REVIEW SHUTEN-DOUJI
Note: Ini
adalah pembahasan tentang Shuten dan dirinya di nasuverse, juga kalkulasi
gameplay dia di FGO, mohon kesadarannya (bagi non-player & bagi pengunjung
biasa)kalo ini akan sedikit berbeda dari kisahnya saat memasuki bagian
nasuverse. Tambahan, kalo mau langsung baca bagian nasuverse, ketik CTRL + F,
habis itu ketik "pembahasan nasuverse”
 |
| https://en.wikipedia.org/wiki/File:SekienShuten-doji.jpg |
Yosh ketemu lagi
kita di blog sehai-kun. Yang akan kali ini saya bahas adalah Shuten-douji. Yup,
namanya cukup terkenal di kalangan penggila & penggali kisah yokai, oni,
dan sejenisnya, walau saya yakin banyak dari kalian yg belum tau sebelum main
FGO. Si pemabuk yg satu ini punya hubungan yg cukup kuat denga Raikou dan
Kintoki. Yuk simak kisahnya.
Shuten-dōji (呑
童子, juga kadang-kadang disebut 顛童子,
天童子, atau 朱点童子) adalah seorang oni
atau pemimpin iblis Jepang, yang menurut legenda dibunuh oleh pahlawan Minamoto
Raikō. Meskipun kepalanya dipenggal, kepala Shuten masih mampu menggigit sang pahlawan,
namun berhasil ditahan dengan mengenakan beberapa helm yang ditumpuk di
kepalanya.
Shuten-dōji
memiliki markas di Gunung Ōe (大 江山)
barat laut kota Kyoto, atau Gunung Ibuki, tergantung versinya. Juga ada berteori
bahwa gunung aslinya adalah Gunung Ōe (大 枝
山) di ujung selatan kota Kyoto (ada 2 gunung Oe di
Jepang)
Menurut teks
legenda tertua yang masih ada, tercatat di abad ke-14 Ōeyama Ekotoba (大 江山 絵 詞 "Tale
of Mount Ōe in Pictures and Words"), sebuah gulungan gambar yang dipegang
oleh Museum Seni Itsuō. Ia kemudian dimasukkan ke dalam kumpulan tulisan Otogi-zōshi ("Companion tales"),
dan menjadi banyak dibaca dalam versi cetak kayu dari mereka yang disebut Otogi Bunko (Companion Library),
terutama edisi Shibukawa Seiemon (sekitar 1720). Ada juga satu set teks yang menempatkan
benteng Shuten-dōji di Gunung Ibuki. Kumpulan teks dari Gunung Ibuki mengungkap
penjahat honji (identitas avatar) sebagai "Demon King of the Sixth Heaven"
(Dairokuten maō (ja)), sedangkan kumpulan teks dari Gunung Oe umumnya mengatakan
tidak, dengan pengecualian Ōeyama Ekotoba,
yang tentu merupakan sumber tertua tertua.
Ada dua gunung
berbeda yg bernama Gunung Ōe di Provinsi Tanba. Lokalisasinya jelas dalam teks Otogi Zōshi pada periode kemudian, bahwa
di Ōeyama (ja) (大 江山), barat laut dari ibukota Kyoto, karena secara
khusus menyebutkan Senjōdake yang merupakan bagian dari rantai pegunungan ini. Namun,
ahli baru-baru ini berpendapat bahwa gunung aslinya adalah Gunung Ōe (大
枝 山) yg berada lebih ke selatan (di tepi selatan kota
Kyoto dan memanjang ke Kameoka, Kyoto). Gunung Oe yg ini juga memiliki bagian lereng
menanjak yg bernama Oi-no-Saka (老 ノ
坂, " Slope
of Aging ").
Sebenarnya ada
beberapa versi terbaru yang berpendapat sarangnya di Gunung Oe yg di selatan, menggambarkan
Senjōdake sebagai markas utama dan Oi-no-Saka sebagai markas sekunder menurut
sarjana religius dan folklorist Takeda Chōshū (ja).
Teks tertua (Ōeyama Ekotoba atau Ōeyama Emaki) versi legenda dapat diringkas sebagai berikut :
Selama
pemerintahan Kaisar Ichijō (r. 986-1011), banyak orang hilang dilaporkan di ibu
kota Kyoto, sebagian besar korbannya adalah wanita muda. Abe no Seimei, seorang
onmyodo yang terkenal dari istana kekaisaran, mengatakan bahwa raja oni-ogre
dari Gunung Oe (kemudian diidentifikasi sebagai Shuten-dōji) adalah dalang
dibalik penculikan. Kaisar kemudian memerintahkan Minamoto no Raikō (Minamoto
no Yorimitsu) dan Fujiwara no Hōshō (Fujiwara no Yasumasa (ja)) untuk
memusnahkan iblis itu. Raikō bersama dengan empat letnannya yang disebut shitennō, sementara Hōshō hanya memiliki
sekretaris junior (shōgen) dari Dazaifu untuk membantu. Mereka berangkat
meninggalkan Kyoto pada tahun 995.
Kelompok itu
bertemu sebuah grup empat orang yang berubah menjadi empat dewa. Atas
rekomendasi mereka, Raikō dan pengiringnya menyamar sebagai biarawan yamabushi.
