Sunday, October 1, 2017

Review Sasaki Kojirou

REVIEW SASAKI KOJIROU
Note: Ini adalah pembahasan tentang Kojirou dan dirinya di nasuverse, juga kalkulasi gameplay dia di FGO, mohon kesadarannya (bagi non-player & bagi pengunjung biasa)kalo ini akan sedikit berbeda dari kisahnya saat memasuki bagian nasuverse. Tambahan, kalo mau langsung baca bagian nasuverse, ketik CTRL + F, habis itu ketik "pembahasan nasuverse”
https://japanesestation.com/duel-samurai-paling-terkenal-dalam-sejarah-jepang-miyamoto-musashi-vs-kojiro-sasaki/
   Samurai yg satu ini pasti udah banyak yg tau namanya, tapi saya yakin sedikit dari kalian yg tau kisahnya, pengecualian bagi para penggila & penggali sejarah Jepang.
   Sasaki Kojirō (juga dikenal sebagai Sasaki Ganryū) (1585? - 13 April 1612), sering dibalik jadi Kojirō Sasaki, adalah seorang pendekar pedang Jepang yang terkenal yang dianggap sebagai master di bidangnya, lahir di era Eiroku di desa Echize, Perfektur Fukui. Dia tinggal selama periode Sengoku dan awal Edo dan paling dikenang karena kematiannya saat melawan Miyamoto Musashi di tahun 1612.
   Sasaki menyandang nama Ganryū ( , "Large Rock style"), yang juga merupakan nama sekolah kenjutsu yang didirikannya. Dikatakan bahwa Sasaki mempelajari teknik berpedang Chūjō-ryu dari Kanemaki Jisai atau Toda Seigen. Toda Seigen adalah master kodachi. Jika Sasaki memang belajar Chūjō-ryu dari Seigen, dia pasti adalah rekan bertarung/latian masternya. Karena penggunaan kodachi milik tuannya, Sasaki menggunakan nodachi(“Bizen Osahune Nagamitsu”), atau katana panjang, untuk melawannya. Ia menerima instruksi Toda Seigen, seorang master dari sekolah pedang pendek, dan telah menjadi mitra tuannya, dia unggul dalam menggunakan pedang panjang itu. Setelah mengalahkan adik tuannya, dia meninggalkannya untuk melakukan perjalanan di berbagai provinsi. Di sana ia mendirikan sekolahnya sendiri, yang disebut Ganryu. Kisah pertama yang dapat dipercaya tentang kehidupannya menyatakan bahwa pada tahun 1610, karena ketenaran sekolahnya dan duelnya yang sukses, termasuk ketika dia menangkis tiga lawan dengan sebuah tessen, Sasaki dihormati oleh Lord Hosokawa Tadaoki sebagai master senjata utama daerah Hosokawa di sebelah utara Kyūshū. Sasaki kemudian menjadi terampil dalam menggunakan nodachi, dan memberi nama pedangnya yang dia sebut monohoshi zao ("The Laundry-Drying Pole") sebagai senjata utamanya.
   Rupanya, Miyamoto muda, pada waktu itu, sekitar 29 tahun, mendengar ketenaran Sasaki dan meminta Lord Hosokawa Tadaoki, melalui perantara Nagaoka Sado Okinaga, seorang bawahan utama Hosokawa, untuk mengatur sebuah duel. Hosokawa setuju, dan menetapkan waktu dan tempat seperti 13 April 1612, di pulau terpencil Ganryujima dari Funashima, selat antara Honshu dan Kyūshū. Pertandingan itu mungkin berada di tempat yang terpencil karena pada saat itu Sasaki telah mendapatkan banyak siswa dan murid, dan bila Sasaki kalah, mungkin mereka akan berusaha membunuh Miyamoto.
  Menurut legenda, Miyamoto terlambat lebih dari tiga jam, dan sengaja membuat Sasaki mengejeknya. Saat Sasaki menyerang, serangannya terlihat begitu dekat untuk memutuskan chonmage milik Miyamoto. Serangannya membuatnya hampir menang beberapa kali sampai konon, akhirnya dia dibutakan oleh matahari terbenam di belakang Miyamoto, lalu Miyamoto memukulnya di tengkorak dengan pedang bokkennya yang besar, atau pedang kayu, yang panjangnya 110 cm. Miyamoto diduga telah membuat bokken yang panjang, sebuah tipe yang disebut suburitō karena panjangnya di atas rata-rata, dengan memahat dayung cadangan kapal tempat ia tiba pada duel dengan wakizashi-nya. Miyamoto terlambat melakukan duel dengan sengaja agar secara psikologis membingungkan lawannya, sebuah taktik yang dia gunakan pada kejadian sebelumnya, seperti saat rangkaian duelnya dengan para pendekar Yoshioka.
  Versi lain dari legenda menceritakan bahwa ketika Miyamoto akhirnya tiba, Sasaki berteriak menghina dia, tapi Miyamoto hanya tersenyum. Sasaki melompat ke dalam pertempuran, dibutakan oleh kemarahan. Sasaki menggunakan “swallow’s blade" atau "swallow cut", tapi bokken besar Miyamoto memukul Sasaki terlebih dulu, menyebabkannya jatuh, sebelum Sasaki menyelesaikan Swallow Cut-nya, Miyamoto menghancurkan rusuk kiri Sasaki, menusuk paru-parunya dan membunuhnya. Miyamoto lalu buru-buru mundur ke perahunya dan berlayar menjauh. Ini adalah duel fatal terakhir Miyamoto.
   Senjata favorit Sasaki selama pertempuran adalah nodachi berujung lurus dengan panjang pedang di atas 90 cm (2 kaki, 11,5 inci). Sebagai perbandingan, rata-rata panjang mata pisau dari katana biasa biasanya 70 cm (2 kaki, 3 inci) tapi sudah jarang. Itu disebut monohoshizao (Clothes/Laundry-Drying Pole, 物干し竿, often translated into English as "The Drying Pole"). Meskipun pedang itu panjang dan berat, serangan Sasaki dengan senjatanya sangat cepat dan tepat.(sasuga Regend).
   Teknik favoritnya dihormati dan ditakuti sepanjang feodal Jepang. Itu disebut "Turning Swallow Cut" atau Tsubame Gaeshi ( , "Swallow Reversal/Return"), dan dinamakan demikian karena menirukan gerak ekor burung layang saat terbang seperti yang diamati di Jembatan Kintaibashi di Iwakuni. Potongan ini konon begitu cepat dan tepat sehingga bisa menyerang seekor burung yg sedang terbang. Tidak ada deskripsi langsung teknik ini, namun dibandingkan dengan dua teknik lain yang ada saat ini, yaitu : Kiyhi Cho Ohken Ittō-ryu dan Ganetsu Kosetsu To, Masing-masing diantara keduanya ganas dan cepat menukik ke bawah dan kemudian langsung ke atas. Oleh karena itu, "Turning Swallow Cut" telah direkonstruksi sebagai teknik yang melibatkan tebasan ke bawah dari atas dan kemudian langsung menyerang lagi dengan gerakan ke atas dari bawah. Fase kedua penebasan bisa dari bawah ke arah belakang dan kemudian ke atas pada suatu sudut, seperti seekor elang yang mengudara lagi setelah menenggak mangsanya. Sasaki menciptakan teknik ini sekitar tahun 1605.

