Sunday, October 4, 2020

Review Boudica

REVIEW BOUDICA

Note: Ini adalah pembahasan tentang Boudica dan dirinya di nasuverse, juga kalkulasi gameplay dia di FGO. Mohon kesadarannya (bagi non-player & bagi pengunjung biasa) kalo ini akan sedikit berbeda dari kisahnya saat memasuki bagian nasuverse. Tambahan, kalo mau langsung baca bagian nasuverse, ketik CTRL + F, habis itu ketik "pembahasan nasuverse”

https://en.wikipedia.org/wiki/File:Boadicea_Haranguing_the_Britons_
(called_Boudicca,_or_Boadicea)_by_John_Opie.jpg

  Yo gengs, jumpa lagi kita di blog ini. Yang kebagian random review hari ini adalah Boudica, nama yang cukup asing bagi yang jarang baca sejarah Romawi dan Britannia. Yang mau tau, yuk baca kisahnya!
  Boudicca, juga dieja Boadicea atau Boudica, (meninggal 60 atau 61 M), adalah Ratu Britannia kuno yang pada tahun 60 M memimpin pemberontakan melawan pemerintahan Romawi.
  Boudica adalah wanita yang tampak mencolok. Dia sangat tinggi, pandangan matanya paling tajam, suaranya kasar. Sebagian besar rambut merahnya terurai ke pinggulnya. Penampilannya menakutkan.
https://en.wikipedia.org/wiki/File:Map
_of_the_Territory_of_the_Iceni.svg
  Masalahnya dimulai ketika Prasutagus, suami Boudica sekaligus raja Iceni, berharap dapat bantuan dari bangsa Romawi. Ketika Prasutagus meninggal pada tahun 60 tanpa pewaris laki-laki, dia mewariskan harta pada putri-putrinya dan Kaisar Nero, demi Iceni dan kekayaannya yang besar. Dia berharap dengan cara ini bisa menjaga kerajaan dan rumah tangganya bebas dari serangan.
  Sayangnya, Gubernur Romawi Britannia pada waktu itu adalah Suetonius Paulinus yang memiliki pemikiran lain tentang masalah tanah dan properti. Setelah kematian Prasutagus, tanah dan rumah Boudica dijarah oleh petugas Romawi dan budak mereka. Tidak puas dengan mengambil semua properti dan tanah, Suetonius menyuruh Boudica yang sudah menjanda dicambuk di depan umum dan putrinya diperkosa oleh budak Romawi.
  Pemimpin Iceni lainnya menderita dengan cara yang sama dan keluarga mereka diperlakukan seperti budak. Tidak mengherankan kemarahan ini memprovokasi Iceni, Trinobante, dan suku-suku lainnya untuk memberontak melawan Romawi.
  Saat Suetonius absen pada tahun 60 atau 61, Boudica melancarkan pemberontakan di seluruh Anglia Timur. Warga Britannia pada awalnya meraih sukses besar. Mereka merebut pemukiman Romawi di Camulodunum (Colchester) dan divisi Romawi di sana dialihkan, agen Kekaisaran melarikan diri ke Gaul. Ketika Londinium (London) dan Verulamium (Saint Albans) diserbu, para warga pro-Romawi melarikan diri dan kota-kota itu dijarah dan dibakar. Warga yang memberontak bahkan menodai kuburan Romawi, memutilasi patung, dan memecahkan batu nisan. Akhirnya Suetonius, yang telah mundur dengan pasukannya ke zona militer Romawi yang relatif aman, memutuskan untuk menantang Boudica. Dia mengumpulkan pasukan 10.000 prajurit tetap dan cadangan, yang tulang punggungnya terdiri dari Legiun ke-14.
  Menurut Tacitus dalam bukunya Annals of Rome, pemberontak Boudica membantai 70.000 orang Romawi + warga Britannia pro-Romawi dan mengoyak Legiun ke-9 Romawi.
https://en.wikipedia.org/wiki/File:Boudica
_statue,_Westminster_(8433726848).jpg
  Boudica dan putri-putrinya mengunjungi semua sukunya menggunakan chariot sebelum pertempuran, mendesak mereka untuk berani. Dia malu karena dia adalah keturunan dari orang-orang perkasa, tapi berjuang sebagai orang biasa karena kebebasannya yang hilang, tubuhnya yang memar, dan putri-putrinya yang marah. Mungkin sebagai sindiran bagi pria dalam kelompoknya, dikatakan bahwa dia meminta mereka untuk mempertimbangkan:
“Memenangkan pertempuran atau binasa: itulah yang akan aku, seorang wanita, lakukan; kalian para pria bisa hidup dalam perbudakan jika itu yang kalian inginkan."