Ketika mereka melakukan perjalanan melalui terowongan gua, mereka datang ke
sungai dan menemukan seorang wanita tua yang diculik, sedang mencuci pakaian. Wanita
tua itu menjelaskan bahwa gadis-gadis muda yang diculik dipaksa untuk bertindak
sebagai pelayan, tetapi para ogre dengan kejam membantai para gadis, memakan
daging mereka dan meminum darah mereka.
Para prajurit
yang berpura-pura menjadi biarawan meyakinkan raja ogre untuk memberi mereka
penginapan. Sang raja ogre menjamu tamunya dengan sake dan makhluk bawahannya
untuk menceritakan kisah tentang dirinya, bagaimana dia bisa disebut
Shuten-dōji, " sake-drinking
lad" karena kecintanya dalam minum sake, dan tentang bagaimana para ogre
mengungsi dari Pegunungan Hira milik leluhur mereka ketika kuil Enryaku-ji
dibangun di dekat situ, dan telah berada di Gunung Oe sejak tahun 849.
Raikō kemudian
menawarkan Shuten-dōji sake yang diberikan oleh salah satu dari 4 dewa tadi,
yang membuat dia lumpuh. Para prajurit menggunakan armor dan senjata yang
mereka sembunyikan di peti biarawan di punggung mereka yang disebut oi (笈).
Kemudian mereka menyerbu tempat tidur Shuten-dōji, dan sementara empat dewa tadi
menahan anggota tubuh Shuten, Raikō memenggal kepala Shuten-dōji dengan tebasan
pedang. Kepala yang terputus itu ternyata masih hidup, dan mengarahkan
gigitannya ke kepala Raikō, tetapi Raikou berhsil bertahan dengan menumpuk dua
helm milik letnannya selain dengan helmnya sendiri. Kelompok ini membawa
kemenangan ke Kyoto dengan kepala Shuten, yang kemudian diletakkan di Uji no
hōzō (ja) (Rumah Harta Karun Uji) di kuil Byōdō-in.
Menurut versi Ōeyama Ekotoba, Shuten-dōji dalam
tidurnya berbaring dalam wujud aslinya, dengan perawakan raksasa. Tingginya 50
kaki, memiliki tubuh merah dan kepala bertanduk lima, dengan 15 mata, satu kaki
berwarna putih dan satunya hitam, sementara lengannya kuning dan biru.
Ada versi
legenda lain yang ditemukan di Otogi
Bunko milik Shibukawa, yg telah dicetak dalam terjemahan bahasa Inggris
oleh Haruo Shirane dan Noriko T. Reider. Versi ini tidak jelas tentang kerangka
waktunya, tetapi basisnya sama, di ibu kota Kyoto banyak orang diculik. Seorang
konselor menengah mencari keberadaan putrinya dan memanggil seorang peramal
bernama Muraoka no Masatoki (bukan Seimei, seperti dalam teks yang lebih tua). Masatoki
menyebut iblis di Gunung Oe dari Provinsi Tanba sebagai dalangnya.
Mikado memerintahkan
pembentukan skuad, yang terdiri dari enam prajurit biasa, Minamoto no Raikō +
"empat raja penjaga" nya (shitennō), dan Watanabe no Tsuna + Hōshō.
Karena iblis
dapat berubah bentuk dan merupakan musuh yang tangguh, kelompok tersebut
memutuskan untuk memberi penghormatan kepada tiga kuil : Kuil Yawata
(Iwashimizu Hachimangū), Kuil Sumiyoshi, dan Kuil Kumano.
Kemudian,
kelompok itu bertemu dengan para dewa dari tiga kuil yang menyamar sebagai
orang tua. Para dewa memberikan Raikō “sake” yg sejatinya merupakan divine
elixir, beracun bagi iblis (神 便 鬼 毒酒, jinben kidoku shu) yang akan menghilangkan
kemampuan untuk terbang sekaligus melemahkan mereka.
Meskipun Raikō
sudah membawa helm vermilionnya sendiri di peti punggungnya, ia menerima helm
lain dari dewa-dewa itu (dari jenis hoshi kabuto (ja)/hobnailed helmet) yang
diperintahkan untuk dipakai saat dia memenggal kepala musuh.
Tepat sebelum
mencapai sarangnya, kelompok Raikō menemui sandera yang bekerja sebagai tukang
cuci, yang menjadi informan mereka. Di sini, ia bukan seorang wanita tua
seperti dalam teks lama, tetapi anak orang istana berumur 17/18 tahun Dia
mengungkapkan bahwa sarang yang disebut Istana Besi/Iron Palace (Kurogane no
gosho, 鐵 の 御所) terletak di dalam Gua Iblis (Oni no iwaya 鬼
の 岩 屋), dan memperingatkan kelompok itu tentang empat
raksasa yang merupakan letnan Shutendōji.
