Sunday, October 15, 2017

Review Amakusa

REVIEW AMAKUSA
Note: Ini adalah pembahasan tentang Amakusa dan dirinya di nasuverse, juga kalkulasi gameplay dia di FGO, mohon kesadarannya (bagi non-player & bagi pengunjung biasa) kalo ini akan sedikit berbeda dari kisahnya saat memasuki bagian nasuverse. Tambahan, kalo mau langsung baca bagian nasuverse, ketik CTRL + F, habis itu ketik "pembahasan nasuverse”
https://alchetron.com/Amakusa-Shir%C5%8D-1676249-W
   Tokoh yg satu ini saya yakin jarang terdengar di media-media masa kini, beberapa dari kalian mungkin baru tau dari F/Apo. Ga heran karena memang kisahnya ga seterkenal kisah Kojiro v Musashu. Pengecualian bagi para penggila & penggali sejarah Jepang.
   Amakusa Shirō ( 四郎, c. 1621? - 28 Februari 1638), juga dikenal sebagai Amakusa Shirō Tokisada (天草四郎 ), memimpin Pemberontakan Shimabara, sebuah pemberontakan orang-orang Roman Catholics Jepang melawan Keshogunan. Mereka dikalahkan dan Shirō dieksekusi pada usia 16 tahun, kepalanya dipajang di tombak dekat Nagasaki.
   Masuda Shirō adalah putra pertama dari ayah bernama Masuda Jinbei dari klan Masuda. Shirō dilahirkan di rumah keluarga pihak ibu. Tempat kelahirannya tidak diketahui dengan pasti, namun Desa Ebe, Distrik Uto (sekarang Uto, Prefektur Kumamoto) disebut sebagai tempatnya dilahirkan. Keluarganya adalah penganut Kristen, dan ayahnya mantan pengikut daimyo Kirishitan Konishi Yukinaga. Setelah Yukinaga wafat, klan Konishi hancur, dan anggota klan Masuda berakhir sebagai ronin. Ayah Shirō beralih profesi sebagai petani, dan mengajak keluarganya untuk menetap di Desa Ebe, Distrik Uto (sekarang Kota Uto, Prefektur Kumamoto).
   Sewaktu kecil, Shirō dikenal sebagai anak jenius, dan buku ajaran Konfusius yang terkenal panjang dan sulit sudah dihafalnya di luar kepala. Ketika berusia 9 tahun, seorang samurai mengangkatnya sebagai kacung(babu/pembantu/asisten). Setelah berumur 12 tahun, ia berkelana sendirian ke Nagasaki untuk belajar menjadi dokter, dan kemungkinan dibaptis sewaktu berada di Nagasaki.
   Sebagai hasil Pertempuran Sekigahara, penguasa Domain Karatsu, Kepulauan Amakusa yang merupakan bekas wilayah Konishi Yukinaga diserahkan kepada Terazawa Hirotaka pada tahun 1601. Penduduk menderita kelaparan akibat cuaca buruk dan paceklik dari tahun 1634 hingga 1637. Klan Terazawa memerintah dengan sewenang-wenang dan membebankan pajak yang berat kepada penduduk Kepulauan Amakusa dan Shimabara. Dalam buku yang ditinggalkan Pastor Marco Ferraro (1554-1628) sebelum diusir ke Makau pada tahun 1614, terdapat catatan yang meramalkan bahwa "25 tahun dari sekarang, ketika awan langit timur dan barat menjadi merah menyala, serta tanah di seluruh negeri berayun dan bergemuruh, akan muncul seorang anak Tuhan, dia akan menyelamatkan orang-orang." Ketika pulang dari Nagasaki pada tahun 1637, Shirō mengetahui kehidupan rakyat Kepulauan Amakusa dan Shimabara makin sulit. Penduduk desa makin bertambah banyak dengan kedatangan penduduk kota yang melarikan diri dari penindasan Kekristenan yang dilakukan klan Terazawa.
   Amakusa Shirō mulai berkeliling di desa-desa menyampaikan ceramah agama Kristen. Kisah hidup dirinya kemudian bercampur aduk dengan legenda. Menurut desas-desus di Kepulauan Amakusa dan Shimabara waktu itu, ia dapat melakukan berbagai mukjizat, termasuk menyembuhkan orang sakit atau berjalan di atas air. Pada bulan Oktober 1637, massa bergerak sebelum dimulainya musim pengumpulan pajak tanah, dan pecah Pemberontakan Shimabara. Shirō waktu itu masih remaja berusia 16 tahun. Berdasarkan saran dari kakak iparnya (Watanabe Kosaemon), pemberontak oleh para petani dan ronin dari Amakusa dan Semenanjung Shimabara mengangkat Shirō sebagai pemimpin. Pemberontak meminta penguasa untuk menurunkan pajak dan menghapus pelarangan agama Kristen. Mereka hanya bersenjatakan tongkat, garu, dan batu, namun berhasil membakar kota Shimabara dan membunuh sekitar 40 orang bangsawan. Dalam aksinya, para pemberontak menghancurkan simbol-simbol agama Buddha, termasuk patung-patung Jizo.
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:BeheadedJizo.jpg
Jumlah para pemberontak kemungkinan sekitar 20.000 orang. Walaupun tidak semuanya penganut Kristen, mereka membawa bendera bertuliskan pujian terhadap agama Kristen dalam bahasa Portugis.
  Penguasa Nagasaki, Terazawa Hirotaka mengerahkan 3.000 prajurit untuk memadamkan pemberontakan. Sejumlah 2.800 prajurit tewas di tangan pemberontak dalam pertempuran 27 Desember 1637. Terazawa kemudian mengakui dirinya kalah akibat ilmu sihir yang dikirim Amakusa Shirō. Pada awal Januari 1638, sejumlah 30.000 prajurit di bawah pimpinan Itakura Shigemasa tiba di Shimabara. Mereka memukul mundur pasukan pemberontak di bawah pimpinan Amakusa Shirō hingga pertahanan terakhir di dalam Istana Hara, Semenanjung Shimabara. Pemberontak yang terkepung di dalam Istana Hara meningkat jumlahnya menjadi sekitar 37.000 orang, termasuk warga sipil, wanita, dan anak-anak. Mereka harus melawan tentara reguler keshogunan yang berjumlah 120.000 orang.
   Salah satu tentara pemberontak, Yamada Uemonsaku, mengkhianati Shirō. Dia mengirim pesan kepada Keshogunan bahwa persediaan makanan pemberontak menjadi tegang. Pasukan Shogun melakukan serangan terakhir. Pasukan Shogun membantai hampir seluruh pemberontak, termasuk wanita dan anak-anak. Yamada, yang mengkhianati rekan-rekan pemberontak, adalah satu-satunya korban selamat
   Amakusa Shirō dikabarkan tewas bunuh diri(kematiannya ada 2 versi, bunuh diri dan dieksekusi ) di tengah kobaran api ketika Istana Hara jatuh ke tangan pasukan keshogunan pada Februari 1638. Sekitar 8.000 pemberontak tewas di tengah kobaran api. Beberapa di antaranya melemparkan anak-anak mereka ke dalam kobaran api agar tidak ditangkap dan disiksa tentara keshogunan. Semua pemberontak yang masih hidup dihukum pancung dalam waktu dua hari.
   Ibu dan kakak perempuannya tertangkap, dan kepada mereka diperlihatkan potongan kepala Amakusa Shirō. Ibunya diberitakan berkata, "Amakusa Shirō anak Tuhan, dia tidak mungkin tewas terbunuh. Dia sudah naik ke surga, atau melarikan diri ke luar negeri atau ke Luzon dan sudah aman di sana." Dari beberapa potongan kepala remaja seusia Shirō yang ditemukan seusai pemberontakan, Jinsuke Zaemon dari Domain Hosokawa menemukan potongan kepala yang membuatnya menangis. Bersama lebih dari 10 ribu potongan kepala lainnya, potongan kepala yang nantinya disebut milik Amakusa Shirō, dipamerkan sebagai tontonan di depan pintu gerbang Istana Hara(untuk memberi peringatan terhadap pemberontak). Kata-kata terakhirnya adalah : "Saya akan kembali setelah 100 tahun dan membalas dendam saya." Banyak orang Katolik Jepang menganggap Shirō sebagai orang suci.