 =======================================================================

Ok, sekarang masuk pembahasan Nasuverse
   Dia adalah Servant kelas Assassin yg disummon Caster di 5th HGW. Dia adalah Servant yang seharusnya tidak ada sesuai dengan aturan Holy Grail War, namun skill unik Caster membuatnya bisa melakukan itu. Peranny digantikan True Servant, salah satu dari 19 Hassan-i-Sabbah dalam rute Heaven's Feel. Dia adalah salah satu Servant milik Protagonis F/GO.
   Namanya adalah Kojirou Sasaki (Sasaki Kojirō) Yang nama aslinya dispekulasikan sebagai Tsuda ( ). Nama aslinya tidak dikenal, dan untuk lebih spesifik, dia tidak pernah memiliki nama yang sebenarnya. Kojirou dikenal sebagai seorang master samurai yang keberadaannya diragukan meskipun namanya tetap tercatat dalam sejarah. Dia sebenarnya tidak ada, jadi sulit memanggilnya sebagai servant. Orang yang disummon dengan namanya bukanlah Heroic Spirit, tapi keberadaannya lebih dekat dengan wraith. Jika ada database untuk seluruh umat manusia, maka dia adalah potongan data yang paling mendekati dengan parameter Sasaki, jadi kepribadiannya akan menjadi kepribadian Kojirou dan prestasi monumentalnya akan menjadi milik Kojirou dan bukan miliknya sendiri.
   Dia(Tsuda) adalah anak dari keluarga petani biasa, menjalani kehidupan pertanian biasa. Dia bertemu dengan seorang master samurai yang telah pensiun jauh di pegunungan, dan memulai kehidupan biasa di pegunungan itu sendiri. Dia terpesona oleh keahlian pedang sang master, dan dia mulai berlatih di bawahnya keesokan harinya. Pendekar master hanya mengajarkan kepadanya perilaku halus seorang pendekar pedang, bersatu dengan alam dan masternya tidak menginstruksikannya pada apapun yang berhubungan dengan teknik pedang. Setelah satu bulan, master itu menarik napas terakhirnya, dan Sasaki benar-benar masuk ke dunia samurai. Dia adalah seorang seniman bela diri tanpa nama yg punya beberapa hubungan dengan Kuil Ryuudou, tapi tidak ada cara untuk mengetahui identitas aslinya. Dia meninggal tanpa nama, tidak pernah cukup beruntung untuk diberikan, dan kemampuan untuk membaca atau menulis. Dia menggunakan katana Jepang yang panjang dan menemukan ultimate technique, "Tsubame Gaeshi". Alasan dia disummon sebagai Sasaki hanya karena dia bisa mengeksekusi teknik legendaris itu. Dia menghabiskan sebagian besar hidupnya hanya mencoba untuk mencari tahu metode terbaik untuk menebas burung walet, dan walaupun dia menyadari bahwa metode itu tidak mungkin dilakukan oleh manusia, dia tidak melakukan hal lain dan terus berlatih.
   Penampilannaya adalah seorang pendekar samurai dengan rambut nila panjang yang diikat model ekor kuda dan matanya nila juga. Dia memakai umanori hakama ungu dan kimono ungu, tabi ungu muda dan geta hitam dengan haori dan tekkou ungu sambil membawa pedangnya, Monohoshi Zao di punggungnya.
   Dia itu tenang & cool, dan sementara nada suaranya yang agak mengejek. Dia terhormat dalam pertempuran, selalu mempertahankan tingkatan bushido, dan dia bukan tipe yang akan menyerang wanita dan anak-anak yang tidak berdaya. Dia dengan rela menjaga agar Saber tidak mengungkapkan namanya tanpa motif apapun, dan dia menghentikan pertarungan mereka secara mendadak untuk mencegah lawan memata-matai Noble Phantasm milik Saber. Dia tidak memiliki tujuan sebenarnya untuk berpartisipasi dalam Holy Grail War. Dia bukan Heroic Spirit, jadi tidak ada keuntungan untuk menang untuknya. Dia mengungkapkan "nama aslinya" tanpa peduli, dan sepertinya tidak tertarik dengan hadiah yang dijanjikan Caster untuk membuatnya menjadi Sasaki sejati. Dia hanya menjaga gerbang sambil menunggu Servant yg datang untuk bertempur.