Seperti dalam
teks tertua, pihak Raikō yang berpura-pura menjadi pertapa yamabushi memperoleh
hak untuk tinggal di kediaman Shuten-dōji. Raikō melucuti kecurigaannya dengan
menjelaskan bahwa mereka sebagai yamabushi mengikuti cara En no Gyōja yang dia katakan adalah welas asih dan saling menolong
terhadap iblis. Para prajurit terpaksa meminum sake darah dan memakan daging
manusia untuk mendapatkan kepercayaan yang lebih tinggi. Pada puncak pesta,
Raikō menawarkan Shuten-dōji “divine sake” pemberian dewa yg beracun bagi
iblis. Shuten-dōji mulai menceritakan kisah hidupnya (ia berasal dari Provinsi
Echigo menurut teks ini), dan juga menceritakan bagaimana pengikutnya,
Ibaraki-dōji, kehilangan lengan dalam pertemuan dengan Tsuna, salah satu dari
pasukan Raikō.
Seperti dalam
teks yang lebih tua, para prajurit melengkapi armor dan pedang tersembunyi
mereka dan menyerang Shuten-dōji di kamar tidurnya. Ketiga dewa tadi telah
datang untuk membantu dan mengikat kaki sang ogre ke pilar. Ketika Raikō memposisikan
dirinya dengan pedang Chisui ("Bloodsucker") di tangannya, Shuten
menyalahkan para prajurit karena taktik liciknya sambil berseru :
"How sad,
you-priests! You said you do not lie. There is nothing false in the words of
demons".-Shuten
Para prajurit
menyerang dengan pedang mereka dan memenggal kepala Shuten-dōji, tetapi seperti
dalam teks yang lebih tua, kepalanya yang terlepas masih mencoba untuk
menggigit Raikō, dan dia dilindungi oleh dua helm yang ditumpuk di kepalanya,
helm Lion King-nya di atas hobnailed helm (hoshi kabuto (ja)) yang diberikan
kepadanya oleh para dewa. Selanjutnya, Ibaraki-doji dan Watanabe no Tsuna
terlibat lagi dalam pertarungan yang berkepanjangan dan saat mereka bertarung,
Raikō memenggal kepala Ibaraki-dōji. Para tahanan perempuan dibebaskan dan para
prajurit kembali dengan kemenangan.
Dalam versi ini,
Ibaraki-dōji memainkan peran sebagai salah satu pengikut Shuten-dōji. Ada juga
empat bawahan lainnya yang dijuluki sebagai "Four Divine Kings" milik
Shuten-dōji, yaitu :
-
Hoshikuma-dōji (Star-Bear
Demon)
-
Kuma-dōji (Bear
Demon)
-
Torakuma-dōji (Tiger-Bear
Demon)
-
Kane-dōji. (Iron
Demon)
Shuten-dōji
sendiri pernah menceritakan scene terkenal di mana Ibaraki-doji pergi ke ibu
kota dan lengannya terpotong oleh Watanabe no Tsuna (salah satu bawahan Raikō).
Kemudian, Raikō memenggal kepala Ibaraki-dōji yang bertarung kedua kalinya
dengan Tsuna.
Telah dikatakan
bahwa Shuten-dōji adalah oni terkuat di Jepang. Ahli dongeng akademis Kazuhiko
Komatsu(ja) telah menghitung dengan survey bahwa di antara tiga yōkai, termasuk
Tamamo-no-Mae dan iblis Ōtakemaru(ja), Shuten-dōji adalah yang paling ditakuti
di Kyoto abad pertengahan,
Shuten-dōji,
menurut suatu legenda, lahir di Ganbara, Echigo. Namun, ada juga pendapat bahwa
dia dari kaki Gunung Ibuki, di mana dalam sastra seperti Nihon Shoki, dalam legenda kekalahan ular raksasa Yamata no Orochi
oleh Susanoo dalam pertempuran, ia melarikan diri dari Izumo ke Ōmi, memiliki
anak dengan anak orang kaya, dan anak itu adalah Shuten-doji. Baik ayah dan
anak memiliki haus yang tiada tara akan sake.
Ada beberapa
cerita versi masyarakat local Jepang, diantaranya :
-
Versi Niigata
Menurut versi Otogi Bunko seperti yang dijelaskan
sebelumnya, Shuten-dōji awalnya berasal dari Echigo (sekarang Prefektur
Niigata) dan telah hidup sejak periode Heian (abad ke-8) ketika Dengyō Daishi
dan Kōbō-Daishi aktif. Legenda setempat menjelaskan bahwa ia adalah pelayan
dari Kokojou-ji (国 上 寺) (di Tsubame, Niigata)
Ketika dia
berusia 12 tahun, dia adalah seorang bocah(laki) cantik/manis, dan menolak
semua wanita yang mencintainya, dan semua wanita yang mendekatinya meninggal
karena begitu cinta. Ketika dia membakar surat-surat cinta yang dia terima dari
semua wanita, ada seorang wanita yg merasa tidak dapat memperoleh cintanya,
ketika surat cintanya terbakar, asap yang keluar menyelimuti Shuten, mengubahnya
menjadi oni. Karena itu, dikatakan bahwa dia yang menjadi oni, setelah pindah
dari gunung ke gunung yang berpusat di Honshu, akhirnya menetap di Gunung Ōe.