==========================================================================

Ok, sekarang masuk ke pembahasan Nasuverse
   Dia adalah Master dari Assassin of Red dalam Holy Grail War Fate/Apocrypha dan Ruler-class Servant dari Master Einzbern dalam Holy Grail War yang ketiga. Nama sebenarnya adalah Amakusa Shirou Tokisada ( 四郎 , Amakusa Shirō Tokisada), remaja pemimpin Pemberontakan Shimabara. Lahir di zaman Edo, dia adalah anak laki-laki ajaib yang hampir bisa disebut orang suci. Namun, bagaimana tepatnya dia ditemukan. Sebagian besar hidupnya terbungkus misteri. Dia, yang berkonsentrasi pada studinya sejak kecil, mulai melakukan banyak mukjizat di perbatasan. Setelah membuat mukjizat menyembuhkan luka dan berjalan di atas air, ia mulai disembah sebagai anak tuhan oleh para petani yang percaya pada agama yang dilarang(dalam hal ini, yg dimaksud adalah agama nasrani). Pada kenyataannya, dia hanyalah seorang Spellcaster. Dia tidak diajarkan Magecraft tapi itu adalah sesuatu yang datang kepadanya secara alami dan tergolong sangat jarang. Penggunaan Magecraftnya sebagian besar dilakukan secara tidak sadar, jadi dia bahkan tidak menyadarinya sendiri. Kebetulan dia dilahirkan dengan kekuatan untuk menjalankan mukjizat yang disebut Magecraft, dan tidak ada orang di sekitarnya yang pernah menunjukkannya maupun m, dan karenanya dia dipuja sebagai anak ajaib. Mungkin Mori Souiken dan rekan-rekannya telah menekan bisik-bisik itu.
   Penguasa daerah itu, klan Matsukura, secara drastis menaikkan pajak yang menyebabkan kelaparan terhadap masyarakat. Tindakan ini memaksa orang lemah untuk jatuh dalam keputusasaan karena mereka tidak dapat menolaknya. Ketika mereka terus dieksploitasi, orang-orang menemukan keselamatan dalam kekristenan, kata-kata penuh dengan cinta yang tidak dapat dikalahkan oleh kelaparan, kemiskinan atau keputusasaan. Namun klan Matsukura mencoba untuk mengambil hal itu juga dari mereka. Bagi mereka itu bukan lagi eksploitasi tapi pembunuhan. Orang-orang terprovokasi dan mereka bangkit dan memberontak. Ketakutan mereka akan hak untuk hidupnya diambil melebihi ketakutan mereka akan kematian dalam peperangan.
   Di antara mereka adalah Shirou, seorang anak muda pada saat itu. Tidak ada yang tahu apakah kehadirannya adalah suatu kebetulan atau kehendak Tuhan, tapi sebelum ada yang menyadarinya, Shirou memimpin mereka, meski di bawah instruksi beberapa Rōnin. Tak lama kemudian, mantan bawahan Konishi Yukinaga menunjuknya sebagai pemimpin membentuk tentara pemberontak melawan Keshogunan Edo. Bersama dengan petani Shimabara, yang menderita dengan lingkungan yang keras pada masa itu, mereka menimbulkan pemberontakan berskala besar. Pertarungan mereka seharusnya tidak ada kekalahan dan juga kemenangan. Karena dengan bangkit, keduanya sama-sama pecundang dan pemenang pada saat bersamaan. Yang tersisa hanyalah kekuatan untuk bangkit, namun tindakan bangkit itu sendiri merupakan tindakan yang diperlukan. Mereka bangkit demi apa yang mereka yakini itu sendiri penting dan sesuai keinginan mereka. Mereka percaya bahwa pengorbanan harus dijaga, dan bahkan jika beberapa orang termasuk mereka sendiri menjadi korban pengorbanan, dunia tidak akan mati, namun malah akan dilahirkan kembali.
   Meskipun awalnya pemberontakan biasa, Keshogunan Edo menjadi serius karena kekuatannya dikalahkan dan mengirim tetua Matsudaira Nobutsuna sebagai komandan tertinggi. Shirou memimpin pertahanan Kastil Hara, dan mengalahkan penyerang Keshogunan terkuat dalam serangkaian lonjakan defensif yang terkoordinasi. Matsudaira Nobutsuna membawa taktik kelaparan ke tentara yang memberontak yang telah menutup diri di Istana Hara, dan memperkirakan saat mereka kehabisan makanan dan amunisi untuk memulai serangan umum. Telah diberitahu bahwa 37.000 orang, termasuk Shirou dibantai oleh pasukan shogun, kecuali satu pengkhianat tunggal (ada banyak teori tentang hal ini,kayanya si Yamada).
   Setelah pemberontakannya akhirnya gagal, Shirou dijatuhi hukuman eksekusi oleh pemenggalan kepala. Sebelum kematiannya, Shirou merasa dia naif dan dia menyaksikan sebuah adegan seperti neraka saat rekan-rekannya terbunuh perlahan. Kepala orang tua yang dipenggal, orang-orang yang disembelih seperti binatang percobaan, bayi-bayi yang ditusuk tombak, anak perempuan diperkosa dalam mengejar nafsu dan kemudian dibuang sesudahnya. Dia yakin bahwa banyak sekali kehidupan(nyawa) yang direnggut tidak diambil oleh musuh melainkan oleh dirinya sendiri. Shirou tanpa ekspresi yang berubah, menerima hasil ini dengan sebuah kemauan baja dan itu membuatnya tidak ingin menyerah. Dia hanya menatap pemandangan kehancuran ini. Dia mengungkapkan tidak ada pengunduran diri atau kesedihan dan bahkan mengatasi rasa sakit dari lengannya yang dipotong-potong. Dia menerima bahwa dia telah kehilangan, tanggung jawab atas kematian rekan-rekannya dan kematiannya yang tak terelakkan. Tapi satu hal yang tidak dapat dia terima adalah segalanya akan runtuh setelah ini. Dia tidak bisa menerimanya. Setelah menyia-nyiakan banyak nyawa, dia benar-benar tidak dapat menerima bahwa tidak ada yang bisa diperoleh sebagai hasilnya. 

“So, God. Give me another chance. Next time, I won’t lose sight of the bigger picture. I will eliminate all obstacles, enemies and hardships in my way. Next time, I will obtain all the good in the world. A world where everyone is happy, everyone is good, and everyone is perfect. I will exterminate all evil and create a new, pure world.”
—Shirou Tokisada Amakusa's last prayer