   Seorang pria halus yang mengagumi keindahan alam dan membungkus tubuhnya dalam sebuah mantel pertempuran yang elegan. Agak terasingkan dari dunia dan memiliki kepribadian yang agak sulit dipahami, namun seperti yang diharapkan, dia adalah seorang pejuang yang menyukai keadilan. Karena hidup di zaman di mana korban tewas terjadi setiap hari, perspektifnya tentang kehidupan dan kematian mungkin juga terasa dingin bagi orang modern.
   Perlu diingat bahkan tanpa Battle Continuation, ia bisa bertahan lebih lama dengan luka yang serius karena memiliki semangat yg kuat. Seperti Lancer, dia masih memiliki kekuatan tempur tersisa meski jantungnya hancur, sehingga dia bisa menutup celah di antara lawan setelah mendapat luka fatal. Caster memasang curse ke tubuhnya saat summon, membuatnya bisa meledakkan dada Kojirou. Tapi meski tulang rusuknya sampe menonjol keluar dari dadanya setelah diledakkan, dia masih bisa beraksi tanpa memudar dan sembuh lagi.
   Soal kemampuan berpedangnya, dia menggunakan monohoshi zao, sebuah pedang yg panjangnya ga wajar, hampir ga ada yg make selain dia. Tapi dia bisa menggunakannya seolah mengayunkan pedang biasa. Di 5th HGW, dia adalah Servant dengan swordmanship technique tertinggi, bahkan Gil ga berani berhadapan dengan dia dalam hal berpedang, Cu juga ga berani & lebih milih serangan jarak jauh kalo ketemu Kojirou(Gila kan)
  Permainan pedangnya cukup cepat sehingga Saber pun kesulitan mengikutinya. Dia mengayunkan pedangnya seperti angin topan, menggunakan jalur fleksibel untuk menangkis pukulan dari lawan yang lebih kuat dan lebih cepat dari dirinya sendiri, sambil mengarahkan tebasannya ke leher lawan untuk memenggal mereka jika dia mendeteksi sebuah celah. Setiap serangannya berakibat fatal. Dia menyerang dengan bentuk tebasan melengkung, busur anggun yang tidak menempuh rute terpendek ke lawan seperti pedang Saber(western style). Dia seharusnya tidak bisa menandingi pedang yang bergerak dalam garis lurus, tapi teknik pedang dan Eye of the Mind-nya memungkinkan dia untuk membalikkan serangan lawan dan mengurangi perbedaan kekuatan sampai ke nol. Sangatlah tidak mungkin untuk terbiasa dengan gaya bertarungnya, mau berapa kali ngelawan dia tetep ga bakal bisa terbiasa.
  Ga peduli musuh mundur lalu maju puluhan kali, tetep aja ga bakal bisa terbiasa sama gaya bertarungnya. Saber salah paham dengan keahliannya. Dari jarak yang begitu dekat, lawan harus bisa dengan mudah mengalahkan manuvernya untuk masuk ke dalam jangkauannya, tapi logika semacam itu tidak berlaku baginya. Teknik rahasianya, Tsubame Gaeshi, adalah tiga tebasan pedang bersamaan dengan arah yang saling eksklusif yang hanya bisa dilakukan di permukaan datar. Ini bukan Noble Phantasm, tapi tingkannya setara dengan god-like skill. Ini harusnya undodgeable asalkan tidak ada kesalahan dalam pelaksanaannya, membuatnya menjadi teknik yang mematikan. Itu membuat dia yang seharusnya menjadi "manusia biasa", sama dengan Heroic Spirit yang dipersenjatai dengan Noble Phantasm.
   Sementara dia mengulurkan pemikiran bahwa pedangnya mungkin bisa menghalangi beberapa serangan dari Excalibur, ternyata langsung bengkok dikit setelah satu bentrokan. Meskipun pedangnya bisa memotong baja, sesuatu yang dibuat oleh manusia tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan sesuatu yang tidak dibuat oleh manusia. Dia menggunakan metode untuk memaksa Saber ke tanah datar untuk memanfaatkan Tsubame Gaeshi, tapi ini terbukti menjadi kehancurannya karena tebasan dari pedangnya yg agak bengkok memungkinkan celah Saber untuk melepaskan diri dari teknik ini.