  Warga Britannia menyerang garis pertahanan Romawi. Perintah diberikan dan beberapa ribu tombak yang berat dilemparkan pada para pemberontak yang maju, diikuti dengan cepat oleh hujan serangan kedua. Warga Britannia yang bersenjata ringan tentu menderita banyak korban dalam beberapa menit pertama pertempuran. Bangsa Romawi bergerak, menyerang dalam formasi yang ketat, menusuk dengan pedang pendek mereka.

  Peluang warga Britannia menipis, dengan begitu banyak dari mereka yang terlibat dalam pertempuran, kemungkinan barisan pasukan mereka gerakannya dibatasi sehingga mereka tidak dapat menggunakan pedang panjang secara efektif. Untuk memastikan keberhasilan, kavaleri Romawi dilepaskan dan segera mengepung musuh, memulai pembantaian dari belakang. Tacitus mencatat bahwa 80.000 warga Britannia, baik pria, wanita dan anak-anak, tewas. Dari pihak Romawi hanya 400 orang yang tewas. Boudica tidak terbunuh dalam pertempuran itu, tetapi memilih meminum racun daripada dibawa hidup-hidup oleh orang Romawi.
  Boudica mendapatkan tempat khusus dalam sejarah rakyat Inggris yang dikenang karena keberaniannya; Ratu Prajurit yang melawan kekuatan Romawi. Pada tahun 1902, sebuah patung perunggu Boudica yang mengendarai keretanya dirancang oleh Thomas Thorneycroft, ditempatkan di tanggul Thames di sebelah Gedung Parlemen di London.

 