   Shirou tampil sebagai pemuda berkulit kecoklatan dengan rambut putih seperti perak dan dengan mata gelap. Rambutnya menjadi putih sebagai kompensasi saat dia dengan paksa menjelma dan setelah itu kulitnya berubah warna karena dia menghabiskan 20 tahun di timur tengah. Dia mengenakan jubah imam dan salib emas di lehernya. Rompi miliknya adalah sejenis kain kafan berwarna merah dan dia mengenakan stiker merah di atas jubahnya. Dia memiliki wajah polos dan kekanak-kanakan. Meski telah hidup sejak puluhan tahun yang lalu, Left Hand - Xanadu Matrix telah memberinya penampilannya yang masih muda. Dia terlihat berusia 17 tahun meskipun dia berusia lebih dari 70 tahun. Dia belum dewasa secara emosional terlepas dari seberapa banyak pengetahuan dan pengalaman yang dia dapatkan. Tubuhnya tertutup bekas luka dan dia memiliki Command Spell di dadanya, segelnya sangat mirip dengan Kirei Kotomine.
   Dalam bentuk Servant, dia memiliki rambut panjang yang diikat menjadi ekor kuda. Pakaiannya adalah campuran pakaian samurai tradisional dengan pengaruh Eropa. Dia memakai gaya jinbaori haori dengan salib Kristen yang dihiasi di atasnya. Dia memakai tradisi umanori hakama dengan Shin guards yang memiliki tali kain yang digunakan untuk mengikat Shin guards ke kaki bagian bawah. Dia mengenakan kemeja kerah di bawah Kimono-nya dan dasi(bukan dasi sekolahan/kerja).
   Amakusa Shirou disummon sebagai Ruler dengan cara curang, pemanggilannya di Holy Grail War mengacaukan sistem agar berpikir bahwa dia memenuhi syarat. Jika tidak ada kasus Human Order Incineration Protocol, kemungkinan memanggil dia akan sangat rendah. Sebagai Servant, dia hanya third-rate servant jika bukan disummon sebagai Ruler. Shirou tidak terlibat dalam pertempuran atau mahir Magecraft sampai ke tingkat kelas Caster, namun dia terus menang, dan bertahan dalam Perang Holy Grail Ketiga. Dia lebih seperti Spellcaster daripada seorang Magus. Dia mungkin hampir tidak bisa lolos sebagai Caster. Dia selalu bersikap hati-hati dan tidak pernah berjudi. Kecepatan larinya tidak normal, ia dapat dengan mudah melebihi 60 km/jam saat ia berlari.
  Selama hidupnya, Shirou berjalan di jalan penderitaan dan keputusasaan. Dia dan rekan-rekannya memperjuangkan iman dan kepercayaan mereka, dan sebagai gantinya, mereka gagal dan meninggal. Dia pernah membenci segalanya, dari Tuhan sampai manusia. Dia mengklaim bahwa dia membenci manusia, bukan karena mereka telah membunuhnya atau rekan-rekannya, tapi bagaimana manusia dengan mudah menerima semuanya sebagai sistem berulang dalam sejarah di mana kehidupan yang tak ternilai harganya pun tidak berharga. Dia menemukan manusia sama seperti Ouroboros, memakan dirinya sendiri agar bisa tumbuh. Shirou mengakui kegagalannya, kematiannya dan kesalahannya. Jadi, dia meninggalkan hatinya yang penuh dengan kebencian, demi keselamatan umat manusia. Dia mengklaim bahwa dia tidak membenci kemanusiaan lagi, dan bahwa dia akan menyelamatkan enam miliar orang dan orang-orang dari masa lalu dan masa depan. Dia ingin memanfaatkan Holy Grail untuk memenuhi ambisinya sendiri. Dia hanya menginginkan kebahagiaan semua umat manusia, demi kebaikan yang dapat ditemukan di hati semua umat manusia dan penghancuran Angra Mainyu : All Evil of the World.
   Shirou tampaknya pria baik dengan senyum polos. Sebenarnya dia adalah seorang manipulator yang akan menghancurkan musuhnya tanpa ragu untuk memenuhi ambisinya sendiri. Dia pada dasarnya adalah karakter yang terlihat ringan di bagian luar dan memiliki kepribadian yang lebih gelap di dalamnya. Kairi melihat dia terlalu bijaksana mengingat umurnya yang seharusnya.
   Berbeda dengan timeline 3rd HGW FSN dimana keluarga Einzbern memanggil kelas Avenger, Angra Mainyu, mereka menyalahgunakan salah satu sistem yang dipasang di Greater Grail dan membawa Shirou sebagai Ruler-class Servant yang dimaksudkan untuk menjadi pengatur yang tidak memihak yang mengatur perkembangan HGW. Einzberns ingin memanggil dengan tepat Heroic Spirit sesuai dengan Ruler-class daripada beberapa nameless HS dari timur. Namun tindakan pemanggilan Ruler sudah merupakan gangguan berat dalam format operasi normal dari Holy Grail War jadi dia berkompromi dengan keuntungan dari Mantra Perintahnya.
   Saat perang ketiga berakhir, Einzberns dengan jelas berdiri lebih dekat daripada yang lain ke Greater Grail. Shirou bertarung mati-matian melawan Servant milik Darnic Prestone Yggdmillennia(Sebenernya masih misteri, tapi beberapa waktu lalu sudah diumumkan kalo di anime, Servantnya adalah Fionn McCumhaill (Tristan adalah kandidat lain sebelum diputuskan)). Setelah Masternya terbunuh, Shirou tetap berwujud karena Shirou telah berhubungan dengan Greater Grail dan mendapat tubuh fisik. Saat Risei Kotomine menyelamatkan Tohsaka, Shirou membantunya dalam pekerjaan penyelamatannya. Saat Darnic berhasil mencuri Greater Grail, yang selamat adalah Shirou dan Risei. Risei bertanya tentang rencana masa depan Shirou, Shirou berbohong kepada Risei tentang menyerah di Greater Grail tapi dia berencana melakukan perjalanan keliling dunia.