Grail ATK: 8912
Grail HP: 9588
Voice Actor: Shinichiro Miki
Illustrator: Mata
Attribute: Man          
Growth Curve: Reverse S
Star Absorption: 102 
Star Generation: 25.3%
NP Charge ATK: 1.05%
NP Charge DEF: 4%
Death Rate: 55%
Height/Weight: 176cm 63kg
Series: Fate/stay night , Fate/hollow ataraxia
Source: Historical Facts, Japanese Mythology
Region: Japan
Alignment: Neutral Evil
Gender: Male
Traits: Male, Servant, Humanoid, Weak to Enuma Elish
Role: critter, saviour of humanity, saviour of france
Strength: C
Stats3
Endurance: E
Stats1
Agility: A+
Stats5
Mana: E
Stats1
Luck: A
Stats5
NP:
Stats0

DECK
QQQABEx
Q: 2 hit
A: 2 hit
B: 1 hit
Ex: 4 hit
  Art card dia cuma 1, untuk NP gain agak susah. NP charge atk dia 1,05%. Chain terbaik untuk NP chain adalah AQQEx, asumsikan ga crit maupun overkill, jadinya:
Art + Quick + Quick + Extra
= 8,4% + 5,25% + 6,3% + 8,4%
= 28,35% (ga kenceng, tapi jangan lupa kalo dia itu critter, bisa up to 40%++ kalo crit semua)

  Untuk stargen, coba kita kumpulin data dulu, stargen dia 25,3%, skill 3 increase stargen 90% di level 10, passive skill kasih stargen up 4%. Dari data itu tentu chain terbaik (NP excluded) adalah QQQEx, jadinya:
Quick + Quick + Quick + 10 bonus star + Extra
= 438,6% + 538,6% + 638,6% + 1000% + 957,2%
= (4 star dan peluang 38,6% untuk 5 star) + (5 star dan 38,6% untuk 6 star) + (6 star dan 38,6% untuk 7 star) + (10 star) + (9 star dan 57,2% untuk 10 star)
= 34~38 star
kalo mau NPQQEx juga bisa. Ada quick up 20% sebelum NP dan asumsikan NP hanya OC 100%, jadinya :
NP + Quick + Quick + 10 star + Extra
= 645,9%(+ 15 star) + 590,6% + 710,6% + 957,2% + 1000%
=  (21 star dan 45,9% untuk 22 star) + (5 star dan 90,6% untuk 6 star) + (7 star dan 10,6% untuk 8 star) + (9 star dan 57,2% untuk 10 star) + (10 star)
= 52~56 star