Ada salah satu
cerita lagi bahwa ia adalah putra seorang pandai besi di Echigo, dia berada di
dalam rahim ibunya selama 16 bulan, dan dia memiliki gigi dan rambut ketika ia
lahir, segera bisa berjalan, dapat berbicara seperti anak usia 5-6 tahun,
memiliki kebijaksanaan, kekuatan fisik dari seorang anak berusia 16 tahun,
memiliki temperamen yang kasar, dan karena kecerdasan yang luar biasa ini, dia dijauhi
sebagai "anak oni". Menurut Zentaiheiki,
setelah itu, ketika dia berusia 6 tahun, dia ditinggalkan/diabaikan oleh
ibunya, mengembara dari satu tempat ke tempat lain, dan kemudian mengambil
jalan untuk menjadi seorang oni sungguhan. Ada juga legenda bahwa sejak ia dihina sebagai
anak oni, ia dimasukkan ke dalam penjara sebuah kuil, tetapi kepala kuil itu
adalah pengguna praktik yang tidak lizam, dan anak itu menjadi oni praktik itu.
-
Versi Gunung
Ibuki
Menurut beberapa
versi legenda lokal Gunung Ibuki di Provinsi Ōmi (sekarang Prefektur Shiga), dia,
yang lahir dari ular besar Yamata no Orochi (dalam avatarnya sebagai myōjin
dari Gunung Ibuki) dengan seorang gadis manusia, adalah pelayan di Gunung Hiei
sejak usia dini. Dia menjalani pelatihan, tetapi dia minum sake (dilarang oleh
Buddhisme), dan karena sejatinya adalah seorang pemabuk besar, dia dibenci oleh
semua orang. Suatu hari, setelah festival keagamaan di mana dia mengenakan
kostum oni, dia mau melepas kostum itu, tapi dia tidak bisa karena itu menempel
erat di wajahnya, dan dengan enggan pergi ke beberapa ceruk gunung di mana ia
memulai hidupnya sebagai oni. Dia kemudian bertemu Ibaraki-doji, dan
bersama-sama mengincar Kyoto.
-
Versi Prefektur
Nara
Dia adalah
pelayan Byakugō-ji di Provinsi Yamato (sekarang Prefektur Nara), suatu hari dia
menemukan mayat manusia di gunung terdekat, dan karena rasa ingin tahu, dia membawa
daging itu kembali ke kuil, dan membuat guru biarawannya memakan daging itu
tanpa mengatakan kalau itu daging manusia. Setelah itu, dia sering membawa
pulang daging, tidak hanya dari daging mayat, tetapi juga dengan membunuh
manusia yg hidup dan kembali dengan daging mereka. Biarawan itu, yang berpikir
bahwa dia mencurigakan, mengikutinya dan sadar kebenarannya, dia mengecam
Shuten dengan keras, dan meninggalkannya di gunung. Kemudian dia menjadi
Shuten-dōji, dan telah dikatakan bahwa tempat di mana dia ditinggalkan disebut chigo-saka
(page-hill).
Menurut teori lain,
ia adalah anak dari kepala biarawan Byakugō-ji, tetapi ketika ia dewasa, ia
menumbuhkan taring dan tanduk, dan kemudian menjadi anak yang kasar seperti
binatang buas. Biarawan itu dipermalukan oleh anak ini, jadi anak itu
ditinggalkan, tetapi anak itu kemudian datang ke Gunung Ōoe dan menjadi
Shuten-dōji.
-
Versi Prefektur
Kyoto
Legenda Gunung Ōe
Dari periode
Heian hingga periode Kamakura, ia adalah oni yang mengamuk di ibu kota, dan ia
bermarkas di gunung di Provinsi Tanba, atau Oe di Nishikyō-ku, Kyoto, juga
dikenal sebagai Oi-no-Saka (老ノ坂) (dalam distrik Rakusai Kyoto) serta Shinochōōji,
Kameoka. Untuk legenda Gunung Oe Di Provinsi Tanba, ada teori bahwa itu kekeliruan
dari bandit yang melecehkan wisatawan yang lewat.
Oi-no-saka
Menurut legenda
setempat, Yorimitsu dan yang lainnya kembali dengan kepala Shuten ke ibu kota,
tetapi di Oi-no-Saka (老ノ坂, "Slope of Aging") Gunung Oe, di tepi
selatan kota Kyoto, mereka diperingatkan oleh Jizō, "jangan bawa sesuatu
yang najis ke ibu kota", dan karena kepala Shuten tidak bisa bergerak
lagi, mereka semua mengubur kepalanya disana. Teori lain mengatakan bahwa
ketika Dōji sedang sekarat, dia menyesali kejahatannya sampai saat itu, ingin
membantu berbagai orang yang memiliki penyakit di kepala mereka, karena itu dia
didewakan sebagai dewa kebijaksanaan agung (daimyōjin).
Lainnya
Juga dikatakan
bahwa dia dimakamkan Gunung Oe di Fukuchiyama, Kyoto, yang merupakan asal mula
Onidake-inari-san (鬼 岳 稲 荷 山 神社). Kuil Nariaiji di Prefektur Kyoto mempertahankan
botol sake dan cangkir sake yang diduga digunakan untuk menuangkan
Shinbenkidokushu (sake yang "meracuni" Shuten-dōji).