   Risei menyiapkan daftar keluarga, mendaftarkannya sebagai anaknya "Shirou Kotomine" ( , Kotomine Shirō). Dia bergabung dengan Holy Church berkat koneksi Risei. Dia masuk ke Majelis Sakramen Kedelapan (majelis yg mengurus artefak suci, tapi juga berhubungan dengan Executor, majelis pembunuh Dead Apostle, ini alasannya dia punya Black Keys) sebagai Kotomine Shirou, tapi wajar saja Risei tidak bisa mengakui dia sebagai anaknya di sana dan mendekati dia dengan jujur ​​sebagai teman. Sekitar saat anak Risei lahir, Shirou sengaja mengurangi kontaknya dengan Risei. Shirou tetap jauh dari putra Risei sendiri. Shirou dengan sadar menghindari Kirei Kotomine karena Shirou melihat "distorsi" di dalam saudara tirinya. Tentu saja, dia sangat ingin membebaskan Kirei karena kesedihannya, tapi tidak peduli bagaimana pendapatnya tentang hal itu, itu tidak akan berakhir dengan baik. Selain itu, jika satu-dalam-satu-juta kebetulan terjadi di mana sebuah peristiwa menyebabkan dia untuk menegaskan distorsi sendiri, Shirou sangat khawatir bahwa orang pertama yang akan ditargetkan Kirei adalah dia. Dengan demikian, Shirou menjaga jaraknya dari Kirei sebisa mungkin dari awal sampai akhir hubungan mereka. Pemakaman Risei adalah saat terakhir yang Kirei dan Shirou temui. Dia kadang-kadang menjabat sebagai mediator di beberapa subspesies Holy Grail Wars. Mengambil posisi di Majelis Sakramen Kedelapan, ada sedikit informasi yang tersisa untuk didapat tentang dia dari mereka yang akan mencarinya. Dia hampir tidak berinteraksi dengan anggota Majelis lainnya, dan dipandang sebagai keingintahuan oleh rekan-rekan senegaranya yang bertanya-tanya, "Sudah berapa lama orang ini berada di sini?" Dia menyembunyikan dirinya di Timur Tengah selama hampir 20 tahun untuk mencari katalis untuk Semiramis.
   Karena Asosiasi Magus memutuskan untuk mengirim 1 Master dari Gereja agar keterlibatan mereka membuktikan keabsahan tujuan mereka. Setelah berhipotesis mengenai kemungkinan the Great HGW, dalam situasi yang tidak normal dengan 7v7 Servant dan di mana bahkan Ruler sebelumnya memanggil Servant sendiri, Greater Grail secara otomatis memanggil Ruler untuk perang ini, Jeanne d'Arc. Shirou segera bergabung dengan faksi Merah sebagai mediator ganda dan Master yang dikirim oleh Gereja Suci. Dia menerima sebuah katalisator untuk Semiramis dari keluarga Sophia-Ri pada saat diputuskan bahwa dia akan berpartisipasi dalam Holy Grail War, namun tampaknya dia mendapatkan tiga katalis lain dengan sendirinya setelah mencari hampir dua puluh tahun sebagai tindakan pencegahan. Dia segera memanggil Semiramis tanpa penundaan. Dia memanggil Assassin of Red sebagai Servant-nya, dan dia bertanya kepadanya, "Bukan tanpa alasan saya dikenal sebagai peracun tertua di dunia ... Apakah Anda benar-benar yakin bahwa Anda dapat menggunakan Ratu Semiramis?" Dia menjawabnya dengan, "O Ratu Asyiria, dalam Perang Holy Grail Besar ini, saya tidak bertujuan untuk kemenangan atau kekalahan tapi untuk tujuan lain. Maukah Anda membantu saya?" Meski awalnya khawatir dengan sifatnya yang aneh, dia akhirnya sangat menghormatinya dan memutuskan untuk membantunya tanpa ragu sedikit pun.
(FYI, kalimat O Ratu Asyiria bisa dibaca sebagai Ya Ratu Asyiria, sepertinya halnya ketika ada kalimat O Allah, kita di Indonensia membacanya sebagai Ya Allah). 
  Dia bertemu dengan lima anggota Masters of the Red Fraction lainnya, dan Assassin berhasil memanipulasinya untuk mengizinkan dia mengendalikan Servant mereka.
   Sebagai bagian dari Majelis Gereja Sakramen Kedelapan, Shirou ahli dalam menggunakan Black Keys ( , Kuro Kagi). Inilah Senjata Konseptual tipe lempar yang disukai oleh agen Gereja dan mereka cukup kuat untuk menyucikan para Dead Apostle, namun kekuatan Black Keys Amakusa terlalu luar biasa dan tidak normal. Black Keys sangat berguna untuk melawan vampir tanpa nama. Dia terlihat mampu berlari dan melempar empat Black Keys tanpa melihat ke belakang saat dia menggunakannya untuk memperlambat Berserker of Black.
   Dia adalah seorang pendekar yang mahir dan dia menggunakan enchanted Miike Tenta Mitsuyo saat Black Keys tidak efektif melawan lawan-lawannya. Teknik pedang Shirou rata-rata, tapi dia berhasil bertarung dengan sangat baik karena NP-nya.
Dalam F/SF, dia disebutkan dalam pembukaan narasi Rider. Dikatakan bahwa jika Perang Holy Grail ada saat Shirou masih hidup, mungkin dia bisa memanggil dirinya di masa depan yang lebih kuat, simbol kepahlawanan.