NOBLE PHANTASM
Name: Hidden Blade - Swallow Reversal /Hiken - Tsubame Gaeshi
Rank: - > - (ada strengthen quest)
Classification: Anti-Unit
Type: Quick
Hit-Count: 3
Rank: Skill (stay/night) dan “-“ (F/GO)
Range: 3 (stay night) atau 2 (F/GO)
Maximum number of targets: 1 person
Effect: Increase his Quick effectiveness 20% for 3 turns (Activates first) + Deals damage (NP5 2400%) to one enemy.
Overcharge Effect: Gains critical stars (15-35 tergantung overcharge)
  Ini adalah teknik dari kisah legendaris Sasaki Kojirou yang dikatakan mampu menebas burung laying-layang yg sedang terbang. Dia mencapai sebuah Misteri yang dicapai hanya dengan teknik manusia yang menyaingi Noble Phantasm dari servant. Ini bukan sesuatu yang diakui sebagai Noble Phantasm di bawah Fuyuki servant system, melainkan keahlian intrinsik dari pendekar pedang anonim yang mewakili dan menggunakan legenda Kojirou individu yang hebat sebagai sumber identitasnya. Sementara masih unranked, itu tergolong sebagai Noble Phantasm di bawah sistem FATE. Teknik pedang ini, teknik terbaik yang digunakan oleh Kojirou, bukanlah NP atau fenomena sihir, namun telah mencapai tingkatan god-like yg melampaui servant lain. Ini adalah teknik di mana tiga pedang menukik bersamaan mendekati musuh dari semua sisi untuk menciptakan sebuah "penjara", yang memungkinkan tidak ada kesempatan untuk bertahan bagi musuh. Ini sebenarnya melawan hukum fisika untuk memperbanyak keberadaannya. Dimulai dengan tebasan pertama, diikuti oleh dua tebasan yang benar-benar simultan dan over-lapping yang mengabaikan konsep ruang dan waktu, menghasilkan tebasan yang tiba dari tiga arah yang berbeda dengan sesaat menggunakan Fenomena Refraksi Multi-Dimensi 2nd Magic milik Zeltrech untuk mengatur kecepatan, ketangkasan, tipuan, dan banyak elemen lainnya. Ini adalah teknik rahasia yang sangat penting baginya.
   Dia memiliki jarak serang yang sangat jauh dengan Monohoshi-Zao, 150 cm, yang biasanya tidak efektif dalam jarak dekat di mana dia menggunakan teknik ini. Serangan pertama datang pada lawan dengan kecepatan yang luar biasa, menciptakan busur lingkaran secara horisontal untuk mengelilinginya, tapi serangan vertikal kedua yang sedikit lebih lambat dimaksudkan untuk menghalangi pelarian dari atas dan serangan vertikal ketiga untuk mencegah lawan melarikan diri. Ini adalah teknik yg mampu menyaingi dewa dengan keterampilan manusia biasa, sehingga tidak mungkin untuk dihindari. Jika salah satu garis tebasan ditepis, dua lainnya akan tetap menebas musuh. Karena jarak dekat, jika lawan mencoba mundur, longsword akan segera memotongnya. Assassin biasanya berkelahi di tempat yang lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan dari lawan-lawannya, tapi Tsubame Gaeshi membutuhkan fondasi datar agar bisa dieksekusi dengan sempurna. Jika dia tidak memiliki pijakan yang benar, dia hanya akan bisa membuat dua garis. Karena teknik ini terlahir dari keahlian luar biasa dan bukan kemampuan sihir, tidak memerlukan energi sihir tambahan selain yang dibutuhkan Assassin untuk bergerak.
