbaiki kerusakan itu.
3.      Self-Modification
Rank: EX
Tiamat mampu memodifikasi Saint Graph-nya dengan menggunakan Black Mud of the Sea of Life. Tumbuh dari skala Saint Graph standarnya (Femme Fatale) dan Tiamat bisa berubah menjadi wujud Draconic Corpus yg tingginya melebihi 60m. Dalam wujud ini, Tiamat mendapatkan kekebalan terhadap serangan dibawah Rank A++.
4.      Paradox Restoration (masih diragukan, butuh info tambahan)
Rank: ?
Romani dan Gilgamesh berhipotesis bahwa keberadaan Tiamat sebagai Mother of Genesis (原初 , Genshou no Haha) dianggap sebagai Hukum Alam (自然 法則, Shizen no Housoku). Fakta bahwa dia adalah "orang pertama yang dilahirkan ke dunia, dan kelak yang akan terakhir mati." berarti, selama masih ada kehidupan lain di dalam Dunia yang sama dengan Tiamat, ia tidak dapat mati.
Romani Archaman menyebut kemampuan ini sebagai "Paradox Restoration" ( , Gyakusetsu-teka Fukugen) dan demi menetralisir fenomena tersebut, Gilgamesh berencana untuk menjerat Tiamat ke Underworld, sebuah domain milik Ereshkigal, dimana tak ada satupun yg bisa disebut ‘kehidupan’ disana. Dulunya domain itu dibuat untuk menahan dan mengurung dewa-dewa yg jahat, Sanctions of the Underworld (冥界の刑罰, Meikai no Keibatsu), memberi efek Anti-Divinity yang kuat secara default. Oleh karena itu, secara hipotetis itu dapat melemahkan Tiamat.
Meski begitu, tetep ga ada penjelasan apakah Paradox Restoration itu termasuk skill atau bukan.

Kesimpulan:
Ok, berhubung ini bukan review gameplay, jadi yg akan disimpulkan adalah kisah dia di FGO. Kebenciannya bermula dari pengkhianatan anak-anaknya, yg dia inginkan hanya kasih sayang, karena itu dia mencoba mengulang semua dari awal, meski dia ingin menghancurkan semuanya, tapi juga masih mencintai manusia sebagai anaknya, karena itu ia merupakan representasi dari 7 keburukan manusia, dia mewakili “Regression”.
















6 comments:

Rongomhyad said...

Bookmark boleh kali ya gan hehe

Rongomhyad said...
This comment has been removed by the author.
q[`¤'_'¤`]p said...

Makasih bgt gan

Nafi said...

Thanks gan jelas banget

NoorizaFariha said...

mantab, jelas banget penjelasannya. makasih gan, jadi gak bingung lagi

Aprilius Rehnz said...

Dianimenya pas scene terakhir hampir nangis w. kaget pas tiamat biacara gitu~ :(

Singularity Point F - Fuyuki

Singularity Point F – Fuyuki: The Contaminated City in Flames Translated from: http://www.fgostory.blogspot.com/p/main-story.html Sou...

Popular Posts