Grail ATK: 12011
Grail HP: 15455
Voice Actor: Uchiyama Kouki
Illustrator: Konoe Ototsugu
Attribute: Man
Growth Curve: Reverse S
Star Absorption: 100
Star Generation: 10%
NP Charge ATK: 0.86%
NP Charge DEF: 3%
Death Rate: 21%
Height/Weight: 169cm 59kg
Series: Fate/Apocrypha
Source: Historical Fact, Fate/Apocrypha
Region of Origin: Japan
Alignment: Lawful Good
Gender: Male
Role: buff (enemy) remover, mob cleaner, farmer, potential spammer
Traits: Servant, Humanoid, Weak to Enuma Elish
Strength: C
Stats3
Endurance: C
Stats3
Agility: B
Stats4
Mana: A
Stats5
Luck: B
Stats4
NP: D
Stats2

DECK
QAABBEx
Q: 3 hit
A: 2 hit
B: 1 hit
Ex: 6 hit
  Untuk perolehan NP gain, chain terbaik untuk dia adalah AQAEx. Dengan NP charge atk 0,86%. Asumsikan ga crit maupun overkill, jadinya:
Art + Quick + Art + Extra
= 6,88% + 6,45% + 12,04% + 10,32%
= 35,69Kalo make skill 1 level 10, jadinya:
Arts + Quick + Arts + Extra
= 8,944% + 8,385% + 15,652% + 15,652%
= 48,63%

  Sedangkan untuk stargen, chain terbaik dia adalah BBQEx (sebenernya cuma beda tipis dengan AAQEx). Dengan stargen 10%, juga asumsikan ga crit maupun overkill, jadinya :
Buster + Buster + Quick + Extra
= 20% + 25% + 570% + 660%
= (0 star dan 20% untuk 1 star) + (0 star dan 25% untuk 1 star) + (5 star dan 70% untuk 6 star) + (6 star dan 60% untuk 7 star)
= 11~15 star

  Berhubung dia bisa bikin Buster Brave Chain lewat NPBBEx, akan saya hitung juga crit damage dia. Asumsikan skill 10/10/10, dengan Buster up di skill 3 sebesar 30%, stat atk 11.972(udah 1000 Fou), base multiplier 1,1x, jadinya :
NP + Buster + Buster
= NP + 21.779,46 + 24.505,49
Ini normal attack, ga ada efek class advantages. Kalo ketemu Berserker tinggal dikali 2. Dan ya………, ga terlalu wah, biasa aja.