==========================================================================


Ok, sekarang masuk ke pemabahasan nasuverse

  Namanya adalah Boudica, ratu prajurit muda Iceni di Britannia Kuno abad ke-1. Ketika suaminya, Raja Prasutagus, meninggal, Kekaisaran Romawi dengan licik menyerbu negerinya, yang kemudian memberi aib bagi dia dan putri-putrinya. Boudica, yang ingin membalas dendam, mengumpulkan berbagai raja di Britannia dan menghasut pemberontakan bersamanya. Suatu ketika, dia mengumpulkan militer dalam jumlah besar, membanjiri pasukan kekaisaran, tetapi akhirnya dikalahkan oleh pasukan Kaisar Nero, berakhir dengan kematiannya. Dia kemudian masuk dalam sejarah sebagai “Rata Kemenangan” dalam sejarah Britannia.
  Boudica menyukai segala hal tentang Britannia. Angin dan bumi. Bunga dan tumbuhan. Mata air dan sungai yang jernih. Serangga, burung, dan semua hewan liar. Di atas segalanya, dia mencintai warganya. Dia dekat dengan suaminya yang baik hati, Raja Prasutagus, dan di masa mudanya dikaruniai sepasang anak perempuan. Bisa dikatakan bahwa Britannia damai kecuali ketika pertempuran kecil terjadi antara sesama suku.
  Namun, Boudica memiliki kepercayaan pada Kekaisaran Romawi yang mengunjungi Britannia dari negeri yang jauh, datang dari luar perairan dan membangun beberapa permukiman. Dia secara tidak sengaja berencana untuk berhubungan dengan mereka. Dia percaya bahwa konflik dapat dihindari dengan dialog dan negosiasi. Nyatanya, Kaisar Claudius mencari hal yang lebih dari konflik.
  Suatu ketika Raja Prasutagus wafat, dan segalanya berubah. Sekitar waktu yang sama dengan kematian Claudius, dia digantikan oleh Nero yang naik takhta sebagai Kaisar Romawi yang baru. Kekaisaran memberlakukan pajak yang besar ke Britannia, mencuri wilayah satu demi satu, dan merekrut orang-orang mereka sebagai budak. Tindakan ini tidak diragukan lagi adalah invasi. Boudica, sebagai Ratu Britannia, secara heroik melakukan protes sengit, tapi diperlakukan dengan buruk dengan cemoohan dan penghinaan serta dengan kekerasan. Bahkan saat dalam kesakitan, berlumuran darah segar dari jantungnya, dan menerima luka yang dalam di tubuhnya, dia masih bertekad kuat. Dia mengumpulkan berbagai raja dari setiap tempat di Britannia dan memimpin mereka untuk melawan pasukan besar Romawi yang kuat. Para pemberontak menginjak-injak bangunan dari 3 permukiman Romawi di Britannia, dan Boudica sendiri membunuh prajurit dan orang biasa tanpa perbedaan. Anak-anak, ibu-ibu muda seperti dirinya, dan juga balita, akan dia bantai dengan pedangnya selama mereka adalah bangsa Romawi.
  Pertempuran terakhir terjadi di Watling Street, di mana pemberontak menghadapi komandan besar yang mereka kenal sebagai Suetonius Paulinus. Pria itu menyeberangi salju untuk mencapai Britannia yang diisolasi oleh dua lautan. Bertempat di bagian barat Britannia (sekarang Wales), kemampuannya untuk menekan pemberontakan sangat luar biasa. Boudica menerima tantangannya sambil mengemudikan keretanya ke medan pertempuran. Berbagai raja dari pasukan sekutu berjumlah 200.000, sedangkan prajurit kekaisaran berjumlah 10.000. Namun, perbedaan antara kedua pasukan sangat besar. Antara kecerdikan Suetonius dan pelatihan prajurit Romawi yang sangat keras dan teliti, sekadar punya tujuan besar tidak cukup bagi pasukan Boudica untuk menang.
  Putri-putrinya Boudica diperkosa hampir tanpa henti, sampai-sampai mereka mohon belas kasihan dengan suara tipis sambil menangis. Insiden itu adalah apa yang Boudica pikirkan di ambang kematian.
  Boudica sangat diabadikan di Inggris modern. Boudica, yang sekarang adalah Heroic Spirit, pada dasarnya adalah wanita penuh kasih sayang yang mengayunkan pedangnya. Ketika seseorang dari Britannia memikirkan tempat kelahiran mereka, mereka juga memikirkan kekuatan ibu ini. Meskipun pedangnya memiliki nama "Kemenangan", Ratu Boudica mengakhiri hidupnya dengan kekalahan. Tetap saja, dia menunjukkan keberanian dalam menghadapi kesulitan dan ketidakadilan, dan memenangkan banyak kemenangan sebelum pertarungan terakhir. Bahkan hari ini, ingatannya terukir di hati orang-orang.
  Ceria, hangat. Seseorang yang akan berteman dengan siapa pun (kecuali orang Roma), penuh rasa keibuan, dan akrab dengan kawan apa pun sambil secara terbuka menyayangi semua sebagai anaknya sendiri. Meskipun Boudica adalah seorang pejuang yang memanfaatkan aliran Celtic untuk berperang dengan bangga, dia pada dasarnya adalah orang yang hangat. Dia tidak membenci apa pun secara khusus, tapi dia tidak bisa memaksa dirinya untuk menyukai orang Romawi meski dia tidak membenci mereka lagi.
  Kepada Master dengan usia yang hampir sama dengannya, Boudica memiliki kepribadian seperti kakak perempuan.
  Keinginan Boudica pada Grail adalah agar "Britannia menjadi damai." Britannia jadi sedikit harmonis dibanding saat dia masih hidup, tapi keyakinannya yang tulus tidak hanya agar orang-orang Britannia, para peri, dan dewa-dewa Celtic hidup berdampingan, tapi juga agar orang-orang dari berbagai negara serta anak-anak mereka bisa tertawa dan hidup bersama di surga. Meski dia tidak akan mengatakannya, dia menangis bahagia mengetahui bahwa itu menjadi kenyataan, meski secara bertahap.

 

ATK: 1,168/6,289
HP: 1,823/10,130
Grail ATK: 8,511
Grail HP: 13,735
Voice Actor: Saito Chiwa
Illustrator: Aotsuki Takao
Attribute: Man
Growth Curve: Linear
Star Absorption: 196
Star Generation: 8.9%
NP Charge ATK: 0.85%
NP Charge DEF: 3%
Death Rate: 45%
Alignments: NeutralGood
Gender: Female
Height/Weight: 174cm 62kg
Source: Historical fact
Country of Origin: Europe
Role: anti-rome, Arts support, defender
Traits: Female, Humanoid, King, Riding, Servant, Weak to Enuma Elish

 





DECK
QQAABEx
Q: 2 hit
A: 2 hit
B: 1 hit
Ex: 3 hit
  Untuk NP gain, chain terbaik dia adalah AQAEx. Dengan NP charge atk 0,85%, Arts up 20% dari skill 3 level 10, Quick up 10% dari passive, asumsikan ga crit maupun overkill, jadinya:
Arts + Quick + Arts + Extra
= 7,82% + 4,51% + 13,94% + 5,1%
= 31,37%
Base NP charge dia tinggi, tapi ga didukung hit-count yang bagus.