   Seperti Gáe Bolg, tidak mungkin dihindari, meski melalui mekanika yang berbeda. Memang memungkinkan untuk melakukan perlawanan kepada Gáe Bolg setelah mengetahui bahwa itu menargetkan jantung, tapi satu-satunya tindakan perlawanan yg tepat terhadap Tsubame Gaeshi adalah tidak membiarkan dia menggunakan Tsubame Gaeshi. Hal ini dimungkinkan untuk menghindari versi yang belum sempurna(hanya 2 tebasan)dengan melarikan diri ke samping, namun teknik sebenarnya(versi sempurna) hampir tidak mungkin dihindari. Saber, bertarung dengan teknik murni karena tidak dapat menggunakan Excalibur pada jarak itu, berhasil mengalahkannya setelah Assassin pedangnya bengkok untuk mengarahkan pijakannya ke permukaan datar. Melalui insting, prediksi dan determinasi murni, dia dapat melihat celah dalam teknik ini, sebuah celah di antara lengan kiri dan pinggangnya. Dia hampir tidak bisa menghindari tebasan saat terburu-buru melewati celah, dan satu-satunya alasan keberhasilannya adalah karena pedang Kojirou yang bengkok. Jika pedang itu dalam kondisi sempurna, tekniknya akan tetap tak terkalahkan. Fate/Unlimited Codes menampilkan teknik yang disebut Hiken : Tsubame Mai ( · , lit. Pedang Rahasia :  Swallow Dance?) yang merupakan rangkaian dari enam serangan yang menyilaukan di sekitar musuh, diikuti oleh Tsubame Gaeshi.
    Proses di balik pengembangan teknik itu hanyalah Assassin yang mencoba menemukan cara untuk menebas burung laying-layang yg sedang terbang. Dia menemukan bahwa burung layang merasakan getaran angin akibat serangan pedang untuk menghindari tebasan. Tidak mungkin melakukan tebasan tanpa mengeluarkan suara/menggetarkan udara, tidak peduli seberapa cepat serangan, dan pedang hanya bisa bergerak dalam garis lurus. Burung layang bisa bergerak secara horisontal atau vertikal untuk menghindarinya, jadi satu serangan pun tidak mungkin memotongnya. Rute pelarian harus benar-benar diblokir, yang berarti bahwa setelah serangan pertama, serangan yang lain diperlukan untuk menjebaknya. Serangan kedua tidak mungkin dilakukan pada waktu yg tepat untuk menebas burung layang-layang karena itu berada di luar kemampuan manusia untuk menyerang berkali-kali dalam 1 waktu. Dia menerima kenyataan bahwa itu tidak mungkin, tapi karena tidak ada lagi yang bisa dilakukan, sebagai orang yang sederhana dan jujur, dia menghabiskan seluruh hidupnya untuk mempraktikkan itu untuk mencapai puncak ilmu pedang sampai akhir. Setelah jangka waktu yang panjang, dia menyempurnakan teknik dan mencapai tingkatan yg berbeda. Meskipun dengan beberapa keterbatasan, ia akhirnya mencapai dan menyempurnakan tujuannya, teknik Mystic Sword sebagai "penjara" tebasan yang mendekati 2nd Magic tanpa pengetahuan apapun tentang Magecraft atau True Magic tanpa melakukan apa pun kecuali menghabiskan hidupnya untuk mengayunkan pedangnya, mengikuti satu gagasan tentang bagaimana cara membunuh burung layang terbang.
   Untuk kalkulasi NP damage, coba kita kumpulin data dulu. Stat atk dia di level 60 itu 6735(udah 1000 fou), NP5 multiplier 2400%, quick up 20% sebelum NP, base multiplier Assassin 0,9x. Dari data itu, dia menghasilkan NP damage sebesar 32.121,1. Dengan OC effect dia jadi bisa crit di next turn. Biar mantep pake skill 3 juga pas NP buat ignore evade