Shuten-dōji
mengamuk bersama di Kyoto bersama dengan Ibaraki-doji, tetapi sebenarnya ada
beberapa teori tentang hubungan mereka. [Rujukan?] Salah satu teori tersebut
adalah bahwa Ibaraki-dōji bukanlah seorang laki-laki, tetapi seorang perempuan,
dan bahwa Ibaraki -dōji adalah kekasih putranya, atau Shuten-dōji sendiri. Oleh
karena itu, telah dikatakan bahwa Shuten-dōji dan Ibaraki-doi mengetahui
keberadaan masing-masing, dan bertujuan untuk ibu kota bersama.
========================================================================
Ok, sekarang
masuk ke pembahasan Nasuverse
Namanya adalah
Shuten-douji (呑童子, Shuten-doji), salah satu dari Japanese Three
Great Monster/Yokai. Bos yang mengatur Oni di dalam kastil di Gunung Ooe selama
periode Heian. Ada berbagai teori tentang asal-usul Shuten-douji. Ada sebuah
teori di mana dia dianggap sebagai anak dari seorang manusia dan Dewa Agung
Ibuki dari Gunung Ibuki (a.k.a Yamata no Orochi) dan ada teori lain di mana dia
dianggap sebagai anak yang dikirim surga dari Gunung Togakushi (Kuzuryuu).
Bagaimanapun, dia tetap adalah keturunan dari Dewa Naga, memiliki latar
belakang yg sama dengan Sakata Kintoki sebagai sesama pewaris darah naga. Karena
anekdot dan rekam jejaknya, ia diklasifikasikan sebagai "Anti-Hero".
Ada perbedaan
mendasar antara versi nasuverse dan aslinya. Di legendanya, dia itu iblis
laki-laki yg menyamar menjadi perempuan saat bertemu Kintoki, di nasuverse dia
murni iblis perempuan sejak awal.
Namun, makhluk
yang dipandang sebagai leluhur para dewa, Ibuki-douji, yg merupakan ayah dari
Shuten-douji, tentu cukup menarik perhatian otoritas Kyoto kuno, Abe no Seimei,
dan yang lainnya. Tentunya, eksistensi paling berbahaya di antara Oni Gunung
Ooe tidak diragukan lagi adalah Shuten-douji.
Tidak jelas
apakah dia anak langsung dari Dewa Agung Ibuki, atau keturunan kesekian yang
mewariskan darahnya. Shuten-douji sendiri tidak mau berbicara tentang
asal-usulnya. Nama Ibuki-douji hanyalah sesuatu yang melekat padanya oleh
Ibaraki-douji, yang telah melihat kekuatan sejati Yamata no Orochi dalam diri
Shuten.
Namun
Shuten-douji belum sepenuhnya melupakan masa lalunya mengenai keberadaan Sakata
Kintoki, seseorang yang memiliki asal yang mirip dengan dirinya sendiri (anak
sang Dewa Naga), seorang pria yang selalu berada di pikirannya sejak saat dia
muda.
Hubungan
Shuten-douji dengan Sakata Kintoki berlanjut sejak saat itu. Dia, dalam bentuk
seorang gadis cantik, bertemu Kintoki, yang kemudian jatuh cinta padanya. Mengingat
bahwa dia mudah digoda dalam beberapa kesempatan, ia bersenang-senang sambil
ditemani makanan ringan dan alkohol. Sejauh yang diperhatikan oleh Shuten,
mereka tidak lebih dari sekedar meminum minuman keras, tetapi sejauh Kintoki
khawatir, ada perjamuan iblis yang akan membunuhnya jika dia menganggap
atmosfirnya terlalu enteng.
“To struggle for life while intoxicated in alcohol.
Is it not romantic to cheat each other while hugging our bodies?”
—Shuten
Karena penculikan
pemuda dan putri di Imperial Capital terjadi satu demi satu, Abe no Seimei
melakukan ramalan dan memastikan bahwa masalah itu perbuatan dari Shuten-douji.
Four Divine Kings Raikou, yg dipimpin oleh Minamoto no Raikou sendiri,
diperintahkan untuk menundukkannya, dan tiba di kastil Oni sambil mengenakan pakaian
biarawan Buddha. Pada saat itu, Raikou dan yang lainnya membuat Shuten-douji
dkk minum sake beracun, lalu menyerang mereka saat mereka tertidur. Kepala Shuten-douji
yg sudah dipenggal menyerang Raikou, tetapi dikatakan bahwa serangan itu
digagalkan karena helm yang diberikan oleh dewa. Mereka menggunakan permainan
curang dalam membunuh Shuten-douji, yang sangat disesalkan oleh Kintoki
sampai-sampai dia ingin menghidupkan kembali Shuten-douji hanya untuk bertemu
dengannya sekali lagi.
Di bawah sinar
bulan, sang bunga pemakan manusia bermekaran sambil mencuri pandang orang-orang
yang lewat. Iblis yang mengenakan bentuk perempuan, menyipitkan matanya sambil
menjilati bibirnya dengan menggoda. Mungkin tidak diketahui bahwa meskipun
penampilan luarnya mirip dengan seorang gadis manusia, Shuten-douji bukanlah
manusia. Meskipun ia tampaknya berkomunikasi dengan dialek seperti manusia,
pada dasarnya ia adalah makhluk yang berbeda. Meskipun dia tahuapa itu cinta,
meminta cinta, dan merangkul cinta, mustahil untuk memberi cinta itu pada orang
yang tepat. Cintanya selalu disertai dengan kisah berdarah, cintanya menyebar
kematian, cintanya membuat hati seseorang menangis.