 

  Untuk stargen, chain terbaik dia adalah BQQEx. Dengan stargen 8,9%, Quick up 10% dari passive, asumsika ga crit maupun overkill, jadinya:
Buster + Quick + Quick + Extra
= 18,9% + 303,8% + 413,8% + 326,7%
= (0 star dan 18,9% untuk 1 star) + (3 star dan 3,8% untuk 4 star) + (4 star dan 13,8% untuk 5 star) + (3 star dan 26,7% untuk 4 star)
= 10~14 star

 

NOBLE PHANTASM

1.      Chariot of Boudica - Chariot Without Promised Protection

Rank: B+ > B++ (ada strengthen)

Classification: Anti-Army

Type: Arts

Hit-counts: -

Range: 2~40

Maximum number of targets: 50 people

Effect: Increases party's defense (NP5 20%) for 3 turns.

Overcharge Effect: Further increases party's defense (20~40% tergantung OC) for 1 turn + Increases party's attack (20~40% tergantung OC) for 3 turns.

“Just leave it to your big sis♪ I will protect! Chariot of Boudica!”

- Rider

 

Chariot of Boudica: Chariot Without Promised Protection adalah Noble Phantasm milik Boudica. Kereta aslinya ditarik oleh 2 kuda terkenal. Kereta ini mewakili Britannia, dan karena Britannia adalah simbol perlindungan, kereta ini memiliki daya tahan yang tinggi.

Aktivasi Noble Phantasm ini memanggil kereta untuk melindungi Boudica dan sekutunya. Diberkati dengan perlindungan oleh dewa Celtic, kereta ini memiliki kemampuan terbang, tapi tidak kuat saat ditabrak musuh. Penggunaannya yang tepat adalah sebagai "perisai" untuk melindungi teman.
Cara Boudica mengemudikan kereta masih bisa dilihat di zaman modern, yaitu patung perung dirinya di London, di pinggir jalan Thames di kawasan Westminster.

Untuk gameplay, efeknya mirip banget sama punya Mashu. Bedanya, kalo punya Mashu itu def up + damage reduction + atk up, sedangkan punya Boudica itu double def up + atk up.

2.      Sword of Boudica - Sword Without Promised Victory

Classification: Anti-Unit

Rank: B

Range: 1~20

Maximum number of targets: 1 person

Sword of Boudica: Sword Without Promised Victory adalah pedang Boudica yang dikatakan "dimahkotai dengan nama "Kemenangan"" seperti Boudica sendiri. Meski namanya mirip, tapi pedang ini bukanlah pedang suci planet yang membawa kemenangan yang dijanjikan. Ini hanya "pedang keinginan yang tidak sempurna." Gagang dan permata hiasnya awalnya berwarna merah, tetapi menjadi biru sesuai ascend.

Pedang ini memiliki kemampuan untuk menembakkan proyektil Mana kecil, tidak cukup kuat untuk membunuh Servant dalam satu serangan, tapi dapat ditembakkan berulang kali dan konsumsi Mana-nya rendah. Pedang ini dapat diaktifkan tanpa memanggil nama sejatinya. Dengan melepaskan nama sejati, pedang ini bisa menembakkan rentetan proyektil Mana.

 

ACTIVE SKILL

1.      Oath to the Goddess > Queen of Victory

Rank: B > A (ada strengthen)

Effect: Increases party's damage against Roman enemies (60% di level 10) for 3 turns + Increases party's critical damage (50% di level 10) for 3 turns.

Cooldown: 7/6/5

Oath to the Goddess adalah Skill yang memberikan plus modifier untuk menyerang siapa pun yang bersumpah akan membalas dendam. Dalam kasus Boudica, dia bersumpah kepada Andraste, Dewi Kemenangan dari Britannia kuno, untuk membalas dendam terhadap orang Romawi. Modifier diterapkan hanya untuk target yang berasal dari Romawi.

Untuk gameplay, skill ini sebenernya keren, tapi aneh kalo dikasih ke support kaya dia. Lucunya lagi, skill ini malah cocok dipasangin sama Quirinus.