ACTIVE SKILL
1.      Eye of the Mind (False)
Rank: A
Effect: Grants self evasion for 1 turn + increases own critical damage (40% di level 10) for 3 turns.
Cooldown: 8/7/6
(心眼 (), Shingan (Gi), dilokalisasi sebagai "False Insight") adalah bakat alami untuk meramalkan/merasakan dan menghindari bahaya berdasarkan indra keenam, intuisi, atau ramalan. Keakuratan naluri ini bisa ditambah dengan pengalaman. Kemampuan tersebut juga memberikan efek perlawanan terhadap hukuman yang disebabkan oleh penghalang visual. Perbedaan antara yg True dan False terletak pada kenyataan bahwa yang pertama adalah kemampuan yang dapat diperoleh manusia melalui akumulasi pengalaman. Versi False secara singkat serupa, namun sebenarnya merupakan naluri alami yang tidak dapat diperoleh terlepas dari usaha atau pengalaman(walaupun pengalaman dapat memperbaiki keakuratannya). Dalam kasus Kojirou, dia mampu melihat melalui senjata dan gaya lawannya setelah bertarung hanya beberapa kali, persepsi matanya adalah yang terbaik diantara para Servant(yg selevel sama dia Cuma Okita & Shiki). Dari segi gameplay, memang berguna untuk crit dmg, tapi karena ada evasion juga beberapa orang merasa bingung makenya. Intinya ini situasional.
2.      Fade Out
Rank: B+ > A+ (ada strengthen)
Effect: Removes own debuffs + Gain critical stars (15 di level 10) + Grants Self-on-Attack-Activate debuff for 3 turns (Inflicts Quick resistance down by 10% for 3 turns when attacking with Quick cards)
Cooldown: 6/5/4
a.k.a Vitrification adalah keadaan pikiran yang tenang. Proteksi mental yang meniadakan gangguan mental. Dalam kasus Kojirou, ia membatasi dirinya sebagai seniman bela diri, ia dapat menyembunyikan kehadirannya. (Karena dia bukan true assassin, Kojirou tidak dapat benar-benar menggunakan Presence Concealment. Namun, dengan kemampuan ini, dia mampu mensimulasikan efeknya sampai batas tertentu). Dari segi gameplay, ini lumayan berguna karena ngasih star, tapi hanya bisa remove mental debuff, debuff selain itu ga bisa.
3.      Sense of Subtle Elegance
Rank: B++
Effect: Own attacks will ignore evasion for 3 turns + increases own critical star generation rate (90% di level 10) for 3 turns + increases own Star Absorption (900% di level 10) rate for 3 turns.
Cooldown : 7/6/5
a.k.a Knowledge of Respect and Harmony (宗和の心得, Sōwa no Kokoroe) adalah kemampuan khusus yang mencegah pengurangan akurasi terlepas dari berapa kali teknik yang sama telah digunakan pada musuh yang sama. Dengan kata lain, kemampuan untuk membuat serangannya tidak terbaca oleh musuh. Menjadi tidak mungkin untuk melihat melalui serangannya. Ditambahkan dengan teknik 'head-shot' Kojirou yang unik, efeknya sangat meningkat.
"The eyes grow used to the attacks” 
Dari segi gameplay, ini berguna banget karena ignore evade, artinya NP dan crit pasti kena musuh kecuali musuh punya invul, ditambah ini juga increase stargen dan star absorb, serta di skill 1 tadi itu crit dmg up, skillset dia murni digunakan untuk crit damager. Yang lebih hebat lagi CD cuma 5 turn!!!!