Shuten-douji
tidak pernah membicarakan keinginannya untuk Holy Grail. Sama seperti bagaimana
dia ketika dia masih hidup, selalu pergi kemanapun dia mau, dia berpikir dan
berperilaku sesuka hatinya. Juga, dia adalah seorang kolektor barang antik dan
langka, bahkan dia tertarik dengan Ulna Naga Merah di lengan Kintoki. Dia
tampaknya menganggap bahwa kelangkaan dan kemewahan penampilan barang-barang
itu penting, jadi dia tidak cocok dengan Gilgamesh yang selalu menekankan
pentingnya sejarah dan nilai fungsi dari suatu barang.
Mengenai “Providential
Oni Poison Sake”, Shuten-douji menganggapnya sebagai sake miliknya. Pada
awalnya, itu adalah sesuatu yang dibawa oleh Jenderal Raikou, tapi itu jadi miliknya
sekarang dalam wujud Servant. Shuten berpikir bahwa akan baik-baik saja bila
dia minum ini, bahkan jika dia meninggal, tetapi memiliki anggur tanpa darah,
dengan keindahan bulan dan cahaya peraknya, tidak pernah terpikirkan olehnya.
Shuten suka sake itu, mengutipnya sebagai minuman yang sangat manis. Dia menggambarkan
itu memiliki rasa yg dapat menggetarkan tubuh, hangat, seolah-olah ada sesuatu
yg leleh.
ATK: 1,853/11,993
HP:
1,881/12,825
Grail ATK:
13,128
Grail HP:
14,050
Voice Actor:
Yuuki Aoi
Illustrator:
Honjou Raita
Attribute:
Earth
Growth Curve:
Semi Reverse S
Star Absorption: 98
Star Generation:
25%
NP Charge ATK:
0.55%
NP Charge DEF:
4%
Death Rate:
31.6%
Alignments:
Chaotic・Evil
Gender: Female
Height/Weight:
145cm · 46kg
Source:
Japanese Folklore
Country of
Origin: Japan
Role: debuffer, mob-cleaner, starmaker, semi-support, farmer
Traits: Divine,
Dragon, Earth or Sky, Female, Humanoid, Magical, Servant, Weak to Enuma Elish
Strength: A
 | Endurance: B
 |
Agility: B
 | Mana: A+
 |
Luck: D
 | NP: B
 |
DECK
QQAABEx
Q: 4 hit
A: 3 hit
B: 1 hit
Ex: 6 hit
Untuk NP gain,
chain terbaik dia adalah AQAEx. Dengan NP charge atk 0,55%, asumsikan ga crit
maupun overkill, jadinya :
Arts + Quick +
Arts + Extra
= 6,6% + 5,5% +
11,55% + 6,6%
= 30,25%
Kalo pake Bond
CE, ada Arts & Quick up 10%, jadinya :
Arts + Quick +
Arts + Extra
= 7,095% + 5,83%
+ 12,54% + 6,6%
= 32,065%
Bisa juga Arts
chain lewat NPAAEx, asumsikan jumlah musuh masih 3, jadinya :
NP + Arts + Arts
+ Extra
= 4,95% + 9,075%
+ 11,55% + 6,6%
= 32,175%
Kalo pake Bond
CE, ada Arts up 10%, jadinya :
NP + Arts + Arts
+ Extra
= 5,445% +
9,8175% + 12,54% + 6,6%
= 34,4025%
Jika kita lihat
dari hasil diatas, keliatan kalo NP gain dia tergolong menengah-bawah,
untungnya dia cocok dimasukin ke Arts team buat menopang kekurangannya ini.
Untuk stargen,
chain terbaik dia adalah QAQEx. Dengan stargen 25%, stargen up 6% dari passive
skill, asumsikan ga crit maupun overkill, jadinya :
Quick + Arts +
Quick + Extra
= 524% + 153% +
924% + 906%
= (5 star dan
24% untuk 6 star) + (1 star dan 53% untuk 2 star) + (9 star dan 24% untuk 10
star) + (9 star dan 6% untuk 10 star)
= 24~28 star
Kalo pake Bond
CE, ada Quick up 10%, jadinya :
Quick + Arts +
Quick + Extra
= 556% + 153% + 996%
+ 906%
= (5 star dan
56% untuk ) + (1 star dan 53% untuk 2 star) + (9 star dan 96% untuk 10 star) + (9
star dan 6% untuk 10 star)
= 24~28 star
Ga berubah
banyak dengan Bond CE, tapi tetep keren kok stargen dia.