NOBLE PHANTASM
Name: Twin Arm Big Crunch - Dual Arm, Zero-Order Convergence
Rank: A+ > EX (ada upgrade)     
Classification: Anti-Army
Type: Buster
Hit-Count: 1
Range: 1~200
Maximum number of targets: 500 people
Effect: Remove all enemies' buffs + deals damage (NP1 400%) to all enemies.
Overcharge Effect: Inflict Crit Chance Down (30-70% tergantung overcharge) on all enemies for 3 turns.
“――Set.”
“Shall we proceed?”
“Heaven's Feel begin. An end to all things―"Twin Arm - Big Crunch"!!”
—Ruler

  Twin Arm - Big Crunch: Dual Arm Zero-Order Convergence, atau bisa disebut Right Hand - Big Crunch: Right Arm - Zero-Order Convergence adalah teknik gabungan dari kedua NP di tangannya, Left Hand - Xanadu Matrix dan Right Hand - Evil Eater, yang terhubung dengan Greater Grail.
   Dengan menghubungkan kedua lengan ke leylines, energi sihir yang berlebihan dimasukkan ke dalam Magic Circuits di kedua lengannya. Sebuah NP tipe penghancur yg memurnikan pseudo-black matter dan menelan semua makhluk di sekitarnya (Temporary Black Hole). Karena membutuhkan Mana yang sangat banyak, teknik ini tidak mungkin digunakan sebagai NP. Bila memaksa menggunakannya, dia harus mencari sumber Mana selain dari masternya. Di Apocrypha, dia bisa make teknik ini karena dia terhubung dengan Greater Grail.
Ini adalah gabungan 2 NP yg berbeda, namanya:
-    Left Hand - Xanadu Matrix atau Left Arm - Foundation of Heaven's Blessing
-   Right Hand - Evil Eater atau Right Arm - Wickedness Predation
   Karena sifat unik dari NP-nya, tangannya terhubung ke Thaumaturgical Foundation yang memungkinkannya menggunakan Magecraft secara efektif dengan Almighty Key.
   Yang pertama adalah Left Hand - Xanadu Matrix/Left Arm - Foundation of Heaven's Blessing, adalah lengan kiri Amakusa Shirou Tokisada yang memiliki kemampuan untuk mereproduksi banyak mukjizatnya. Lengannya, yang telah mengilhami harapan bagi orang-orang beriman untuk terus menempuh jalan kesengsaraan melalui dirinya secara pribadi, meningkatkan mukjizat terus-menerus yg kemudian menjadi NP yang mewujudkan legendanya. Mirip dengan lengan kanannya, itu adalah NP yang digunakan pada dirinya sendiri.
   Xanadu Matrix memiliki kemampuan untuk terhubung ke semua Thaumaturgical Foundation, yang memungkinkannya untuk menggunakan Magecraft secara efektif dengan Almighty Key. Dengan menghubungkannya ke dasar semua bentuk magecraft, NP ini memungkinkan dia untuk menggunakan spell sampai tingkat tertentu, bahkan Magecraft yang seharusnya tidak dia ketahui/belum pernah dia pelajari. Itu adalah Noble Phantasm yg sangat berguna dan mudah digunakan, tapi meski jika Amakusa disummon sebagai Caster, dia tetap tidak mampu menghadapi first-rate Magus seperti Medea. Namun, berkah sederhana untuk bisa menggunakan Magecraft tanpa perlu menguasainya adalah yang memungkinkannya mendapatkan kendali penuh atas Greater Grail.
   Lengan kirinya memiliki kemampuan yang mirip dengan Eye of the Mind (False). Dengan menggabungkan keduanya, lengannya dapat memperkuat efek Baptism Rite. Lengan kirinya juga memungkinkannya untuk melakukan penguatan tubuh. Memiliki efek "eternal youth", yang memungkinkannya bertahan lebih dari setengah abad tanpa penuaan.
   Yang kedua adalah Right Hand - Evil Eater : Right Arm - Wickedness Predation, deskripsinya kurang lebih sama kaya lengan kiri, tapi kemampuannya berbeda, yaitu lengan kanan memberinya kemampuan suportif seperti prediksi.
  Thaumaturgical Foundation a.k.a Greater Ritual adalah Teori Thaumaturgical yang "mengukir" Sistem Thaumaturgical. Dengan kata lain, ini adalah dasar yang diperlukan untuk penggunaan Magecraft.
   Teori Thaumaturgical Gereja, dalam bentuk Sakramen-sakramennya, adalah yang paling luas dan stabil di dunia. Dikenal sebagai Thaumaturgical Schools.
  Kutukan tidak diajarkan di Asosiasi Magus dan mereka jauh tertinggal dibanding sekolah Timur Tengah mengenai hal itu (mungkin menyinggung Atlas Academy)
-     Taiji adalah sebuah filsafat yang berasal dari Cina kuno, sebuah representasi grafis dari teori Yin-Yang.
-       Alkimia, sebuah sekolah yang memfokuskan studinya seputar aliran materi. Kebanyakan ilmuwan alkimia meneliti tentang konversi materi, tapi Atlas mempelajari fenomena.
-        Kabbalah, kata Ibrani untuk '"tradisi", adalah Sekolah Thaumaturgical utama dari Eropa yang dikembangkan oleh Solomon ibn Gabirol (Avicebron). Keahliannya adalah menciptakan golem. Aoko Aozaki menggunakan salah satu cabang kuno Kabbalah, Notarikon. Cabang lainnya termasuk Temurah dan Gematria, yang menjadi basis Numerologi Michael Roa Valdamjong.
   Dari segi gameplay, NP dia tergolong berguna. Kenapa? Buff cleaner bekerja terlebih dulu baru kemudian damage, dan ini secara ga langsung adalah pierce invul + ignore deff. Untuk kalkulasi NP damage, kita kumpulin data dulu. Stat atk dia di level 90 adalah 11.972 (udah 1000 Fou), base multiplier 1,1x, Buster resist down 20% dari skill 2 level 10, Buster up 30% di skill 3, NP1 400%. Dia menghasilkan 27.260,24/enemy. Inget kalo class dia Ruler, artinya apa? Ya, dia hanya weak ke Zerk & Mooncancer, dan sejauh ini musuh Mooncancer cuma ada di Collab CCC, jadinya dia ga bisa bersinar.