2.      Battle Continuation > Battlefield's Provisions

Rank: A > A+ (ada strengthen)

Rank: Grants one ally Guts status (revive 2500 di level 10) for 1 time, 5 turns + Increases their max HP (2000 di level 10) for 5 turns.

Cooldown: 9/8/7

Anekdot Boudica tentang dirinya yang terus bertempur melawan prajurit Romawi yang perkasa dengan semangat juang yang gigih telah menjadi Skill. Untuk gameplay, ini membantu durability-nya. Setelah upgrade, skill ini bahkan jadi targatble dan membuatnya lebih berguna.

3.      Protection of Andraste

Rank: A

Effect: Increases party's Arts performance (20% di level 10) for 3 turns.

Cooldown: 7/6/5

Protection of Andraste adalah Skill yang menunjukkan perlindungan yang diberikan oleh Dewi Kemenangan, Andraste. Saat berpartisipasi dalam pertempuran grup, ini memberikan plus modifier untuk semua cek oleh Boudica dan sekutunya. Secara khusus, skill ini menunjukkan efek maksimalnya saat melancarkan pertempuran defensif.

Untuk gameplay, skill ini membuatnya menjadi Arts support.

 

PASSIVE SKILL

1.      Magic Resistance

Rank: D

Effect: Increases own debuff resistance by 12.5%.

Membatalkan mantra aksi tunggal. Resistanesi dengan tingkat yang sama dengan jimat yang menolak energi sihir.

2.      Riding

Rank: A

Effect: Increases own Quick performance by 10%.

Semua kendaraan dan makhluk selain Phantasmal Beast dan Divine Beast dapat digunakan sebagai tunggangan.

 

BOND CE
Name: Thirst for Victory
Illustrator: ?
Min/Max ATK: 100/100
Min/Max HP: 100/100
Stars: 4
Cost: 9
Max Level: 80
Craft Essence ID: 208
Effect: When equipped on Boudica, increases party's critical star generation rate by 20% while she is on the field.
Lore:
The unpromised sword of victory.

Despite having the name "victory," Queen Boudica's life ended in defeat.

Even so, she stood against all sorts of tyranny with courage, and her path of reaching victory, has left an eternal impression in people's heart.

 

Saran CE
A Moment of Silence
Chaldea Anniversary
Shvibzik Snow
New Year Sacred Mysteries​
2030
Formalcraft
Prisma Cosmos
Awakened Will
Afternoon Party
The Phoenix is on the Vast Land
Therapeutic Spa
Dll

 

Saran Servant separty
Tamae
Castoria
Waver
Hans
Helena
Chiron
Odysseus
Quirinus
Jeanne Summer
Eliz Lancer
Teach
Mashu
Arts Servant
Dll

 

Kelebihan
Ngasih anti-Romawi ke party
NP mirip punya Mashu
Stat HP tinggi untuk R Rider

 

Kekurangan
Stat atk rendah untuk R Rider
NP gain kurang
Stargen kurang
Star absorb Rider itu tinggi, dan itu salah satu alasan kenapa dia ga dipilih sebagai support

 

Kesimpulan
Boudica punya NP yang bagus, tapi skill dan kelasnya ga cocok.


Sekian artikel kali ini, yuk kalo mau komen (sekedar iseng) ataupun kritik
Jangan lupa follow ya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

https://www.britannica.com/biography/Boudicca

https://www.historic-uk.com/HistoryUK/HistoryofEngland/Boudica/

https://en.wikipedia.org/wiki/Boudica

https://typemoon.fandom.com/wiki/Rider_(Fate/Grand_Order_-_Boudica)

https://fategrandorder.fandom.com/wiki/Boudica

https://typemoon.fandom.com/wiki/Chariot_of_Boudica

https://typemoon.fandom.com/wiki/Sword_of_Boudica

https://typemoon.fandom.com/wiki/Skill

https://fategrandorder.fandom.com/wiki/Thirst_for_Victory

 


2 comments:

Kiri-kun said...

berarti dia Moyangnya seiba ya min?

Anonim said...

Min mau tanya adminnya main FGO yg mana Jp atau En ?
Serta sdh dpt ssr sm sr berapa ?

Singularity Point F - Fuyuki

Singularity Point F – Fuyuki: The Contaminated City in Flames Translated from: http://www.fgostory.blogspot.com/p/main-story.html Sou...

Popular Posts