NOBLE PHANTASM
1. Senshibankou -
Shinpen Ki Doku (Multitude of Colors - Providential Oni Poison)
Rank: B > B+ (ada strengthen)
Classification:
Anti-Army
Type: Arts
Hit-Count: 1
Range: 1~50
Maximum number
of targets: 100 people
Effect: Deals
damage (NP1 600%) to all enemies + Reduces their attack by 10% for 3 turns + Reduces
their defense by 10% for 3 turns + Reduces their debuff resistance by 10% for 3
turns + Reduces their NP damage by 10% for 3 turns + Reduces their critical attack
chance by 10% for 3 turns + Seals their skills for 1 turn + Inflicts Toxic Status for 5 turns to them (Increase Poison damage on them by 100%)
Overcharge
Effect: Inflicts Poison (1000~5000/turn tergantung OC) for 5 turns to them.
“An exuberant banquet... are you ready?"
"Go on and die now——"
"Multitude of Colors - Providential Oni
Poison——Ahh... to the marrow of your bones, it's all mine...”
—Assassin
“Ah, it's quite a pain, so let's just melt you all
at once..."
"Multitude of Colors - Providential Oni Poison——From
the tips of your nails, slowly, slooowly...”
—Assassin
Multitude of
Colours: Providential Oni Poison (千紫万紅・神便鬼毒せんしばんこう・しんぺんきどく, Senshibankō - Shinpen Ki Doku) adalah NP milik Shuten. Awalnya ini adalah sake
beracun yang diminum oleh Shuten-douji, pemberian Minamoto no Raikou dan Four
Divine Kings miliknya. Sekarang saat menjadi Heroic Spirit, sake beracun ini
disublimasikan ke dalam eksistensi Shuten-douji. Tujuan tunggal dari sake itu
baginya adalah mencemari lingkungan dengan racunnya. Dengan memanipulasi
konsentrasinya, ia dapat memberikan setiap status buruk kepada musuhnya (baca
bagian effect). Konsentrasi itu juga menguraikan tubuh musuhnya yang hidup, hingga
tidak menyisakan apa-apa kecuali beberapa tulang. Labu manis di atas sake-nya,
dibawa dengan wadah, dikatakan sebagai tempat untuk mengunci barang
rampasannya, itu juga merupakan senjata yang bisa berubah menjadi pedang, yang
disimpan di mulut labu.
Untuk kalkulasi
NP dmg, kita kumpulin data dulu. Dengan stat atk 12993 di level 90 (udah 1000
Fou), NP1 multiplier 450%, atk up 20% + NP up 30% dari skill 2 level 10, deff
down 20% dari skill 1 level 10, divinity 150, base multiplier 0.9x, dia
menghasilkan NP dmg sekitar 22.177,42/enemy. Kalo pake Bond CE sekitar
24.566,65/enemy. Memang ga terlalu sakit, tapi side-effectnya, dengan debuff
gila-gilaan itu, dia diminati banyak player.
Edit: NP dia
dapet upgrade dan sekarang NP dmg dia jadi 29.519,9/enemy. Sekarang dia udah
berada di jajaran teratas AoE semua kelas. Kalo pake Bond CE jadi
32.456,89/enemy.
2.
Bone Collector -
Riot of Flowers
Classification: Anti-Unit
Rank: B
Range: 1
Maximum number
of targets: 1 person
Bone Collector:
Riot of Flowers (Nickname) (百花繚乱・我愛称ボーンコレクター ,
Hyakkaryōran - Ga AishōBōn Korekutā) adalah NP milik Shuten-douji.
Kemampuan yang
dimiliki Shuten-douji secara alami, atau bisa disebut special movement level
tinggi. Dia benar-benar bisa mencabut tulang lawannya. Dia mencabut tulang
tanpa menumpahkan darah sedikitpun. Jika dia tidak membuat kesalahan di lokasi
serangan, lawannya akan segera mati. Kalo diliat dari deskripsi, skill ini
mirip sama kehalian keluarga Zoldic (Hunter x Hunter) dalam mencabut jantung
lawan.
Tidak diketahui apakah kemampuan ini diwarisi
dari ayahnya yang merupakan dewa jahat, atau apakah dari ibunya yang kaniba,
atau mungkin adalah kemampuan yang berasal dari Shuten-douji sendiri. Sekarang,
dia eksis sebagai Heroic Spirit, kemampuan/teknik ini diubah menjadi Anti-Unit
Noble Phantasm. Tujuan menggunakan teknik ini tidak selalu untuk membunuh
lawan, tetapi jika dia merasa ingin melakukannya, ini beroperasi sebagai Noble
Phantasm dengan peluang yang sangat tinggi untuk instakill.
ACTIVE SKILL
1.
Alcoholic Fruit
Rank: A
Effect: 60%
Chance to Charm all enemies for 1 turn + Reduces their defense (reduce 20% di
level 10) for 3 turns.
Cooldown: 9/8/7
A.k.a Alcoholic
Scent of a Fruit (果実の酒気, Kajitsu no Shuki), adalah skill untuk membuat
target mabuk melalui berbagai cara. Target dapat dibuat mabuk melalui suaranya,
desahannya, nafasnya, atau bahkan hanya dengan tatapannya (Sexy af). Seluruh
bagian tubuhnya memiliki aroma kesegaran buah yang meleleh. Dalam kasus makhluk
tanpa Magic Resistance (seperti orang biasa atau hewan), pikiran mereka “mencair”
seketika. Untuk gameplay, skill ini bagus. Charm dia, meski chance ga terlalu
tinggi, bekerja ke semua jenis musuh, ga kaya skill Alluring Nightingale yg cuma
aktif ke laki-laki. Not to mention deff down dia bersifat area, ini memilik
efek seperti atk up untuk party kita, membantu output dmg yg kita keluarkan.