ACTIVE SKILL
1.      Revelation > Pilgrimage
Rank: A > A (ada strengthen)
Effect: Grants one ally Critical Stars Regeneration buff (10 star/turn di level 10) for 3 turns + Increases their NP generation rate (30% di level 10) for 3 turns
Cooldown: 8/7/6
Revelation (啓示, Keiji) adalah Skill untuk mendengar suara langit dan mengambil tindakan yang optimal. Skill yg setara dengan Instinct, indra keenam mengenai pertempuran. Namun, 'Revelation' mengakomodasi semua hal yang berkaitan dengan pencapaian tujuan (misalnya, memilih jalur yang paling sesuai saat bepergian). Karena tidak ada dasar untuk skill ini, maka tidak bisa dijelaskan kepada orang lain dengan jelas. Ini adalah Skill yang dimiliki/terikat oleh jiwa penggunanya. Revelation Amakusa berasal dari lengannya. Dari segi gameplay, ini alternative kalo ga punya CE 2030, tapi dia punya star absorb sekelas Saber, jadi ada kemungkinan kalo star akan dia sedot balik
Update: Pada akhir bulan Maret 2020, skill ini dapet upgrade. Skill ini berubah jadi targetable dan memberi target NP gain juga. Ini tentu membuatnya semakin bagus dalam party karena bisa membantu. Kalau pun dipake dia sendiri, dia bakal jadi monster yang bisa spam NP meski deck condong ke Buster.
2.      Baptism Rite > Grail of Fiery Heavens
Rank: B+ > EX
Effect: Reduce one enemy's NP gauge by 1 + Reduces all enemies' Buster resistance (20% di level 10) for 3 turns + Charges own NP gauge + Charges own NP gauge (20% per turn di level 10) for 5 turns.
Cooldown: 10/9/8
Baptism Rite (洗礼 咏唱, Senrei Eishō) adalah sejenis magecraft yang style-nya berubah menjadi bentuk gereja. Ini sangat efektif terhadap musuh dengan spiritual body. Dengan menghubungkan dua NP-nya, bahkan dia bisa membuat Servant musuh merasakan proses sublimasi. Baptism Rite-nya luar biasa kuat sehingga mustahil bagi manusia untuk bertahan. Dia menggunakan mantra ini pada nameless monster, yang pernah menjadi Lancer of Black dan Darnic Prestone Yggdmillennia. Monster itu mencair, dia mulai mengeluarkan asap putih, menguap sampai fragmen terakhir dirinya karena skill ini. Dari segi gameplay, ini……gimana ya, efeknya bagus, tapi kayanya pelit banget. Reduce NP gauge cuma buat undead + demon, juga fill NP gauge 20% per turn selama 5 turn itu butuh waktu. Memang ujung-ujungnya juga 100%, tapi bagi yg ga sabaran nunggu 5 turn? Ditambah CD yg aaaaaaaragh lama banget.
3.      God's Resolution (False)
Rank: C > C++ (ada upgrade)
Effect: Chance to stun (100% di level 10) one enemy servant for 1 turn + Increases own Buster card performance (30% di level 10) for 3 turns.
Cooldown: 8/7/6
God's Resolution (神明 議決, Shinmei Giketsu) adalah Ruler-class skill dan merupakan hak istimewa Ruler yang memimpin Holy Grail War. Hak untuk menggunakan Command Spell kepada tiap Servant. Tiap Ruler biasanya diberi 2 CS untuk masing-masing Servant yang berpartisipasi dalam Holy Grail War. Ini adalah hak istimewa tertinggi dari kelas Ruler. Namun, karena Amakusa bukan peserta dari Greater Grail War, dia ga punya skill ini saat jadi Master Red Servant. Saat dia berpartisipasi sebagai Master, dia hanya memiliki 3 CS untuk Assassin of Red. Sementara dia memimpin Fraksi Merah, dia memastikan bahwa Red Faction Servants tidak berinteraksi/bertemu dengan Master mereka. Amakusa bisa saja mencuri CS dengan memotong lengan Red Master lainnya, tapi dia memutuskan untuk menghindari metode ini. Alasannya adalah bahwa dia tak ingin berbohong kepada Lancer of Red yang unggul dalam memahami tipuan. Inilah alasan utama mengapa dia memanipulasi Master Fraksi Merah menjadi bonekanya, sehingga mereka dapat dengan damai menyerahkan 3 CS mereka dan menyediakan cukup Mana sampai hubungannya dengan Greater Grail terbentuk. Akhirnya dia mendapatkan CS mereka, lengannya diukir dengan 18 CS dari Archer, Lancer, Rider, Berserker, Caster, dan Assassin. Dari segi gameplay, sebelum dapet upgrade, skill ini bisa dibilang useless karena hanya berlaku ke servant, itupun masih chance dan dikurangi magic resistance. Tapi setelah upgrade, jadi ada Buster up 3 turns yg bikin skill ini worth buat di raise. Juga mendongkrak NP dan Buster output dia.