PASSIVE SKILL
Presence Concealment
Rank: D
Effect: Increases unit's critical star generation rate by 4%
a.k.a (気配遮断, Kehai Shadan, localized as Obfuscation) adalah kemampuan untuk menyembunyikan kehadirannya sebagai Servant. Ini adalah Skill umum Assassin.

BOND CE
Name: Heaven Among the Mountains
Illustrator: ?
Min/Max ATK: 100/100
Min/Max HP: 100/100
Stars: 4
Cost: 9
Max Level: 80
Craft Essence ID: 239
Effect: When equipped on Sasaki Kojirou, increase Party's Quick Card performance by 15% while he's on the field
Lore:
If this world’s fate is to be severed,
As a living being he declared his desire,
As a swordsman, he aimed toward infinity.
He himself has already forgotten his age,
The shadow of his former self does not exist.
My every day consists of training.
Without growing tired, he continues everyday,
On the verge of death, swaying in the mountains, he exhales.
—In the end, he was only able to brandish his sword at the moon’s empty sky.


Saran Party
Waver
Skadi
Wu Zetian
Hans
Alexander
Helena
Atalanta
Dll

Saran CE
Bond CE sendiri
Golden Sumo Wrestling ~Rocky Arena~
Knight’s Pride
Castle of the Sun
Antumbra
Sealing Designation / Enforcer
Refrain
Dabābu Hamāṭu Bāṣu
Any CE buat quick up, star absorb, & crit damage(kalo ada yg mau nambahin monggo)

Keuntungan
Lowstar, cost kecil bebas bawa CE
Dia starmaker tapi karena class Assassin, star absorb lumayan jadinya star disedot sendiri lagi
Skillset murni untuk keperluan crit
Bond CE dia berguna buat Quick team

Kerugian
Lowstar auto stat rendah
Itu skill 2 kayanya bukan sembarang debuff cleaner, sejenis charm mungkin(?)

Kesimpulan
Sebagai starmaker, dia udah hebat banget, apalagi lewat NPQQEx. Jujur dia ga sehebat yg terdengar di dunia meme. Satu-satunya yg bikin dia unggul cuma karena stargen, crit, & ignore deff di skill 3


Monggo komen, revisi + kritik kalo ada yang salah, & share
Jangan lupa follow ya




https://en.wikipedia.org/wiki/Sasaki_Kojir%C5%8D
http://typemoon.wikia.com/wiki/Assassin_(Fate/stay_night)
http://typemoon.wikia.com/wiki/Tsubame_Gaeshi
http://typemoon.wikia.com/wiki/Skill
http://fategrandorder.wikia.com/wiki/Sasaki_Kojir%C5%8D
http://fategrandorder.wikia.com/wiki/Heaven_Among_the_Mountains

2 comments:

Dioscuri said...

Kalo dibandingkan cursed arm, bagusan mana?

Birb Dechi said...

Kojirou menang di NP dmg (menang jauh) sama stargen (beda tipis)
Cursed Arm menang di durability sama crit dmg (cuma unggul sedikit)

Singularity Point F - Fuyuki

Singularity Point F – Fuyuki: The Contaminated City in Flames Translated from: http://www.fgostory.blogspot.com/p/main-story.html Sou...

Popular Posts