2.
Demonic Magic
Rank: A
Effect: Increases
party's attack (20% di level 10) for 3 turn + Increases own NP damage (30% di
level 10) for 3 turn.
Cooldown: 7/6/5
a.k.a Oni Kind
Demon (鬼種の魔, Oni-shu no Ma) adalah Skill yang mewakili
kekuatan super serta sifat sejati dari Oni. Skill campuran dari Natural
Monster, Monstrous Strength, Charisma, Mana Burst, dll. Versi Mana Burst
bergantung pada pengguna, meski elemen yg dimiliki Shuten belum diketahui.
Shuten & Ibaraki adalah pemilik rank-tertinggi dari skill ini. Untuk
gameplay, skill ini berkolaborasi dengan baik dengan skill 1, meningkatkan
output dmg tim dengan atk up. NP up dia juga berdurasi 3 turns, meski agak
susah buat dia NP lagi dalam 3 turn itu.
3.
Battle
Continuation > Oni's Head
Rank: A+ > EX (ada interlude)
Effect: Grants
self Guts status (revive 4000 HP di level 10) for 1 time, 5 turns + Charges own NP gauge (30% di level 10).
Cooldown: 9/8/7
Battle
Continuation (戦闘続行, Sentō Zokkō, localized as "Marshall") adalah
Skill yang memungkinkan untuk melanjutkan pertempuran setelah menderita luka
fisik. Ini juga akan mengurangi tingkat kematian akibat cedera. Skill ini
merupakan kemampuan untuk bertahan hidup dan/atau mentalitas seseorang yang
tidak tahu kapan harus menyerah, yang terdiri dari semangat hidup seseorang
dalam keadaan sulit. Dia memiliki skill ini di rank yg sama dengan Alchides.
Kayanya skill ini dia dapat dari anekdot bahwa dia saat masih hidup, meski
kepalanya dipenggal Raikou, masih mencoba menyerangnya walau akhirnya tetap
mati. Untuk gameplay, ini membuatnya lumayan durable.
PASSIVE SKILL
1.
Presence
Concealment
Rank: C
Effect: Increases
own critical star generation rate by 6%.
Mampu menyembunyikan
kehadirannya sebagai Servant. Cocok untuk memata-matai. Rank-nya menurun drastis
saat dalam posisi siap menyerang. Ini membantu stargen dia.
2.
Divinity
Rank: C
Effect: Increases
own damage by 150.
Dia memiliki
skill ini karena dia merupakan keturunan dari Yamata no Orochi (ini juga
alasannya dia punya trait dragon)
BOND CE
Name: Divine
Oni-Poison Sake
A.k.a: Godly
Demonic Poison Sake
Illustrator: ?
Min/Max ATK: 100/100
Min/Max HP: 100/100
Stars: 4★
Cost: 9
Max Level: 80
Craft Essence ID: 367
Effect: When
equipped on Shuten Douji, increases party's Quick performance by 10% and
increases party's Arts performance by 10% while she in on the field.
Lore:
Ah, are you
interested?
My Noble
Phantasm. My wine.
No way~. Not
even if you look at it with such desiring eyes. This is something for me alone.
At first, that... It was something brought by General Yorimitsu. But now it's
mine. Hehe. Even so, eh? It is fine even if I die--- That is what I thought,
but a wine without blood and the moon and silver is unthinkable.
I like it. This
wine. It's sweet, very sweet, the essence of sweetness.
Till death. Till
it rots. A trembling, hot taste as if that of melting... And if there is a
pinch of blue eyes reflecting the moonlight... There is nothing else that I
would want.
Saran CE
2030
Heaven’s Feel
Formalcraft
Dive to Blue
Bond CE dia
sendiri
Black Grail
Kaleidoscope
Dll
Saran Servant
separty
Tamae
Waver
Helena
Chiron
Hans
Mozart
GilCas
Paracelsus
Queen of Sheba
Hassan of
Serenity
Semiramis
Any Arts damager/critter
Kelebihan
Charm dia bisa
aktif ke semua jenis enemy dan tipe-nya AoE
Banyak debuff di
NP
Support bagus
buat meningkatkan dmg team
Stargen mayan
Ada skill-seal
Kekurangan
Meski debuff
banyak di NP, persentasenya kecil
Multiplier
rendah
NP gain
normal-bawah meski deck dia Arts oriented
Kesimpulan
Dia terkenal
karena jumlah debuff yg dia berikan di NP banyak banget, ada skill-seal juga
membuatnya ga salah dianggap sebagai debuffer terbaik. Stargen juga bagus lewat
chain dia. Dia juga SSR Assassin pertama yg punya NP AoE lho. Dia sekarang berada di peringkat atas AoE Assassin.
Sekian artikel
kali ini, jangan lupa komen untuk kritik ato sekedar iseng
Jangan lupa
follow ya~