   Dia memiliki B-rank True Name Discernment. Informasi status seperti identitas sebenarnya, Skill dan Parameter secara otomatis terungkap saat dia bertemu langsung dengan Servant. Mordred dengan Secret of Pedigree dapat menutupi identitas dirinya, tapi tetap bergantung pada tingkat keberuntungannya untuk melewati Luck Check. Ketika dia dikirim oleh Holy Church dengan tugas untuk menjadi pengawas dalam Greater Holy Grail War, dia memiliki Spirit Board yang diberikan kepadanya dan dapat dengan sempurna memahami keadaan semua 14 Servant karena skill True Name Discernment-nya, tapi dia perlu bertemu langsung dengan para Servant untuk melihat status mereka. Shirou bergantung pada Spirit Board untuk melacak Servant dan mempelajari identitas mereka. Dia bisa mengetahui info saat Siegfried melakukan bunuh diri dan menduga ada yang aneh karena nama Siegfried tidak sepenuhnya hilang dari Spirit Board.
   Dia juga punya Charisma (C-). Ini adalah bakat alami untuk memimpin orang. Meskipun dia tidak bisa menjalankan sebuah negara, dia dapat berbagi dengan rekan sekerja yang berpikiran sama dan kuat sampai mati. Berkat karismanya,memungkinkannya membuat orang lain langsung mempercayai isi "Revelation" tanpa dasar.

PASSIVE SKILL
Name: Magic Resistance
Rank: A
Effect: Increased resistance to debuffs by 20%.
Memberikan perlindungan terhadap efek magis. Berbeda dengan Resistance yang hanya menolak energi sihir, kemampuan ini juga membatalkan mantranya. Dia memiliki Magic Resistance sekelas Saber-class, tapi dia tidak dapat mengatasi sakramen dari Gereja.

BOND CE
Name: Frontliner's Flag
A.k.a: Amakusa Shirou's Rally Flag
Illustrator: ?
Min/Max ATK: 100/100
Min/Max HP: 100/100
Stars: 4
Cost: 9
Max Level: 80
Craft Essence ID : 316
Effect: When equipped on Amakusa Shirou, All allies will inflict 20% bonus damage against Undead and Demon type enemies while he is on the field(keren tapi situasional)
Lore:
―― From that point in battle, defeat was decided.
The important thing was to show our will to fight.
We are with God, so we met death peacefully.
But still, I couldn't find meaning in dying just for this.
I kept thinking, I couldn't save anyone on my own.
The victory of today is linked to the despair of tomorrow.
I know that, I know that, but.
Please, follow my flag [hear my prayer].
If they had ever committed a sin, it would be believing in me.
The lone sin of following my lead.
I happily dedicate my life to You.
So, I wish for You to tell me how to save them.
But, if You cannot save them,
If at the end of this battle, You need their lives,
I will abandon saving "people," and vow to save "humanity."
Both good and evil, weak people, strong people,
Every single person will be saved.
This is the story of a boy who abandons heroic ideals.
While acknowledging this egoism,
It is still the story he wished for

Saran CE
Limited/Zero Over
Black Grail
Heaven’s Feel
Brave Eliz
Demon King of the Sixth Heaven
Prisma Cosmos
2030
Sensei and I
Dll

Saran Party
Merlin
Waver
Shakespeare
Hans
Hijikata
Bunyan
Chiron
Helena
Dll

Keuntungan
Ruler-class, otomatis tanky karena semua resist ke Ruler (kecuali Zerk & Avenger walau jarang)
SSR, stat jelas bagus
Satu-satunya AoE buff (enemy) cleaner
Undead/Demon Slayer saat max Bond

Kerugian
Skill CD-nya lama
Ruler-class membuatnya hanya efektif ke Zerk & Monncancer (dan Mooncancer itu dikit)
NP gain kurang

Kesimpulan
Dia saat ini adalah the best buff remover in the game dan secara ga langsung memiliki skill pierce invul & ignore deff. Sebelum ada upgrade, dia jarang dilirik karena NP dmg dia geli. Bond CE juga situasional


Monggo kalo ada yg mau komen, revisi, atau share
Jangan lupa follow ya



https://en.wikipedia.org/wiki/Amakusa_Shir%C5%8D
http://fategrandorder.wikia.com/wiki/Amakusa_Shirou
http://typemoon.wikia.com/wiki/Shirou_Kotomine
http://typemoon.wikia.com/wiki/Twin_Arm_-_Big_Crunch
http://typemoon.wikia.com/wiki/Skill
http://fategrandorder.wikia.com/wiki/Frontliner%27s_Flag


Singularity Point F - Fuyuki

Singularity Point F – Fuyuki: The Contaminated City in Flames Translated from: http://www.fgostory.blogspot.com/p/main-story.html Sou...

Popular Posts